Plataran Senopati Jogja Dibuka, Eks Lahan Parkir Bus Jadi Sentra Kuliner

Bagikan :
Kawasan Plataran Senopati berada di halaman depan Bank Indonesia, pusat kota Yogyakarta. (GMaps)

KabarJawa.com – Kawasan bekas parkir bus wisata di Jalan Senopati kini difungsikan sebagai sentra kuliner bernama Plataran Senopati Jogja.

Kawasan ini mulai beroperasi pada Sabtu, 2 Mei 2026 dan ditujukan untuk menampung eks juru parkir serta pedagang yang terdampak kebijakan larangan parkir bus wisata di pusat kota.

Pengembangan kawasan ini melibatkan komunitas warga terdampak yang berupaya membangun kembali aktivitas ekonomi di lokasi tersebut. Sejumlah pelaku usaha kecil kini mulai berjualan di area yang sebelumnya tidak lagi digunakan sebagai tempat parkir bus.

Koordinator Plataran Senopati, Andi Irwanto, menyampaikan bahwa konsep penataan kawasan ini mengacu pada pengelolaan kuliner di kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Ia mengaku mendapat arahan dari Wali Kota Yogyakarta untuk mempelajari sistem pengelolaan tersebut sebelum diterapkan.

“Saya belajar langsung dari Alun-Alun Utara, termasuk dari Pendopo Lawas Yogyakarta. Kami dibimbing teman-teman di sana, lalu mencoba menerapkan konsep serupa di sini,” ujar Andi.

Konsep dan Pengelolaan Kawasan

Plataran Senopati menerapkan konsep “dapur bersih”, di mana aktivitas memasak berat tidak dilakukan di lokasi.

Baca juga  Menikmati Hamparan Pasir dan Angin Sejuk di Gumuk Pasir Saat Libur Panjang Tahun Baru Islam

Pedagang hanya memanaskan makanan, sementara menu utama berasal dari pelaku UMKM, khususnya eks pedagang Senopati yang sebelumnya terdampak kebijakan.

Saat ini, kawasan tersebut menampung 33 pedagang lapak, 20 pedagang asongan, dan 15 juru parkir.

Secara keseluruhan, sekitar 100 pelaku usaha telah terakomodasi dalam skema ini, sementara sebagian lainnya memilih beralih profesi atau berpindah lokasi.

Pembangunan kawasan dilakukan secara swadaya oleh anggota komunitas. Sebanyak 68 orang menyetor iuran masing-masing Rp1,5 juta sehingga terkumpul dana sekitar Rp102 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan gerobak, pencahayaan, dan perlengkapan dapur.

“Semua murni dari iuran teman-teman, tidak ada bantuan dari luar,” kata Andi.

Ragam Kuliner dan Lokasi Strategis

Kawasan ini menawarkan berbagai menu kuliner khas angkringan, seperti nasi kucing, sate usus, sate telur, dan tahu bacem. Minuman tradisional seperti wedang jahe dan ronde juga tersedia.

Pengelola menyatakan harga makanan ditetapkan secara terbuka untuk menghindari praktik penetapan harga yang tidak transparan.

“Kami menetapkan harga sedikit di atas angkringan pinggir jalan, tetapi tetap terjangkau dan terbuka. Semua harga sudah tercantum jelas,” ujarnya.

Baca juga  Cari Camilan Manis dan Tradisional? Yuk, Coba Geplak Mbok Tumpuk di Bantul yang Legendaris

Lokasi Plataran Senopati berada di kawasan strategis, dekat Titik Nol Kilometer Yogyakarta serta kawasan Jalan Malioboro, Museum Sonobudoyo, dan Keraton Yogyakarta. Posisi ini dinilai mendukung potensi kunjungan wisatawan.

Dampak Ekonomi dan Respons Pengunjung

Ketua Koperasi Plataran Senopati, Harjito, menyatakan kawasan ini menjadi upaya pemulihan ekonomi bagi komunitas yang sebelumnya kehilangan pendapatan akibat penutupan parkir bus wisata.

“Sejak bus tidak boleh parkir, pendapatan kami benar-benar nol. Padahal jika dihitung dengan keluarga, komunitas kami bisa mencapai seribuan orang. Dampaknya sangat besar,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung mulai mendatangi kawasan ini sejak hari pertama uji coba. Salah satu pengunjung, Arsha Shara (13), menyatakan pilihan menu cukup beragam dengan harga yang terjangkau.

“Enak banget dan harganya murah. Pilihannya juga banyak, dari makanan tradisional sampai modern,” ujarnya.

Saat ini, Plataran Senopati Jogja masih beroperasi dalam tahap uji coba dengan jam operasional pukul 16.00 hingga 23.00 WIB.

Pengelola menyatakan masih menunggu peresmian resmi dari Wali Kota Yogyakarta, sembari melakukan penyesuaian terhadap konsep dan pelayanan di lapangan.

Baca juga  Jogja Meriahkan ASEAN Sports Day & Spogomi Indonesia Qualifier 2025, Awali Road to Jogja Wellness Cultural Festival

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?