
KabarJawa.com– Hujan deras yang mengguyur wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa sore, 3 Maret 2026, berubah menjadi ancaman bagi warga.
Angin kencang yang menyertai hujan menyebabkan belasan rumah rusak di Kabupaten Gunungkidul dan memicu kerusakan di sejumlah wilayah lain.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY langsung mengerahkan tim untuk melakukan asesmen dan penanganan cepat di lapangan.
Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY Sejak Siang
Berdasarkan laporan resmi Situation Report (Sitrep) yang dirilis pukul 21.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai terjadi pada pukul 12.36 WIB dan akan berlangsung hingga pukul 23.25 WIB.
Hujan deras disertai angin kencang memicu berbagai kejadian pohon tumbang serta kerusakan bangunan dan infrastruktur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menegaskan bahwa tim Pusdalops bersama TRC BPBD kabupaten/kota terus memantau dan memperbarui data dari seluruh wilayah DIY.
“Kami menerima laporan dari Pusdalops kabupaten/kota dan langsung mengoordinasikan penanganan di titik-titik terdampak. Data masih bersifat sementara dan terus kami perbarui,” tegasnya.
Cuaca Ekstrem Gunungkidul Selasa Sore
Wilayah yang mengalami dampak paling signifikan berada di Kabupaten Gunungkidul. Cuaca ekstrem menerjang 20 titik di Kapanewon Semin dan menyebabkan berbagai kerusakan.
BPBD mencatat dampak di antaranya pohon tumbang di 22 titik, kerusakan rumah sebanyak 18 unit, akses jalan terganggu di 3 titik dan kerusakan warung/tempat usaha di 1 titik. Total estimasi kerugian sementara mencapai Rp50.000.000.
Angin kencang merobohkan pepohonan besar yang menimpa atap rumah warga dan menutup akses jalan desa. Warga bersama relawan dan petugas BPBD bekerja cepat mengevakuasi material pohon agar jalur transportasi kembali normal.
Agustinus menjelaskan bahwa tim langsung melakukan asesmen detail untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak.
Tidak hanya Gunungkidul, cuaca ekstrem juga menyentuh wilayah lain di DIY meskipun dengan skala lebih kecil.
1. Kota Yogyakarta – Kemantren Kotagede
Di wilayah Kota Yogyakarta, tepatnya di Kemantren Kotagede, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di 1 titik, akses jalan terganggu di 1 titik dan kerusakan warung/tempat usaha di 1 titik.
2. Kabupaten Bantul – Kapanewon Sewon
Sementara itu, di Kabupaten Bantul wilayah Kapanewon Sewon, cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang di 1 titika, gangguan jaringan listrik di 1 titik dan akses jalan terdampak di 1 titik.
Petugas berkoordinasi dengan PLN dan instansi terkait untuk memulihkan jaringan listrik secepat mungkin.
BPBD DIY tidak menerima laporan dampak cuaca ekstrem dari Kabupaten Sleman maupun Kabupaten Kulon Progo hingga pembaruan terakhir pukul 21.00 WIB. Namun, petugas tetap siaga mengingat potensi hujan masih berlangsung hingga malam hari.
BPBD DIY Lakukan Penanganan Cepat dan Koordinasi Lintas Instansi
BPBD DIY langsung menjalankan langkah-langkah penanganan terpadu, melakukan asesmen cepat di lokasi terdampak, menggelar koordinasi lintas instansi, menyiapkan dan menyalurkan logistik serta melakukan penanganan darurat di lapangan
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusdalops kabupaten/kota terus memperbarui informasi secara real time untuk memastikan seluruh dampak tertangani.
Agustinus menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang. Jika menemukan pohon rawan tumbang atau kondisi membahayakan, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD,” ujarnya.
Cuaca ekstrem Selasa sore ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba dan membawa dampak signifikan. Kerusakan 18 rumah di Gunungkidul menunjukkan bahwa angin kencang memiliki daya rusak yang tidak bisa dianggap remeh.
BPBD DIY memastikan seluruh personel tetap siaga hingga kondisi benar-benar aman. Data yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan terbaru dari lapangan.
Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi Pusdalops BPBD DIY dan tetap mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (ef linangkung)