BPBD Gunungkidul Tak Punya Alat Berat untuk Evakuasi Longsor, DPRD Isyaratkan Tambah Dana BTT

Bagikan :
Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Erie Agustine/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Desa Tancep, Kabupaten Gunungkidul, meninggalkan persoalan serius dalam penanganan darurat.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul langsung turun ke lokasi dan menemukan fakta mencengangkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul tidak memiliki alat berat khusus untuk mengevakuasi material longsor.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, memimpin langsung kunjungan lapangan tersebut. Ia menyaksikan batu-batu berukuran besar dan kayu gelondongan masih berserakan di titik longsor. Material tersebut menghambat akses warga dan memperlambat proses pemulihan.

“Evakuasi membutuhkan alat berat untuk menyingkirkan bebatuan dan sisa longsoran. Namun, BPBD belum memiliki alat tersebut,” tegas Endang.

Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk menyewa alat berat dari pihak ketiga. Sayangnya, keterbatasan anggaran membuat proses tersebut tidak bisa dilakukan secara cepat dan optimal.

Logistik Habis, Peralatan Darurat Minim

Tidak hanya kekurangan alat berat, DPRD juga menemukan bahwa stok logistik tanggap darurat mulai menipis. Kebutuhan dasar warga terdampak bencana harus segera dipenuhi, sementara persediaan semakin terbatas.

Baca juga  23 Daerah Bakal Duplikasi Mal Pelayanan Publik Kota Yogyakarta, BKPM RI Sebut Jadi Contoh Nasional

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Erie Agustine, mengakui bahwa pihaknya menghadapi kendala serius dalam penanganan teknis di lapangan.

“Kami tidak memiliki alat berat maupun crane untuk evakuasi. Jika menyewa, kami membutuhkan anggaran tambahan, sementara dana yang tersedia masih kurang,” jelas Erie.

Ia juga menegaskan bahwa logistik untuk penanganan darurat sudah hampir habis. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kapasitas daerah dalam menghadapi bencana besar masih perlu diperkuat secara menyeluruh.

DPRD juga menyoroti minimnya jumlah Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) di wilayah dengan risiko tinggi. Di Kapanewon Gedangsari, yang dikenal rawan longsor dan banjir, jumlah Kaltana masih sangat terbatas.

Desa Tegalrejo di Kapanewon Gedangsari bahkan tercatat baru memiliki dua Kaltana. Padahal, wilayah tersebut kerap menghadapi ancaman tanah longsor dan banjir saat musim hujan.

Kurangnya anggaran menjadi alasan utama belum optimalnya pembentukan Kaltana di daerah rawan. Padahal, keberadaan Kaltana sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mempercepat respons darurat, serta meminimalkan korban jiwa dan kerugian material.

Selain itu, DPRD menemukan masih ada kelurahan yang belum memiliki peralatan dasar darurat seperti gergaji mesin untuk mengevakuasi pohon tumbang. Situasi ini memperlihatkan bahwa kesiapan peralatan di tingkat bawah masih jauh dari ideal.

Baca juga  Yogyakarta Cegah Lonjakan Kasus: Angka Stunting Turun jadi 9,13 Persen, Keaktifan Penimbangan Bayi Turun ke 96,35 Persen

Dana BTT untuk Pengadaan Alat Berat BPBD Gunungkidul

Melihat berbagai keterbatasan tersebut, DPRD Gunungkidul mengisyaratkan akan mendorong penambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) khusus untuk penanggulangan bencana pada tahun anggaran mendatang.

Endang Sri Sumiyartini menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memperkuat anggaran kebencanaan agar respons terhadap bencana tidak lagi terkendala fasilitas dan logistik.

“Kami akan mendorong penambahan BTT untuk penanggulangan bencana. Saat ini, kebutuhan mendesak adalah alat berat untuk menyingkirkan bebatuan dan material longsor,” ujarnya.

DPRD juga akan memfokuskan program tahun depan pada penambahan jumlah Kaltana di wilayah rawan bencana. Langkah ini bertujuan memperkuat mitigasi sejak dini sekaligus membangun ketangguhan masyarakat di tingkat kelurahan.

DPRD meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk menyiapkan diri secara maksimal menghadapi potensi bencana susulan.

Curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor dan banjir di sejumlah titik rawan di Gunungkidul. Peristiwa di Desa Tancep menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk segera berbenah.

Tanpa dukungan alat berat, logistik yang memadai, serta penguatan Kelurahan Tangguh Bencana, risiko kerugian akibat bencana akan terus membayangi. (ef linangkung)

Baca juga  Sepekan Pascabanjir dan Longsor di Tancep, Sejumlah Warga Masih Mengungsi

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid