
KabarJawa.com – Baru-baru ini, nama Dyastasita WB mendadak ramai menjadi sorotan hingga viral di berbagai platform media sosial.
Sosoknya mencuat ke publik usai bertugas sebagai salah satu dewan juri dalam babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Penilaian juri dalam kompetisi ini kemudian dianggap kontroversial, sehingga tak pelak membuat warganet penasaran serta ramai-ramai mencari tahu siapa sebenarnya sosok juri tersebut.
Adapun, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan mengenai sosoknya.
Siapa Sosok Dyastasita WB?
Berdasarkan informasi yang beredar, Dyastasita Widya Budi merupakan pejabat penting di lingkungan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).
Ia disebut menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi di Sekretariat Jenderal MPR RI. Jabatan tersebut berada di bawah Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi dengan pangkat Pembina Utama atau Golongan IV/e.
Dyastasita juga disebut-sebut sebagai sosok pejabat senior, dan ia pun dilibatkan sebagai juri dalam ajang LCC Empat Pilar tersebut.
Akun Instagram Dyastasita WB Jadi Sorotan
Setelah potongan video perdebatan di final lomba menyebar luas, rasa penasaran publik terhadap sosok Dyastasita Widya Budi cukup meningkat.
Namun hingga saat ini, belum diketahui secara pasti akun Instagram resmi milik Dyastasita Widya Budi. Belum ada pula akun terverifikasi centang biru yang dapat dipastikan sebagai akun milik sosok tersebut.
Kronologi Kontroversi Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar
Viralnya nama Dyastasita WB bermula dari insiden yang terjadi dalam babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam tayangan yang beredar, Dyastasita selaku juri memberikan pengurangan nilai sebesar minus 5 poin kepada Regu C karena jawaban yang disampaikan dianggap salah.
Sesuai mekanisme perlombaan, kesempatan menjawab kemudian dialihkan kepada regu lain. Regu B selanjutnya memberikan jawaban atas pertanyaan yang sama.
Situasi kemudian mulai memicu polemik karena jawaban yang disampaikan Regu B kini dinilai terdengar sama dengan jawaban milik Regu C.
Meski demikian, Regu B justru memperoleh nilai penuh sebesar 10 poin dari dewan juri. Keputusan itu kemudian ditanyakan oleh peserta dari SMAN 1 Pontianak yang tergabung dalam Regu C.
Siswa itu pun menyampaikan keberatan karena merasa substansi jawaban mereka sama dengan jawaban yang diterima juri dari Regu B.
Respons Juri Tuai Sorotan Publik
Dalam video yang viral, Dyastasita tampak mempertahankan keputusan dewan juri. Sementara itu, polemik semakin berkembang ketika juri lain, yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR Indri Wahyuni, turut memberikan tanggapan kepada peserta.
Ia pun tampak menyoroti cara penyampaian jawaban peserta. Ia meminta peserta menggunakan artikulasi yang lebih baik ketika menjawab pertanyaan.
“Artikulasi itu penting, jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas,” ucapnya, sebagaimana dilansir KabarJawa.com dari YouTube MPRGOID pada Selasa, 12 Mei 2026.
“Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, yaitu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” lanjutnya.
Hingga kini, potongan video insiden tersebut masih terus beredar luas di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan perdebatan publik.
Sementara, tayangan lengkap final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat juga masih dapat disaksikan di kanal YouTube resmi MPRGOID, tepatnya pada bagian live streaming menit ke “1:10:23” yang memperlihatkan detik-detik perdebatan antara peserta dan dewan juri.***