Suporter PSIM dan PSS Janji Damai Jelang Derby Mataram di Super League 2026/2027

Bagikan :

kabarjawa – Atmosfer sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai terasa lebih sejuk menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027. Persaingan antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman yang selama ini kerap diwarnai tensi tinggi kini dibingkai dengan komitmen bersama untuk menjaga pertandingan tetap aman dan tertib.

Pimpinan klub, panitia pelaksana, aparat keamanan, serta perwakilan suporter dari kedua tim duduk bersama untuk menyepakati komitmen perdamaian. Langkah tersebut diharapkan menjadi momentum agar rivalitas di lapangan tidak berkembang menjadi perselisihan di tribun maupun di luar stadion.

PSIM dan PSS Duduk Bersama di Mapolda DIY

Komitmen tersebut dibangun dalam pertemuan yang digelar di Aula Promoter Mapolda DIY, Rabu (16/9/2026). Pertemuan itu dihadiri Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Bupati Sleman Harga Kiswaya, pengurus Asprov PSSI DIY, jajaran kepolisian, manajemen klub, panitia pelaksana, serta perwakilan suporter.

Baca juga  Pada Semifinal Liga Champions 2019 Georginio Wijnaldum Mencetak Dua Gol Melawan Barcelona, Berapa Detik Selang Waktu antara Kedua Gol Tersebut?

Empat kelompok suporter utama, yakni Brajamusti dan Mataram Independent (The Maident) dari kubu PSIM, serta Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) dari kubu PSS, turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Mereka membacakan sekaligus menandatangani dokumen komitmen bersama sebagai pedoman menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan keamanan pertandingan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurut dia, pesan perdamaian juga perlu diteruskan hingga tingkat akar rumput suporter.

Perwakilan suporter PSIM, Rendy Agung Prasetya, menyatakan komitmen untuk ikut mengawal suporter di tingkat bawah. Sementara itu, perwakilan PSS, Tato Indarto, mengimbau pendukung kedua klub menurunkan ego agar tidak terjadi bentrokan.

Bupati Sleman Harga Kiswaya juga mengingatkan bahwa masyarakat Yogyakarta pada dasarnya merupakan satu keluarga besar.

9 Poin Kesepakatan Derby PSIM vs PSS

Dokumen yang ditandatangani para pihak memuat sembilan poin yang menjadi pedoman selama kompetisi. Berikut isinya:

  1. Menjunjung sportivitas. Manajemen, panitia pertandingan, dan pimpinan suporter berkomitmen menjaga nilai sportivitas.
  2. Menerima pengalihan arena. Seluruh pihak bersedia menerima pemindahan lokasi pertandingan jika hasil evaluasi keamanan menyatakan stadion awal tidak memungkinkan digunakan.
  3. Manajemen bertanggung jawab atas pendukung. Klub bertanggung jawab menjaga ketertiban pengurus, pemain, dan pendukungnya.
  4. Koordinasi panitia pelaksana. Panpel wajib berkomunikasi secara rutin dengan klub, suporter, dan aparat keamanan.
  5. Mematuhi aturan lalu lintas. Suporter wajib menaati aturan berkendara, termasuk menggunakan helm standar, tidak berboncengan tiga, tidak menggunakan knalpot brong, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, serta tidak membawa senjata tajam maupun tiang bendera.
  6. Dilarang membawa benda berbahaya. Flare, laser pena, petasan, kembang api, dan bom asap dilarang dibawa atau dinyalakan di stadion.
  7. Mencegah kericuhan dan provokasi di media sosial. Suporter berkomitmen menghindari perusakan, penganiayaan, serta narasi provokatif yang dapat memicu konflik.
  8. Bertanggung jawab atas kerugian. Manajer, panpel, dan ketua suporter bersedia mengganti kerugian fisik maupun materiil apabila terjadi kerusakan akibat ulah pendukung.
  9. Mematuhi proses hukum. Pelaku aksi anarkistis akan diproses sesuai hukum, sementara pengurus suporter berkomitmen membantu kepolisian.
Baca juga  PSIM Yogyakarta Juara Liga 2 Musim 2024-2025: Kembali ke Puncak Sepak Bola Indonesia

Status Penonton Derby Mataram Belum Diputuskan

Meski komitmen perdamaian telah disepakati, kepastian mengenai kehadiran penonton dalam laga Derby Mataram belum diputuskan.

Polda DIY masih melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap situasi keamanan menjelang pertandingan. Kebijakan mengenai penonton akan ditentukan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kepolisian mendekati hari pertandingan.

Dalam kalender Super League 2026/2027, pertemuan pertama PSIM dan PSS dijadwalkan pada 10 Desember 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, dengan PSIM sebagai tuan rumah.

Sementara itu, pertemuan kedua dijadwalkan pada 20 Februari 2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, yang merupakan kandang PSS.

Rivalitas PSIM dan PSS dalam Sejarah Sepak Bola DIY

Rivalitas PSIM dan PSS tidak terlepas dari perjalanan panjang sepak bola Yogyakarta. PSIM berdiri pada 5 September 1929 dan menjadi salah satu klub yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan sepak bola nasional. Sementara PSS Sleman berdiri pada 20 Mei 1976.

Persaingan kedua kelompok pendukung mulai semakin terasa ketika PSS menembus kasta Divisi Utama pada musim 1999/2000, sementara PSIM menghadapi periode sulit. Perubahan peta persaingan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari dinamika rivalitas sepak bola di DIY.

Baca juga  PSIM Ingin Gunakan Stadion Sultan Agung Bantul sebagai Homebase, Pemkab Bantul Tunggu Restu Polda DIY

Namun, rivalitas tersebut juga berkembang di luar lapangan. Kelompok suporter dari kedua klub memiliki berbagai kegiatan komunitas dan ekonomi kreatif yang berjalan di tengah kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Pada akhirnya, rivalitas PSIM dan PSS tetap menjadi bagian dari gairah sepak bola Yogyakarta. Namun, komitmen damai yang disepakati berbagai pihak menunjukkan adanya upaya untuk memisahkan persaingan selama 90 menit di lapangan dari kehidupan sosial masyarakat di luar stadion.***

Berita Terbaru

SIM kedaluwarsa sehari harus bikin baru? Cek aturan, biaya SIM baru dan perpanjangan serta biaya tambahan yang perlu disiapkan. (Istimewa)
SIM Kedaluwarsa Sehari Harus Bikin Baru? Cek Aturan dan Biayanya
PSIM dan PSS sepakat menjaga Derby Mataram tetap aman. Simak 9 poin komitmen damai jelang Super League 2026/2027. (AI)
Suporter PSIM dan PSS Janji Damai Jelang Derby Mataram di Super League 2026/2027
Matcha dan kopi sama-sama mengandung kafein. Simak perbandingan kadar kafein, efek pada tubuh, dan batas aman konsumsinya. (Pixabay/nilerubinacoffee)
Matcha vs Kopi: Mana yang Lebih Tinggi Kafein dan Bikin Fokus?
Pemkot Jogja melelang titik reklame di simpang Gramedia dengan harga limit Rp150 juta. Cek jadwal, syarat, dan cara ikut lelang. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)
Pemkot Jogja Lelang Titik Reklame di Simpang Gramedia, Harga Limit Rp150 Juta
Link war tiket BIGBANG Jakarta 2027, jadwal presale, harga semua kategori, dan cara membeli tiket resmi konser di JIS. (instagram/pkentertainment.id)
Link War Tiket Konser BIGBANG Jakarta 2027, Jadwal dan Harga Semua Kategori

Terpopuler

Profil Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN, pendidikan, karier, istri, orang tua, serta fakta soal hubungan keluarganya dengan Gus Dur. (Foto: Humas Kementerian ATR)
Nusron Wahid Anak Siapa? Ini Profil Menteri ATR dan Apakah Punya Hubungan Keluarga dengan Gus Dur
Kanaya Whu meninggal dunia di RSHS Bandung akibat kanker. Simak profil, status pernikahan, karier, dan hubungannya dengan KDM. (Foto instagram/kanayawhu)
Kanaya Whulan Meninggal Dunia Sakit Apa? Ini Profil, Sudah Menikah atau Belum, dan Hubungan dengan KDM
Amanda Rigby anak siapa? Simak profil, orang tua, pendidikan, karier, bisnis, hingga status pernikahannya dengan Andre Taulany. (Foto: instagram/amandarigby6)
Amanda Rigby Anak Siapa? Ini Biodata, Pendidikan, Karier, dan Status Pernikahannya
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Link Twibbon Hari Perhubungan Nasional 2026 terbaru desain estetik. Unduh gratis dan bagikan ke media sosial untuk merayakannya. (Foto: Twibbonize)
Link Twibbon Hari Perhubungan Nasional 2026 Terbaru Desain Estetik, Unduh Gratis dan Bagikan ke Media Sosial