Lokasi Tanah Gerak di Trenggalek Tidak Aman, PVMBG Rekomendasikan Relokasi Warga

Bagikan :
Lokasi Tanah Gerak di Trenggalek Tidak Aman, PVMBG Rekomendasikan Relokasi Warga
Lokasi Tanah Gerak di Trenggalek Tidak Aman, PVMBG Rekomendasikan Relokasi Warga. (Gambar: Pixabay/Angelo_Giordano)

Kabarjawa – Bencana tanah gerak dan longsor yang melanda Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek telah menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga. Hasil penelitian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa lokasi tersebut tidak layak huni dan berisiko tinggi mengalami longsor susulan.

Oleh karena itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah relokasi bagi warga terdampak.

Kondisi Tanah Gerak dan Dampaknya

Studi yang dilakukan oleh PVMBG menunjukkan bahwa mahkota longsor di Dusun Depok memiliki lebar sekitar 250 meter dengan panjang mencapai 200 meter. Di titik utama longsor, terjadi penurunan permukaan tanah dengan kedalaman bervariasi antara 1 hingga 6 meter.

Selain itu, retakan tanah yang ditemukan memiliki lebar mulai dari 5 cm hingga 25 meter, sementara di bagian tengah lereng ditemukan retakan pada tanah dan bangunan dengan ukuran 20-40 cm serta amblesan mencapai 30 cm hingga 1 meter.

Akibat fenomena ini, sedikitnya 11 rumah mengalami kerusakan berat, sementara puluhan rumah lainnya dalam kondisi terancam. Tidak hanya permukiman, jalan desa serta lahan pertanian warga juga terdampak serius akibat pergerakan tanah yang masih aktif.

Ancaman Longsor Susulan Masih Tinggi

PVMBG mengingatkan bahwa lokasi tanah gerak di Trenggalek masih berisiko tinggi mengalami longsor susulan, terutama jika curah hujan terus meningkat. Material longsoran yang masih tersisa di bagian atas lereng bisa memicu bencana lebih besar.

Baca juga  Longsor Susulan Kembali Tutup Jalur Pacitan-Ponorogo, Akses Lumpuh Total

Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di area lereng bawah diminta untuk tetap waspada karena zona ini dikategorikan sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan sedang hingga tinggi.

Rekomendasi PVMBG untuk Relokasi dan Penataan Lahan

Mengingat tingkat ancaman yang tinggi, PVMBG merekomendasikan agar warga yang terdampak segera direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, pemerintah daerah diimbau untuk melakukan berbagai upaya mitigasi guna mencegah longsor susulan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Penataan sistem irigasi untuk mengendalikan aliran air dan mengurangi pergerakan tanah.
  • Penutupan retakan tanah guna mencegah masuknya air hujan yang dapat memperparah longsor.
  • Perbaikan lereng untuk meningkatkan kestabilan tanah.
  • Reboisasi dengan tanaman keras agar tanah lebih kokoh dan tidak mudah longsor.

Upaya Relokasi oleh Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Trenggalek saat ini tengah menyiapkan lahan relokasi bagi 119 warga terdampak. Dua lokasi alternatif yang diusulkan berada di RT 16 dan RT 18, masih dalam wilayah Desa Ngrandu.

Namun, karena lokasi tersebut merupakan kawasan milik Perhutani, pemerintah daerah masih melakukan kajian lebih lanjut bersama pihak terkait.

Baca juga  KA Cakrabuana Siap Beroperasi 1 Februari 2025: Jadwal, Harga Tiket, dan Fasilitasnya

Total luas area yang disiapkan untuk relokasi mencapai 4,9 hektare. Diharapkan proses penyediaan lahan dapat segera diselesaikan agar warga bisa mendapatkan hunian yang lebih layak dan aman.

Bencana tanah gerak dan longsor di Trenggalek telah menyebabkan kerusakan parah dan membuat 119 warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dengan kondisi tanah yang tidak stabil dan ancaman longsor susulan yang masih tinggi, PVMBG merekomendasikan relokasi warga ke area yang lebih aman. Pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret dengan menyiapkan lahan baru, meskipun masih dalam tahap kajian.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?