
KabarJawa.com – Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta akan menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IABI ke-9 pada 6–7 Mei 2026 di Kampus UMY, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi nasional dalam penguatan sistem penanggulangan bencana.
Penyelenggaraan PIT IABI ke-9 bertepatan dengan 20 tahun peristiwa Gempa bumi Yogyakarta 2006, yang menjadi latar refleksi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi bencana di masa mendatang.
Forum Nasional Lintas Sektor
Panitia mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Risiko Bencana untuk Ketangguhan (Strengthening Disaster Risk Governance for Resilience)”. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun sistem yang lebih adaptif terhadap risiko bencana.
Kegiatan ini dirancang sebagai forum lintas sektor yang melibatkan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan media. Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 300 hingga lebih dari 500 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendekatan pentahelix menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini, dengan menghubungkan unsur pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan media dalam satu ruang diskusi bersama.
Rangkaian Kegiatan dan Agenda
Selain forum ilmiah, PIT IABI ke-9 juga menghadirkan sejumlah agenda pendukung. Pameran kebencanaan akan diikuti oleh 32 lembaga dari berbagai sektor yang menampilkan program dan inovasi dalam pengurangan risiko bencana.
Kegiatan lainnya adalah Ignite Stage yang menghadirkan 23 sesi presentasi singkat berdurasi sekitar 15 menit. Forum ini dirancang untuk menyampaikan praktik baik serta inovasi kebencanaan secara ringkas dan terfokus.
Pada hari pertama, panitia juga menyelenggarakan aksi donor darah sebagai bagian dari kegiatan sosial yang melibatkan peserta dan masyarakat umum.
Tujuan dan Fokus Penguatan Sistem
Penyelenggara menetapkan empat tujuan utama kegiatan, yaitu memperkuat tata kelola risiko bencana berbasis kolaborasi, mendiseminasikan praktik baik dan inovasi, mendorong integrasi antara riset dan kebijakan, serta menguatkan posisi Yogyakarta sebagai pusat kebencanaan di Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya kompleksitas risiko bencana, termasuk yang dipengaruhi oleh perubahan iklim dan dinamika sosial-ekonomi.
Dukungan Pemerintah dan Tahap Pelaksanaan
Sejumlah pejabat dijadwalkan hadir dalam pembukaan kegiatan, antara lain Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi yang dapat diterapkan di berbagai daerah dalam upaya pengurangan risiko bencana.
PIT IABI ke-9 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sistem kebencanaan nasional melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas lintas sektor.