Kabar Jawa – Khutbah Jumat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan salat Jumat. Selain berisi nasihat keagamaan, khutbah juga menjadi kesempatan bagi khatib untuk mengajak jamaah merenungkan kembali kehidupan, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Bagi kamu yang sedang mencari contoh teks khutbah Jumat singkat 1 lembar, berikut beberapa pilihan materi yang bisa dijadikan referensi untuk disampaikan kepada jamaah.
Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat 1 Lembar
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Hati Kembali Jauh dari Allah
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa bukan hanya tentang seberapa sering kita datang ke masjid, tetapi juga bagaimana kita menjaga hati, perkataan, dan perbuatan ketika tidak ada orang lain yang melihat.
Sering kali kita mudah menjadi orang baik ketika berada di lingkungan yang baik. Kita rajin beribadah ketika suasana mendukung. Namun, ujian sebenarnya adalah ketika kita kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak hanya sibuk memikirkan hari ini. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: apa yang sudah kita siapkan untuk kehidupan setelah kematian?
Kita mungkin sibuk mengejar rezeki, membangun rumah, membeli kendaraan, mengejar jabatan, atau mengumpulkan berbagai pencapaian. Semua itu boleh kita lakukan. Namun jangan sampai kesibukan dunia membuat kita lupa bahwa perjalanan hidup ini memiliki tujuan akhir.
Karena itu, mari kita menjaga beberapa hal sederhana.
Pertama, jaga salat kita. Jangan sampai kesibukan membuat hubungan kita dengan Allah semakin jauh.
Kedua, jaga lisan. Tidak semua yang kita dengar harus disebarkan. Tidak semua yang kita tahu harus dibicarakan. Sebab satu kalimat yang keluar dari mulut bisa menyakiti orang lain dan menjadi pertanggungjawaban kita di hadapan Allah.
Ketiga, jaga hati. Jangan terlalu mudah iri terhadap rezeki orang lain. Jangan merasa hidup kita paling berat hanya karena melihat keberhasilan orang lain. Setiap manusia memiliki jalan dan ujian masing-masing.
Dan yang keempat, jangan lelah untuk memperbaiki diri.
Kita tidak harus menjadi manusia sempurna untuk mendekat kepada Allah. Yang diperlukan adalah kemauan untuk terus kembali ketika kita melakukan kesalahan.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang tidak hanya pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi juga mampu menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita manfaatkan umur yang Allah berikan dengan memperbanyak amal saleh. Jangan menunggu menjadi tua untuk berubah. Jangan menunggu sakit untuk mengingat Allah. Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya orang-orang yang ada di sekitar kita.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan rezeki kita, memberikan kesehatan, menjaga keluarga kita, dan membimbing hati kita agar selalu berada di jalan-Nya.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Itulah contoh teks khutbah Jumat singkat 1 lembar yang dapat digunakan sebagai referensi bagi khatib. Meski disampaikan secara ringkas, isi khutbah tetap perlu memuat pesan yang jelas dan relevan dengan kehidupan jamaah.***