Rumah Warga Tancep Ngawen Gunungkidul Akan Direlokasi, BPBD Nilai Rawan Longsor Susulan

Bagikan :
Longsor dan Banjir Bandang di Tancep Ngawen Gunungkidul/Foto: Istimewa

KabarJawa.com – Ancaman longsor kembali membayangi warga Padukuhan Tancep, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul.

Setelah dipantau selama sekitar satu dekade karena berada di kawasan rawan bencana, satu unit rumah yang berdiri di lereng paling atas dipastikan akan direlokasi demi keselamatan penghuninya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul menyatakan relokasi segera direalisasikan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul untuk pelaksanaan relokasi melalui anggaran tahun berjalan.

“Kami bersama DPU akan melakukan koordinasi untuk relokasi. Kemungkinan besar bisa kita laksanakan tahun ini. Yang paling mendesak adalah satu unit rumah yang berada di bagian atas,” ujar Purwono.

BPBD akan mengklasifikasikan tingkat kerawanan di lokasi tersebut. Namun, berdasarkan pengamatan awal, rumah yang berada di titik paling tinggi dinilai memiliki potensi longsor paling besar sehingga menjadi prioritas utama.

Data BPBD mencatat terdapat 12 kepala keluarga atau sekitar 50 jiwa yang tinggal di kawasan itu. Kontur tanah yang curam serta curah hujan tinggi meningkatkan risiko longsor maupun banjir susulan.

Baca juga  Satu Tahun Kepemimpinan Lucky Hakim di Indramayu, 14 Program Prioritas Mulai Tunjukkan Dampak Nyata

Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan intensitas hujan masih berpotensi tinggi hingga Februari. Kondisi tersebut membuat ancaman bencana tetap berada pada level waspada.

Hujan Deras Tingkatkan Risiko Longsor Susulan

Purwono menjelaskan kemiringan lereng di belakang rumah warga sangat berisiko jika diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Material batu dan tanah dari bagian atas berpotensi meluncur kembali ke bawah dan menghantam permukiman.

“Kalau melihat kondisi di belakang dan bagian atas rumah, tidak menutup kemungkinan masih terjadi longsoran. Secara teori, jika hujan dengan intensitas tinggi turun, material batu dan tanah bisa terbawa dan menyebabkan longsor susulan,” jelasnya.

Saat ini, BPBD bersama relawan dan unsur terkait fokus membersihkan lumpur yang masuk ke rumah warga. BPBD berkolaborasi dengan Damkar untuk menyemprot sisa material agar hunian kembali bersih dan aman.

Penanganan darurat dilakukan sambil menunggu proses relokasi yang tengah disiapkan pemerintah daerah.

Pemkab Siapkan Sultan Ground untuk Relokasi

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemanfaatan tanah Sultan Ground (SG) atau tanah kas desa sebagai lokasi relokasi.

Baca juga  Banjir Bandang dan Longsor Gunungkidul: Ngawen dan Semin Lumpuh, Puluhan Warga Mengungsi

“Untuk jangka pendek, kita bisa siapkan tanah Sultan Ground. Pemerintah daerah juga memiliki anggaran untuk relokasi, termasuk pembelian tanah melalui mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Pemerintah daerah telah berkomunikasi langsung dengan pemilik rumah yang terdampak. Setelah meninjau kondisi hingga bagian belakang rumah, potensi longsor susulan dinilai masih tinggi apabila hujan lebat kembali terjadi.

Unsur TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), pemadam kebakaran, dan masyarakat turut terlibat dalam pembersihan material longsoran.

Pendekatan Persuasif kepada Warga

Pemerintah daerah mengedepankan pendekatan persuasif agar warga bersedia direlokasi secara sukarela. Keputusan meninggalkan tempat tinggal yang telah dihuni puluhan tahun diakui bukan hal mudah.

“Ini memang berat. Meninggalkan tempat tinggal yang sudah puluhan tahun dihuni tentu tidak mudah. Tetapi demi keselamatan dan nyawa, relokasi harus dilakukan,” tegas Endah.

Lurah dan tokoh masyarakat diminta turut mengedukasi warga mengenai pentingnya relokasi demi keselamatan jiwa. Untuk sementara, warga dilarang menempati rumah yang paling rawan dan telah disiapkan hunian sementara.

BPBD bersama Dinas Sosial juga membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat berlangsung.

Baca juga  Sepekan Pascabanjir dan Longsor di Tancep, Sejumlah Warga Masih Mengungsi

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya