Kericuhan di Pasar Wates: Pedagang Daging Ayam Geruduk Lapak Penjual Murah

Bagikan :
Kericuhan di Pasar Wates Pedagang Daging Ayam Geruduk Lapak Penjual Murah
Kericuhan di Pasar Wates Pedagang Daging Ayam Geruduk Lapak Penjual Murah(Sumber gambar: ilustrasi: pinterest/Satpopp02)

Kabarjawa – Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi saksi kericuhan pagi ini akibat perbedaan harga jual daging ayam.

Seorang pedagang bernama Tri Wahyudi diduga menjual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran, sehingga menimbulkan kemarahan pedagang lainnya.

Aksi ini mencerminkan ketegangan yang terjadi dalam persaingan bisnis di pasar tradisional, terutama terkait stabilitas harga dan persaingan usaha.

Ketegangan Akibat Perbedaan Harga

Peristiwa ini terjadi di salah satu lapak daging ayam di belakang Pasar Wates. Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Ayam Pasar Wates menggeruduk lapak milik Tri Wahyudi karena dianggap menjual daging ayam dengan harga lebih rendah dari standar pasar.

Para pedagang yang mayoritas ibu-ibu meluapkan kekesalan mereka dengan mendatangi lapak Tri Wahyudi dan meminta agar ia mengikuti harga pasaran.

Harga standar daging ayam di Pasar Wates berkisar antara Rp 34.000 hingga Rp 35.000 per kilogram. Namun, Tri Wahyudi menjualnya dengan harga Rp 28.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar.

Baca juga  Gedung Baru Puskesmas Ponjong 2 Diresmikan, Jadi Prototipe Integrasi Layanan Primer di Gunungkidul

Hal ini menimbulkan kegelisahan di antara pedagang lainnya yang mengaku mengalami penurunan omzet hingga 60 persen akibat perbedaan harga yang signifikan tersebut.

Reaksi Paguyuban Pedagang

Ketua Paguyuban Pedagang Ayam Pasar Wates, Zidni Rohmah, menyatakan bahwa para pedagang telah memberikan peringatan kepada Tri Wahyudi agar menyesuaikan harga jualnya.

Namun, Tri tetap bertahan dengan harga murahnya. Pihak paguyuban juga telah melaporkan permasalahan ini kepada dinas terkait, tetapi tidak mendapat tindakan yang konkret.

Zidni menambahkan bahwa kehadiran Tri Wahyudi yang berasal dari Bantul juga dinilai mengganggu stabilitas distribusi harga di Pasar Wates. Ia menegaskan bahwa para pedagang setempat telah berusaha menjaga harga agar tetap stabil sesuai kesepakatan.

Pembelaan Tri Wahyudi

Menanggapi aksi protes tersebut, Tri Wahyudi menegaskan bahwa harga yang ia tetapkan masih dalam batas wajar, yakni sekitar Rp 30.000 hingga Rp 32.000 per kilogram. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya bekerja sebagai karyawan dan memperoleh pasokan ayam langsung dari juragan di Bantul, yang memang memiliki harga lebih murah dibandingkan Pasar Wates.

Baca juga  GKR Hemas Kunjungi Triharjo, Wabup Kulon Progo Janji Tidak Akan Ada Ketimpangan Bantuan Alsintan

Tri juga mengungkapkan bahwa ia mampu menjual habis sekitar 50 ekor ayam per hari dengan harga yang lebih rendah.

Ia pun merasa heran mengapa di Pasar Wates terjadi aksi penolakan, sementara di lapaknya yang lain di Jombokan, Tawangsari, Pengasih, tidak ada masalah.

Kericuhan yang terjadi di Pasar Wates mencerminkan ketegangan yang kerap muncul dalam dunia usaha, khususnya di sektor perdagangan tradisional.

Perbedaan harga yang signifikan dapat memicu konflik antar pedagang, terutama ketika ada pihak yang merasa dirugikan.

Dalam hal ini, perlu adanya regulasi dan solusi dari pihak berwenang agar persaingan tetap sehat tanpa merugikan salah satu pihak.

Akibat aksi protes tersebut, Tri Wahyudi akhirnya memutuskan untuk membawa seluruh dagangannya dan pindah ke lokasi lain.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid