
KabarJawa.com – Belakangan ini, jagat media sosial,terutama di platform TikTok, tengah diramaikan dengan perbincangan mengenai “Bahasa Suryani”.
Fenomena ini mendadak viral setelah dikait-kaitkan dengan video-video ceramah dari sosok Abuya Mama Ghufron Al Bantani.
Dari rentetan konten viral tersebut, bermunculan pula berbagai istilah yang terdengar asing namun kini ramai digunakan di kalangan warganet, seperti kata “Syududu” hingga “Maqoli”.
Lantas, apa sebenarnya Bahasa Suryani itu, dan bagaimana awal mula kaitannya dengan sosok Mama Ghufron hingga memunculkan tren kata-kata tersebut? Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Bahasa Suryani yang Sebenarnya?
Sebelum membahas konteks viralnya di media sosial, penting untuk mengetahui definisi bahasa ini secara historis dan akademis.
Bahasa Suryani sering juga disebut sebagai bahasa Suriah (Syriac language). Bahasa ini merupakan salah satu dialek atau varian dari bahasa Aram Timur yang pernah digunakan secara luas di era Suriah kuno.
Dalam literatur bahasa Inggris, bahasa ini dikenal dengan sebutan Classical Syriac, sementara dalam bahasa aslinya disebut sebagai Lessana Suryaya.
Pada zaman dahulu, penutur bahasa kuno ini tersebar di sejumlah wilayah Bulan Sabit Subur atau di kawasan Timur Tengah kuno hingga wilayah Arab Timur. Bahasa ini memiliki nilai historis yang tinggi, terutama dalam literatur klasik dan teks-teks keagamaan masa lampau.
Viral Dikaitkan dengan Sosok Mama Ghufron
Nama Bahasa Suryani mendadak mencuat ke permukaan dan membanjiri lini masa pencarian setelah dikaitkan dengan sosok penceramah Abuya Mama Ghufron Al Bantani.
Fenomena ini bermula dari beredarnya potongan-potongan video ceramah Mama Ghufron di TikTok dan platform lainnya.
Dalam video-video tersebut, ia disebut-setbu sering melontarkan kalimat-kalimat dengan rentetan suku kata yang terdengar asing, acak, dan sulit dimengerti publik yang kemudian disebut-sebut sebagai Bahasa Suryani.
Hal inilah yang kemudian langsung memantik reaksi beragam dari warganet hingga diolah menjadi bahan konten kreatif oleh para konten kreator di medsos.
Fenomena Menjamurnya Istilah “Syududu” dan “Maqoli”
Dari sekian banyak lafal yang diucapkan oleh Mama Ghufron dalam video viralnya, kata-kata yang terdengar seperti “Syududu” dan “Maqoli” menjadi yang paling menempel di ingatan warganet ataupun earworm.
Baru-baru ini, istilah “Syududu” seolah menjamur dan menjadi tren bahasa gaul baru di TikTok. Berdasarkan pantauan KabarJawa.com, lini masa dengan kata kunci tersebut saat ini dipenuhi dengan berbagai ragam konten hiburan.
Sebagian besar konsep konten yang beredar adalah berupa jokes, video parodi lip-sync, ataupun meme. Para pengguna TikTok kerap menyematkan kata-kata viral tersebut sebagai respons jenaka terhadap suatu situasi, atau menirukan gaya bicara Mama Ghufron.***