
KabarJawa.com – Georginio Wijnaldum mencetak dua gol melawan Barcelona dalam salah satu comeback paling gila yang pernah terjadi di Liga Champions.
Yang membuat momen tersebut semakin menarik bukan hanya jumlah golnya, tetapi jarak waktu antara gol pertama dan keduanya.
Wijnaldum hanya membutuhkan sekitar dua menit untuk dua kali membobol gawang Barcelona. Gol pertama tercatat pada menit ke-54, sedangkan gol berikutnya hadir pada menit ke-56.
Jika dihitung berdasarkan catatan waktu pertandingan, jarak antara gol pertama dan kedua Wiknaldum adalah 2 menit atau sekitar 120 detik.
Wijnaldum Jadi Pahlawan Liverpool dari Bangku Cadangan
Liverpool menghadapi Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19 di Anfield. Situasinya tidak mudah bagi tim asuhan Jürgen Klopp karena mereka harus mengejar defisit agregat setelah kalah 0-3 pada pertandingan pertama.
Klopp kemudian membuat keputusan penting pada awal babak kedua. Wijnaldum dimasukkan untuk menggantikan Andrew Robertson. Keputusan tersebut ternyata menjadi salah satu titik balik terbesar dalam pertandingan.
Belum lama berada di lapangan, gelandang asal Belanda itu sudah ikut mengubah suasana pertandingan. Liverpool yang sebelumnya kesulitan menembus pertahanan Barcelona tiba-tiba mendapatkan tambahan energi di lini serang.
Pada menit ke-54, Liverpool membangun serangan dari sisi kanan. Trent Alexander-Arnold memiliki ruang untuk mengirim bola ke dalam kotak penalti Barcelona.
Umpan yang dilepaskannya tidak melambung tinggi, melainkan mengarah ke area berbahaya di depan gawang. Wijnaldum yang bergerak ke posisi yang tepat kemudian menyambut bola tersebut.
Tanpa membuang kesempatan, ia melepaskan tembakan keras yang membuat Marc-André ter Stegen tidak mampu menghentikannya.
Barcelona belum sempat benar-benar mengatur kembali permainan ketika Liverpool kembali melancarkan tekanan.
Pada menit ke-56, serangan kali ini datang dari sisi kiri. Xherdan Shaqiri menjadi pemain yang mengirim bola ke area penalti.
Wijnaldum kembali berada di tempat yang tepat. Jika gol pertamanya lahir melalui tembakan, kali ini ia menggunakan kepalanya untuk menuntaskan peluang. Sundulannya mengarah ke bagian atas gawang dan kembali membuat ter Stegen tak berdaya.
Dua gol Wijnaldum bukan akhir dari drama malam itu. Setelah agregat kembali imbang 3-3, Liverpool semakin percaya diri.
Barcelona justru semakin tertekan. Liverpool terus mempertahankan intensitas permainan dan mencari celah di pertahanan lawannya.
Puncaknya terjadi pada menit ke-79. Divock Origi mencetak gol keempat Liverpool dan mengubah agregat menjadi 4-3 untuk tuan rumah.
Gol tersebut memastikan Liverpool melakukan comeback luar biasa setelah tertinggal tiga gol dari Barcelona pada leg pertama.***