
KabarJawa.com – Kota Yogyakarta terus mendorong partisipasi generasi muda dalam pengembangan sektor pariwisata. Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng kalangan pramuka melalui pembentukan Gerakan Pramuka Satuan Karya (Saka) Pariwisata.
Wadah ini menjadi sarana bagi kader muda untuk dilatih agar mampu memberikan pelayanan wisata yang ramah, inklusif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Pemkot dan Pramuka dalam Penguatan Citra Wisata
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa gerakan kepemudaan telah menjadi bagian dari identitas Kota Yogyakarta. Ia menilai, peran anak muda selalu tampak dalam berbagai aspek pembangunan, termasuk di sektor pariwisata.
“Pariwisata kini tidak lagi hanya soal destinasi, tapi juga pengalaman dan kesan yang dimunculkan. Teman-teman Saka Pariwisata berperan penting dalam memperkuat kesan positif wisatawan. Sebagai generasi muda yang tangguh, mereka dapat menciptakan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, ke depan branding Saka Pariwisata akan terus diperkuat agar tampil sebagai wajah baru pelayanan wisata Kota Yogyakarta.
Selain melalui kegiatan, ia menilai identitas itu juga bisa ditunjukkan dari penampilan. Wawan mengusulkan agar seragam pramuka dipadukan dengan elemen budaya lokal.
“Misalnya dengan mengenakan Batik Segoro Amarto Reborn, yang secara filosofi memiliki semangat gotong royong sama seperti nilai pramuka. Dengan begitu, identitas Saka Pariwisata akan lebih mudah dikenali wisatawan,” jelasnya.
Wawan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. Ia menilai, kerja sama lintas sektor diperlukan untuk menggali potensi lokal berbasis kampung.
“Kami punya program One Village One Sister University dan One Company One Organization. Kami ingin Pramuka Kota Yogyakarta ikut terlibat di dalamnya. Kolaborasi konkret dari teman-teman muda akan menjadi penggerak potensi wilayah berbasis kampung,” tegasnya.
Saka Pariwisata dan Kontribusinya terhadap PAD
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menjelaskan bahwa sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung utama perekonomian kota. Pemerintah menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 sebesar Rp700 miliar, dengan separuhnya berasal dari sektor pariwisata.
“Hampir setengah PAD kita berasal dari sektor pariwisata. Sisanya merupakan efek ganda dari aktivitas pariwisata terhadap sektor lain. Karena itu, memperhatikan aspek sekecil apa pun untuk mendukung kemajuan pariwisata sangat penting,” ujar Wahyu.
Ia menilai keberadaan Saka Pariwisata sebagai bagian penting dari strategi peningkatan layanan wisata.
Para anggotanya tidak hanya dibekali disiplin dan kepemimpinan, tetapi juga berperan langsung dalam kegiatan Tourist Information Services di berbagai momen kunjungan wisatawan besar.
“Tahun ini ada 34 anggota baru Saka Pariwisata. Mereka akan bertugas pada long weekend Natal dan Tahun Baru Desember mendatang, memberikan pelayanan prima bersama para relawan lain untuk membantu wisatawan mendapatkan informasi pariwisata di Kota Yogyakarta,” tambahnya.
Salah satu anggota Saka Pariwisata, Felix Ferdinand, menyampaikan rasa antusiasnya setelah mendapat kepercayaan menjadi kader muda pendukung pariwisata.
Ia menilai, bergabung dengan Saka Pariwisata bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga wadah untuk pengembangan diri.
“Saya sangat senang dan siap mengemban tugas ini. Saka Pariwisata memberi ruang belajar bagi kami untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, memahami teknologi digital, dan mengenal lebih dekat dunia kepariwisataan,” ungkap Felix.
Dengan semangat muda dan disiplin khas pramuka, Saka Pariwisata diharapkan menjadi wajah ramah Yogyakarta di mata wisatawan.
Para anggotanya tidak hanya berperan sebagai petugas informasi, tetapi juga duta budaya yang mengenalkan kota dengan keramahan.
Langkah Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng Saka Pariwisata menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, melainkan juga pada penguatan kapasitas manusia.
Para anggota muda pramuka ini menjadi investasi sosial jangka panjang yang diharapkan mampu menjaga semangat pelayanan dan gotong royong dalam menjaga citra pariwisata kota.