Pemkot Yogyakarta Prioritaskan Penguatan Talud Sungai 2026 di Bantaran Code dan Winongo

Bagikan :
Ilustrasi sungai di kawasan permukiman padat. (KabarJawa)

KabarJawa.com – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui DPUPKP Kota Yogyakarta menetapkan penguatan talud sungai sebagai program prioritas tahun 2026.

Fokus penanganan diarahkan pada kawasan bantaran sungai yang rawan banjir dan longsor, terutama di sepanjang Kali Code dan Kali Winongo.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengurangan risiko bencana sekaligus penataan kawasan permukiman padat di wilayah perkotaan.

DPUPKP mengakselerasi penguatan talud dengan dukungan kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Penataan dilakukan melalui pendekatan konsep penataan kawasan berbasis Mundur, Munggah, Madhep Kali (M3K).

Program tersebut bertujuan membuka ruang penataan bantaran sungai sekaligus memperbaiki tata kelola permukiman agar lebih tertib dan aman.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Yogyakarta, Rahmawan Kurniadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik talud yang berpotensi mengalami kerusakan akibat peningkatan debit air.

“Struktur talud di beberapa lokasi masih dari bronjong atau pasangan batu kali, sehingga belum terlalu kuat jika dihantam aliran besar,” ujarnya pada 25 April 2026.

Baca juga  Dana Desa 2026 Gunungkidul Mulai Cair, Anggaran Anjlok Drastis Picu Penundaan Pembangunan di Kalurahan

Lima Lokasi Prioritas Tahun 2026

DPUPKP menetapkan lima wilayah sebagai prioritas penanganan, yaitu Bener, Pakuncen, Suryatmajan, Prenggan, dan Tegalrejo. Kondisi talud di masing-masing wilayah bervariasi.

Di wilayah Bener, masih terdapat bantaran sungai tanpa talud. Sementara di Pakuncen, sebagian struktur masih menggunakan bronjong. Di wilayah lain, talud berbahan batu kali sudah tersedia, namun dinilai perlu ditingkatkan menjadi beton bertulang.

Rahmawan menyebut sekitar 10 persen talud di Kota Yogyakarta masih berupa tanah tanpa penguatan struktur.

Untuk mendukung program ini, Pemerintah Kota Yogyakarta mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar dari APBD 2026. Nilai tersebut berada dalam kisaran alokasi tahunan yang berkisar antara Rp4 hingga Rp5 miliar.

Meski demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam mempercepat perbaikan seluruh talud yang membentang sepanjang puluhan kilometer di wilayah kota.

Selain itu, kendala teknis juga muncul di kawasan permukiman padat yang berada dekat bantaran sungai. Banyak bangunan warga berdiri di sekitar talud sehingga menghambat akses alat berat dalam proses konstruksi.

Baca juga  Dana Bantuan Perbankan DIY Mengalir: 1.296 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra di Yogyakarta Dapat Living Cost

“Kami harus menyesuaikan dengan penataan permukiman. Jika kawasan sudah siap, baru pengerjaan talud dapat dilakukan,” jelas Rahmawan.

Penanganan Darurat dan Solusi Jangka Panjang

Dalam kondisi darurat seperti banjir atau longsor, DPUPKP tetap melakukan penanganan cepat menggunakan metode sementara untuk mencegah kerusakan meluas. Namun, pembangunan talud permanen berbahan beton bertulang tetap menjadi solusi jangka panjang yang diutamakan.

Secara teknis, talud merupakan struktur penahan tanah yang berfungsi menjaga stabilitas area di sekitar sungai. Struktur ini dirancang untuk menahan tekanan tanah dan aliran air agar tidak menyebabkan longsor atau kerusakan.

Penguatan talud diharapkan mampu meningkatkan keamanan kawasan bantaran sungai serta mengurangi risiko bencana di wilayah permukiman padat. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan kumuh menjadi lingkungan yang lebih layak huni.

Melalui pendekatan kolaboratif dan perencanaan bertahap, Pemkot Yogyakarta menargetkan pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap perubahan lingkungan dan tekanan urbanisasi.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid