Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa? Sempat Viral Usulan Soal Gerbong Wanita, Kini Minta Maaf & Klarifikasi

Bagikan :
Menteri PPPA, Arifah Fauzi (Instagram // @arifah.fauzi)

KabarJawa.com – Nama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menjadi perbincangan luas setelah mengusulkan pemindahan gerbong khusus wanita pada KRL Commuter Line ke bagian tengah rangkaian kereta.

Usulan tersebut memicu pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama karena muncul di saat publik masih berduka akibat insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Menanggapi polemik tersebut, Arifah Fauzi menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Arifah Fauzi Bukan Kader Partai Politik

Seiring meningkatnya perhatian publik, muncul pertanyaan mengenai latar belakang politik Arifah Fauzi. Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, Arifatul Choiri Fauzi yang akrab disapa Arifah Fauzi bukan merupakan kader maupun perwakilan dari partai politik mana pun.

Ia ditunjuk sebagai Menteri PPPA periode 2024-2029 dalam Kabinet Merah Putih melalui jalur profesional. Selain itu, Arifah dikenal sebagai tokoh perempuan yang aktif di organisasi keagamaan besar di Indonesia.

Ia memiliki peran penting dalam kepengurusan pusat Muslimat NU, organisasi perempuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Baca juga  Peti Jenazah Paus Fransiskus Disegel dalam Upacara Khidmat, Prosesi Pemakaman Digelar Sabtu Pagi

Latar Belakang Pendidikan yang Kuat

Arifah Fauzi lahir di Bangkalan, Madura, Jawa Timur pada 28 Juli 1969. Ia memiliki rekam jejak pendidikan yang solid, terutama dalam bidang keagamaan dan komunikasi.

Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di lingkungan madrasah, yaitu MTs dan MA As-Syafiiyah Jatiwaringin, Jakarta. Lingkungan pendidikan tersebut membentuk dasar pemahaman keagamaan yang kuat sejak dini.

Pada jenjang perguruan tinggi, Arifah menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan lulus pada tahun 1994.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Komunikasi pada tahun 2002 melalui program beasiswa Ford Foundation.

Rekam Jejak Organisasi dan Kepemimpinan

Sebelum menjabat sebagai Menteri PPPA, Arifah Fauzi telah memiliki pengalaman panjang di berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Karier organisasinya dimulai sejak usia muda.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta periode 1989-1991. Selanjutnya, ia dipercaya mengemban peran strategis sebagai Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Fatayat NU.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Raih Tiga Penghargaan Nasional di TP2DD Championship 2025, Bukti Akselerasi Transformasi Digital

Tak hanya itu, Arifah juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU, yang memperkuat kiprahnya sebagai tokoh perempuan berpengaruh di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf atas Polemik Gerbong Wanita

Menanggapi polemik yang berkembang, Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui akun media sosial Kementerian PPPA pada Rabu, 29 April 2026.

“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ungkap Arifah.

Ia menegaskan bahwa usulan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain, termasuk laki-laki. Menurutnya, keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama tanpa memandang gender.

“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan maupun laki-laki,” ujarnya.

Fokus Pemerintah pada Penanganan Korban Kecelakaan

Dalam pernyataan penutupnya, Arifah menegaskan bahwa perhatian utama pemerintah saat ini adalah penanganan korban kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur.

Baca juga  Nasirun Maestro Seni Rupa Indonesia Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Karier dan Daftar Karyanya

Upaya evakuasi dan perawatan medis menjadi prioritas agar seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.

Selain itu, Kementerian PPPA juga memastikan perlindungan terhadap hak-hak korban, khususnya anak-anak yang kehilangan orang tua akibat insiden tersebut.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya