
KabarJawa.com – Komunitas dan tim latihan BMX di Yogyakarta, Jogja BMX Squad, menjadi salah satu tempat pembinaan atlet muda yang mulai mencuri perhatian. Berbasis di kawasan Sapen GK 1 552 Yogyakarta, tim ini aktif melatih anak-anak dan remaja yang ingin menekuni olahraga BMX, mulai dari latihan teknik hingga pembentukan mental bertanding.
Salah satu atlet muda yang berkembang dari tim tersebut adalah Alaric Jourdan Prayoga. Atlet BMX supercross berusia 13 tahun itu telah mengoleksi berbagai prestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional setelah menekuni BMX sejak usia 4 tahun.
Jogja BMX Squad tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kedisiplinan bagi para atlet muda.
Latihan Rutin Fokus pada Teknik dan Fisik Atlet
Di bawah arahan pelatih Muhamad Basori, Jogja BMX Squad menjalani latihan rutin setiap Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu.
Program latihan yang dijalankan meliputi latihan teknik serta latihan fisik untuk meningkatkan kemampuan atlet saat berada di lintasan BMX. Sistem latihan tersebut dirancang untuk membangun kemampuan dasar sekaligus meningkatkan daya saing atlet dalam kompetisi.
Selain latihan fisik, tim juga menanamkan mental bertanding kepada para peserta sejak usia dini.
Racing Attitude Jadi Nilai Utama di Jogja BMX Squad
Salah satu hal yang menjadi ciri khas Jogja BMX Squad adalah istilah “Racing Attitude”. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet di dalam tim.
Racing Attitude diterapkan untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, sportivitas, dan rasa percaya diri para atlet saat latihan maupun bertanding.
Selain itu, para peserta juga didorong untuk terus meningkatkan motivasi dan semangat berlatih agar mampu berkembang secara konsisten.
Pembentukan karakter tersebut menjadi salah satu alasan Jogja BMX Squad fokus melakukan pembinaan sejak anak-anak.
Buka Kesempatan Anak Usia 4 Tahun Belajar BMX
Jogja BMX Squad membuka kesempatan bagi anak-anak yang ingin belajar BMX sejak dini. Tim ini menerima peserta dengan usia minimal 4 tahun.
Untuk bergabung, calon peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dan bersedia menaati aturan yang diterapkan oleh tim.
Sistem pembinaan yang dilakukan bertujuan menciptakan lingkungan latihan yang disiplin sekaligus mendukung perkembangan kemampuan atlet muda di Yogyakarta.
Keberadaan komunitas seperti Jogja BMX Squad juga menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan minat di bidang olahraga ekstrem.

Alaric Jadi Salah Satu Atlet Muda Berprestasi dari Jogja BMX Squad
Salah satu atlet yang berkembang bersama Jogja BMX Squad adalah Alaric Jourdan Prayoga. Meski masih berusia 13 tahun, Alaric telah mencatatkan berbagai prestasi di ajang BMX nasional dan internasional.
Pada tahun 2026, Alaric berhasil menjadi juara pertama ASEAN BMX Racing Cup yang berlangsung pada 14–15 Maret 2026. Ia juga meraih posisi kedua dalam BMX Race Piala Bupati pada Februari 2026.
Sementara pada tahun 2025, Alaric sukses meraih juara pertama Indonesia National Championship, Banyuwangi BMX Super Cross, hingga Merdeka BMX Cup.
Prestasi internasional lainnya juga diraih saat menjuarai ASEAN Championship Thailand tahun 2024 serta Kejuaraan BMX Malaysia tahun 2023.
Konsistensi tersebut memperlihatkan hasil pembinaan dan latihan yang dijalani secara rutin sejak usia dini.
Komunitas BMX Jadi Ruang Positif Anak Muda
Keberadaan Jogja BMX Squad tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga membangun lingkungan positif bagi anak-anak dan remaja yang memiliki minat di dunia BMX.
Melalui latihan rutin dan pendampingan pelatih, para peserta diajak untuk belajar disiplin, membangun mental percaya diri, dan memiliki tanggung jawab dalam proses latihan.
Dengan semakin berkembangnya minat olahraga BMX di Yogyakarta, Jogja BMX Squad diharapkan mampu terus melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.