Cuaca Ekstrem Gunungkidul Selasa Sore: 18 Rumah Rusak, BPBD DIY Kerahkan Tim hingga Malam

Bagikan :
Cuaca Ekstrem Gunungkidul Selasa Sore/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Hujan deras yang mengguyur wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa sore, 3 Maret 2026, berubah menjadi ancaman bagi warga.

Angin kencang yang menyertai hujan menyebabkan belasan rumah rusak di Kabupaten Gunungkidul dan memicu kerusakan di sejumlah wilayah lain.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY langsung mengerahkan tim untuk melakukan asesmen dan penanganan cepat di lapangan.

Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY Sejak Siang

Berdasarkan laporan resmi Situation Report (Sitrep) yang dirilis pukul 21.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai terjadi pada pukul 12.36 WIB dan akan berlangsung hingga pukul 23.25 WIB.

Hujan deras disertai angin kencang memicu berbagai kejadian pohon tumbang serta kerusakan bangunan dan infrastruktur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menegaskan bahwa tim Pusdalops bersama TRC BPBD kabupaten/kota terus memantau dan memperbarui data dari seluruh wilayah DIY.

“Kami menerima laporan dari Pusdalops kabupaten/kota dan langsung mengoordinasikan penanganan di titik-titik terdampak. Data masih bersifat sementara dan terus kami perbarui,” tegasnya.

Baca juga  BPBD DIY Ajukan Perpanjangan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi hingga 15 Mei 2026

Cuaca Ekstrem Gunungkidul Selasa Sore

Wilayah yang mengalami dampak paling signifikan berada di Kabupaten Gunungkidul. Cuaca ekstrem menerjang 20 titik di Kapanewon Semin dan menyebabkan berbagai kerusakan.

BPBD mencatat dampak di antaranya pohon tumbang di 22 titik, kerusakan rumah sebanyak 18 unit, akses jalan terganggu di 3 titik dan kerusakan warung/tempat usaha di 1 titik. Total estimasi kerugian sementara mencapai Rp50.000.000.

Angin kencang merobohkan pepohonan besar yang menimpa atap rumah warga dan menutup akses jalan desa. Warga bersama relawan dan petugas BPBD bekerja cepat mengevakuasi material pohon agar jalur transportasi kembali normal.

Agustinus menjelaskan bahwa tim langsung melakukan asesmen detail untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak.

Tidak hanya Gunungkidul, cuaca ekstrem juga menyentuh wilayah lain di DIY meskipun dengan skala lebih kecil.

1. Kota Yogyakarta – Kemantren Kotagede

Di wilayah Kota Yogyakarta, tepatnya di Kemantren Kotagede, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di 1 titik, akses jalan terganggu di 1 titik dan kerusakan warung/tempat usaha di 1 titik.

Baca juga  UPDATE Longsor Pekalongan: 17 Tewas, 9 Hilang, Proses Evakuasi Terganggu Akses Terputus

2. Kabupaten Bantul – Kapanewon Sewon

Sementara itu, di Kabupaten Bantul wilayah Kapanewon Sewon, cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang di 1 titika, gangguan jaringan listrik di 1 titik dan akses jalan terdampak di 1 titik.

Petugas berkoordinasi dengan PLN dan instansi terkait untuk memulihkan jaringan listrik secepat mungkin.

BPBD DIY tidak menerima laporan dampak cuaca ekstrem dari Kabupaten Sleman maupun Kabupaten Kulon Progo hingga pembaruan terakhir pukul 21.00 WIB. Namun, petugas tetap siaga mengingat potensi hujan masih berlangsung hingga malam hari.

BPBD DIY Lakukan Penanganan Cepat dan Koordinasi Lintas Instansi

BPBD DIY langsung menjalankan langkah-langkah penanganan terpadu, melakukan asesmen cepat di lokasi terdampak, menggelar koordinasi lintas instansi, menyiapkan dan menyalurkan logistik serta melakukan penanganan darurat di lapangan

Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusdalops kabupaten/kota terus memperbarui informasi secara real time untuk memastikan seluruh dampak tertangani.

Agustinus menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang. Jika menemukan pohon rawan tumbang atau kondisi membahayakan, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD,” ujarnya.

Baca juga  Prediksi Awal Musim Kemarau 2025 di Jawa Tengah: Wilayah dan Puncaknya

Cuaca ekstrem Selasa sore ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba dan membawa dampak signifikan. Kerusakan 18 rumah di Gunungkidul menunjukkan bahwa angin kencang memiliki daya rusak yang tidak bisa dianggap remeh.

BPBD DIY memastikan seluruh personel tetap siaga hingga kondisi benar-benar aman. Data yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan terbaru dari lapangan.

Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi Pusdalops BPBD DIY dan tetap mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid