Sungai di Gunungkidul Meluap: Dua Kapal Nelayan Rusak, Puluhan Warung Pantai Baron, Kukup, dan Drini Tergenang Air

Bagikan :
Sungai di Gunungkidul Meluap/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gunungkidul sejak Jumat, 26 Desember 2025 pagi, memicu serangkaian dampak serius di kawasan pesisir selatan.

Curah hujan tinggi yang turun tanpa henti hingga Sabtu, 27 Desember 2025 pagi, menyebabkan sungai di Gunungkidul meluap, merendam warung wisata, serta merusak perahu nelayan di sejumlah pantai populer.

Situasi paling mengkhawatirkan terjadi di Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari. Sungai yang bermuara di tebing atas pantai tidak mampu menampung debit air hujan. Aliran air akhirnya meluap deras menuju area dermaga dan kawasan warung nelayan.

Akibat Sungai di Gunungkidul Meluap

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron, Sugeng Titin, menjelaskan bahwa bencana terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Sebuah pohon besar yang berdiri di muara sungai di atas tebing Pantai Baron tumbang akibat tanah labil dan terpaan air hujan.

Pohon tersebut langsung menimpa dua perahu nelayan serta satu warung yang berada di sekitarnya. Insiden itu terjadi saat debit air sungai masih sangat tinggi dan arus mengalir deras menuju laut.

Baca juga  Jam Buka dan Tutup Jogja Coffee Week 2025 di JEC, Ini Jadwal Resminya

“Perahu belum bisa kami evakuasi karena kondisi air masih tinggi. Nelayan masih menunggu situasi benar-benar aman,” ujar Sugeng Titin.

Hingga Sabtu pagi, para nelayan belum berani mendekati lokasi kejadian karena derasnya arus air dinilai membahayakan keselamatan.

Sugeng menambahkan bahwa ketinggian air di area dermaga Pantai Baron terus meningkat seiring hujan yang belum juga reda. Pada Jumat malam, luapan air sempat merendam sejumlah warung dan area parkir wisata Pantai Baron.

Meski kondisi genangan di area parkir mulai surut pada Sabtu pagi, warga dan pelaku usaha tetap meningkatkan kewaspadaan karena hujan masih turun di wilayah hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem menyebabkan genangan air di beberapa kawasan wisata pantai.

Berdasarkan laporan situasi terakhir pada Sabtu pukul 05.00 WIB, BPBD mencatat belasan warung terdampak di tiga pantai.

“Warung yang tergenang berada di Pantai Baron, Pantai Kukup, dan Pantai Drini,” jelas Purwono.

BPBD mencatat 20 kios di Pantai Kukup, 8 kios di Pantai Baron, dan 4 kios di Pantai Drini sempat terendam air luapan sungai. Seluruh dampak tersebut masuk dalam kategori rusak ringan.

Baca juga  MBG Selama Ramadan, Ujian Adaptivitas Kebijakan Publik dan Rasionalitas Anggaran Negara

Selain kawasan pantai, hujan deras juga menimbulkan dampak di sejumlah wilayah daratan Gunungkidul. BPBD melaporkan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan di Jalan Pantai Krakal, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, dengan diameter pohon mencapai 70 sentimeter.

Di wilayah Playen dan Wonosari, beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat pohon tumbang dan genangan air. Luapan Sungai Oyo juga menggenangi jalan permukiman warga di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen.

Genangan air turut melanda fasilitas pendidikan. SMK Negeri 1 Tanjungsari dilaporkan mengalami genangan air di lingkungan sekolah akibat aliran air dari wilayah sekitar.

BPBD Lakukan Asesmen dan Siagakan Unsur Gabungan

Berdasarkan laporan resmi BPBD Gunungkidul, total kerugian material akibat cuaca ekstrem ini diperkirakan mencapai sekitar Rp900.000.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD menilai potensi bahaya masih tinggi apabila hujan deras kembali terjadi.

BPBD Gunungkidul langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur TNI, Polri, Tagana, pemerintah kalurahan, relawan kebencanaan, dan masyarakat untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak.

Baca juga  ​Oriental Carnival “Convergence”: Harmoni Budaya dan Kemeriahan Imlek 2577 di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta

Tim gabungan melakukan pendataan, pemantauan debit air, serta upaya pencegahan agar dampak tidak meluas. BPBD juga menyiapkan dukungan peralatan dan kebutuhan dasar untuk memudahkan penanganan bencana.

BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga harus aktif memantau peringatan dini cuaca dari BMKG melalui situs web dan aplikasi resmi.

BPBD juga meminta masyarakat memangkas pohon lapuk dan cabang berlebih yang berpotensi tumbang saat hujan deras dan angin kencang.

Selain itu, warga sebaiknya menghindari area rawan longsor, daerah aliran sungai, pohon besar, tiang listrik, dan reklame saat cuaca buruk. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid