
KabarJawa.com– Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, geliat perdagangan hewan kurban mulai terasa di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sapi kurban, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan stok hewan kurban di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman bahkan surplus.
Stok Hewan Kurban Kulon Progo
Kondisi tersebut tidak hanya memberi ketenangan bagi masyarakat yang akan berkurban, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah.
Pemerintah DIY pun bergerak memastikan seluruh hewan kurban yang beredar memenuhi standar kesehatan secara ketat agar masyarakat memperoleh daging yang aman dan layak konsumsi.
Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Eling Priswanto, menegaskan hal itu saat melakukan peninjauan langsung ke Damar Wulan Farm dan Wasilah Farm Panjatan di Kulon Progo, Selasa (12/05).
Dalam kunjungan tersebut, Eling menyoroti kesiapan peternak dan pedagang dalam menghadapi lonjakan permintaan sapi kurban menjelang Iduladha.
Menurutnya, Kulon Progo berhasil menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan kualitas kesehatan hewan.
“Laporan dari teman-teman pedagang menunjukkan bahwa Kulon Progo menjadi salah satu wilayah dengan pengawasan paling ketat. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal atau ASUH. Skrining ini sangat krusial agar tidak ada hewan yang terindikasi penyakit menular masuk ke meja konsumsi,” ujar Eling.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan pangan masyarakat.
Tidak hanya fokus pada jumlah stok, TPID DIY juga memperkuat pengawasan kesehatan hewan melalui sistem skrining berlapis.
Pengawasan Tiga Lapis
Kulon Progo kini menerapkan mekanisme pengawasan tiga lapis atau triple screening terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayahnya.
Sistem ini menjadi salah satu langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular sekaligus menjaga kualitas sapi kurban.
Pengawasan berawal sejak sapi berada di daerah asal seperti Bali dan Madura. Setelah itu, petugas kembali melakukan pemeriksaan di pintu masuk Pulau Jawa sebelum hewan dikirim ke wilayah DIY.
Tahap terakhir dilakukan oleh tim medik veteriner saat sapi tiba di kandang penampungan di Kulon Progo.
Rangkaian pemeriksaan tersebut memastikan setiap ekor sapi telah lolos verifikasi medis sebelum dipasarkan.
Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh hewan kurban benar-benar sehat dan layak dikonsumsi masyarakat saat Iduladha tiba.
Di sisi lain, melimpahnya stok sapi kurban juga berdampak positif terhadap stabilitas harga di tingkat pedagang.
Harga Hewan Kurban
Hingga saat ini, harga sapi jenis Bali masih berada di kisaran Rp71.000 per kilogram bobot hidup. Harga tersebut relatif stabil daripada periode Iduladha tahun sebelumnya.
Stabilitas harga itu terjadi karena pasokan hewan kurban yang melimpah mampu mengimbangi peningkatan permintaan masyarakat. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah wilayah lain di DIY.
Sebagai contoh, Kabupaten Gunungkidul saat ini memiliki stok sekitar 11.000 ekor sapi dengan tingkat kebutuhan sekitar 4.500 ekor. Angka tersebut menunjukkan tren surplus hewan kurban yang juga tercermin di Kulon Progo.
Dalam pemantauan lapangan, TPID DIY menemukan bahwa permintaan pasar tahun ini masih didominasi sapi asal Bali dan Madura.
Masyarakat lebih banyak memilih sapi dari luar daerah karena ukuran tubuh yang lebih besar serta harga yang kompetitif.
Meski demikian, sapi lokal DIY tetap memegang peran penting sebagai penopang kebutuhan daging harian masyarakat.
Kehadiran sapi lokal membantu menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus mendukung keberlangsungan peternak daerah.
Eling memastikan pemerintah akan terus melakukan pemantauan hingga menjelang pelaksanaan Iduladha 1447 H.
Saat ini, TPID DIY tengah merekapitulasi data stok hewan kurban dari lima kabupaten dan satu kota di DIY untuk dipaparkan secara menyeluruh dalam konferensi pers mendatang.
“Secara keseluruhan untuk wilayah DIY, stok sapi sangat mencukupi. Data dari seluruh kabupaten dan kota sedang kami rekap untuk dipaparkan secara komprehensif,” katanya.
Sinergi antara TPID DIY, Dinas Pertanian dan Pangan, serta pelaku usaha peternakan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas pasokan hewan kurban tahun ini.
Pemerintah berharap pengawasan yang terintegrasi dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga kualitas pangan selama momentum Iduladha berlangsung.
Dengan stok surplus, harga stabil, serta pengawasan kesehatan hewan yang makin ketat, Kulon Progo optimistis pelaksanaan ibadah kurban tahun ini akan berjalan lancar. (ef linangkung)