Hasto Siapkan Patroli Perahu di Sungai Code, Bidik Pembuang Sampah Liar dari Hulu ke Hilir

Bagikan :
Ilustrasi | Pemkot Yogyakarta menyiapkan patroli Sungai Code menggunakan perahu bermotor untuk mengawasi pembuangan sampah liar. (KJ)

KabarJawa.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan langkah baru dalam upaya menekan pembuangan sampah liar di Sungai Code.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo berencana mengoperasikan perahu bermotor untuk melakukan patroli langsung menyusuri aliran sungai yang membelah kawasan perkotaan tersebut.

Program ini akan diawali dengan pembelian satu unit perahu bermesin tempel yang digunakan sebagai armada uji coba.

Berbeda dengan pengawasan dari darat yang sering terkendala akses, patroli melalui jalur air dinilai mampu menjangkau titik-titik bantaran sungai yang selama ini sulit dipantau petugas.

Rencana tersebut disampaikan Hasto menjelang peringatan hari jadi Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Saya mau uji coba dalam rangka hari jadi pemerintah kota. Saya mau beli perahu dengan mesin tempel. Kalau di Kalimantan namanya ketinting,” ujar Hasto Wardoyo, Minggu (7/6/2026).

Menyusuri Sungai untuk Memantau Sampah Secara Langsung

Patroli menggunakan perahu akan difokuskan di Sungai Code yang selama ini menjadi salah satu prioritas penataan lingkungan di Kota Yogyakarta.

Menurut Hasto, pengawasan dari atas perahu memungkinkan petugas melihat kondisi sungai secara lebih detail dibandingkan hanya melakukan pemantauan dari jalan atau jembatan.

Banyak titik bantaran sungai yang berada di balik permukiman padat penduduk dan tidak mudah dijangkau kendaraan operasional.

Dengan perahu bermesin tempel berekor panjang, armada patroli dapat bergerak lebih fleksibel di jalur sungai yang sempit maupun berkelok.

Baca juga  1.600 Lansia Tak Mampu Beraktivitas, PIM DIY Siap Dampingi Lansia Perempuan Lewat Program Pemberdayaan

“Dengan mesinnya yang bukan seperti speed, tapi mesinnya ekornya yang panjang di belakang itu. Saya pakai untuk patroli di Sungai Code,” katanya.

Dari atas perahu, petugas dapat mengidentifikasi lokasi yang masih menjadi titik pembuangan sampah liar sekaligus memantau kondisi kebersihan sungai secara berkala.

Fokus Awal pada Sungai Code

Pemilihan Sungai Code sebagai lokasi uji coba bukan tanpa alasan.

Sungai ini merupakan salah satu aliran utama yang melintasi kawasan Kota Yogyakarta dan berada di tengah lingkungan perkotaan yang padat aktivitas masyarakat.

Selain memiliki fungsi ekologis, Sungai Code juga menjadi bagian penting dari lanskap kota yang setiap hari dilihat warga maupun wisatawan.

Karena itu, persoalan kebersihan sungai dinilai tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas ruang publik dan wajah kota secara keseluruhan.

“Bisa ke hulu, ke hilir. Saya bisa mengontrol sampah-sampah yang dibuang seenaknya di sungai. Saya kira itu, saya mau beli satu dulu,” ujarnya.

Patroli Malam Hari Disiapkan

Pada tahap awal, patroli akan dilakukan pada siang hari untuk menguji kemampuan armada dan efektivitas jalur yang akan dilalui.

Namun Pemkot Yogyakarta juga mempertimbangkan patroli malam sebagai bagian dari pengawasan rutin.

Baca juga  Puluhan Warga Mandingan Keracunan Usai Buka Puasa Bersama, Diduga Akibat Ayam Tak Segar

Langkah ini didasarkan pada temuan bahwa pembuangan sampah liar kerap terjadi ketika kondisi lingkungan mulai sepi.

Menurut Hasto, waktu sekitar pukul 19.00 WIB menjadi salah satu periode yang rawan digunakan oknum masyarakat untuk membuang sampah ke sungai.

“Ya siang dulu. Tapi kalau nanti setelah tidak uji coba, patrolinya bisa jam 7 malam. Karena orang pada buang sampah itu jam 7 malam,” katanya.

Kehadiran patroli sungai pada malam hari diharapkan dapat meningkatkan efek pengawasan sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku.

Kondisi Sungai Mulai Membaik, Penataan Terus Berjalan

Pemkot Yogyakarta menilai kondisi tiga sungai utama yang melintasi kota, yakni Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajah Wong, menunjukkan perkembangan yang cukup positif dalam beberapa tahun terakhir.

Program penanganan sampah dan penataan bantaran sungai mulai memperlihatkan hasil.

Meski demikian, sejumlah pekerjaan rumah masih ditemukan di lapangan.

Beberapa titik bantaran sungai masih terdapat kandang ternak dan kandang burung yang dinilai mengganggu upaya penataan kawasan.

“Masih ada beberapa titik yang ada kandang ayamnya, masih ada beberapa titik yang ada kandang burung. Kami akan menyelesaikan di bulan-bulan depan ini untuk membersihkan dengan alat berat di titik-titik itu,” kata Hasto.

Target Jangka Panjang: Sungai Bersih dan Bebas Pendangkalan

Patroli sungai menjadi bagian dari program yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas lingkungan sungai di Kota Yogyakarta.

Baca juga  Info Lengkap Jadwal KRL Jogja Solo 2 Agustus 2025: Berangkat Seharian, Tarif Tetap Terjangkau

Selain pengawasan sampah, pemerintah juga menargetkan pengurangan pendangkalan yang selama ini mengurangi kapasitas aliran sungai.

Langkah lain yang disiapkan adalah pemasangan barier atau penghalang sampah di bagian hulu untuk mengurangi kiriman sampah yang terbawa arus ke wilayah kota.

“Maka target pertama bersih dulu, kemudian menghilangkan pendangkalan, dan kita pasang barier-barier itu penting karena sampahnya juga banyak dari hulu,” ujar Hasto.

Menuju Sungai yang Lebih Bersih dan Bernilai Publik

Pemkot Yogyakarta melihat sungai tidak hanya sebagai saluran air, tetapi juga bagian dari ruang hidup kota yang memiliki nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Sungai yang bersih dan tertata berpotensi menjadi ruang publik yang lebih nyaman bagi warga sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.

Melalui patroli perahu di Sungai Code, pemerintah mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan persoalan di lapangan.

Bukan sekadar mengawasi dari tepi sungai, tetapi langsung menyusuri aliran air untuk memastikan kebersihan sungai terjaga dari hulu hingga hilir.

Program ini akan menjadi langkah awal dalam upaya jangka panjang menjadikan sungai-sungai di Kota Yogyakarta lebih bersih, tertata, dan terbebas dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya