Sudah Dipantau 10 Tahun, Ini Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Jono Tancep Ngawen Gunungkidul

Bagikan :
Material lumpur dan longsoran menutup permukiman warga di Jono Tancep Ngawen usai hujan deras. (Ist)

KabarJawa.com – Banjir bandang dan longsor kembali terjadi di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Peristiwa ini disebut bukan kejadian baru, karena kawasan tersebut telah dipantau pemerintah selama satu dekade terakhir sebagai daerah rawan bencana.

Air bercampur lumpur dan material longsoran mengalir dari lereng perbukitan menuju permukiman warga.

Sejumlah keluarga terpaksa menyelamatkan diri saat genangan dan material masuk ke halaman hingga ke dalam rumah.

Intensitas Hujan dan Perubahan Jalur Air

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan bahwa intensitas hujan deras menjadi pemicu utama banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut tidak memiliki aliran sungai aktif selama musim kemarau.

Namun, saat musim hujan, jalur air yang sebelumnya kering menjadi aktif dan membawa debit air dalam jumlah besar.

Menurutnya, terdapat perubahan jalur air yang turut memperparah kondisi. Aliran air yang sebelumnya menuju satu titik dialihkan untuk kebutuhan pembersihan dan diarahkan melewati saluran irigasi kecil.

Baca juga  Lokasi Tanah Gerak di Trenggalek Tidak Aman, PVMBG Rekomendasikan Relokasi Warga

Ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, saluran tersebut tidak mampu menampung volume air sehingga meluap dan membawa material tanah serta batuan ke permukiman.

“Banjir ini terjadi karena intensitas hujan sangat deras, kemudian ada perubahan jalur air. Saat musim hujan, sungai yang biasanya tidak mengalir menjadi aktif dan debitnya sangat besar,” ujarnya.

Hujan Deras Sejak Sore Hari

Lurah Tancep, Yudianto, menjelaskan bahwa hujan deras mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung cukup lama. Hujan mengguyur kawasan lereng pegunungan tanpa jeda.

Ia menyebut posisi geografis Tancep yang berada di lereng perbukitan menyebabkan aliran air bergerak cepat dari bagian atas bukit menuju permukiman di bawahnya.

Material berupa tanah, batu, dan lumpur ikut terbawa dan masuk ke rumah warga.

“Kemarin sore hujan sangat deras dan berlangsung cukup lama. Karena wilayah kami berada di lereng pegunungan, aliran air yang sangat deras membawa material dari atas, diikuti air dan lumpur hingga masuk ke rumah warga,” katanya.

Baca juga  Sungai di Gunungkidul Meluap: Dua Kapal Nelayan Rusak, Puluhan Warung Pantai Baron, Kukup, dan Drini Tergenang Air

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Dinas Pekerjaan Umum telah lama mengidentifikasi wilayah tersebut sebagai kawasan rawan longsor.

Pantauan Sejak 10 Tahun dan Rencana Relokasi

Kawasan Jono Tancep telah masuk dalam pemantauan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul sejak sekitar 10 tahun lalu.

Pemerintah secara berkala memberikan edukasi kepada warga mengenai potensi longsor dan pentingnya relokasi ke lokasi yang lebih aman.

Wilayah tersebut juga pernah mengalami longsor besar pada 2011 yang menimbulkan korban jiwa. Peristiwa itu menjadi dasar penguatan rekomendasi relokasi.

Namun, hingga kini relokasi belum terlaksana karena berbagai pertimbangan sosial dan ekonomi.

Sebagian warga memilih bertahan karena faktor lahan pertanian, pekerjaan, serta keterikatan dengan lingkungan tempat tinggal.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyatakan akan mempercepat relokasi rumah yang berada di zona paling rawan.

Pendataan kembali dilakukan untuk menentukan rumah yang masuk kategori prioritas.

Potensi Longsor Susulan

Yudianto mengingatkan bahwa potensi longsor susulan masih terbuka, terutama karena kondisi tanah yang telah jenuh air akibat hujan deras.

Baca juga  Tanah Gerak Ancam Pekalongan: Puluhan Rumah Rusak, Warga Mengungsi

Ia menyebut bahwa longsor skala kecil mungkin masih dapat ditangani, namun longsor besar seperti yang terjadi pada 2011 berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.

“Wilayah kami memang memiliki tingkat kerawanan paling tinggi untuk bencana. Kalau kecil-kecil mungkin masih bisa tertangani, tetapi jika besar seperti dulu, risikonya sangat besar,” ujarnya.

Pemerintah daerah menilai relokasi sebagai langkah pencegahan jangka panjang untuk mengurangi risiko korban jiwa di masa mendatang.

Pendataan rumah di zona merah dilakukan sebagai dasar penyusunan skema relokasi yang lebih terstruktur.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya