Prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Ikuti Latihan Dasar Kemiliteran Komcad, Bangun Disiplin Baru dan Jiwa Bela Negara

Bagikan :
Prajurit Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com — Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk prajurit tradisi yang tangguh, berkarakter, dan relevan dengan tantangan zaman.

Sejumlah prajurit Karaton secara resmi menyelesaikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) yang difasilitasi oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta.

Momentum ini menjadi babak penting dalam perjalanan reformasi keprajuritan di lingkungan Karaton Yogyakarta.

Manggala Prajurit Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KPH Notonegoro, menerima langsung para abdi dalem prajurit yang telah menuntaskan Latsarmil Komcad.

Prosesi Serah Terima Prajurit Komponen Cadangan Lanal TNI Angkatan Laut Tahun Anggaran 2025 tersebut berlangsung khidmat di Plataran Bangsal Kamandungan Keraton Yogyakarta.

Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut, Laksma TNI Wisnu Agung Priyambodo, serta Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Kolonel Mar Hafied Indrawan.

Prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Tuntaskan Latsarmil

Dalam sambutannya, KPH Notonegoro menegaskan bahwa Latsarmil Komcad memegang peranan strategis dalam membentuk karakter prajurit Keraton yang semakin progresif.

Ia menyampaikan bahwa prajurit Karaton yang telah mengikuti pelatihan terbukti menunjukkan perubahan signifikan dalam sikap, kedisiplinan, dan etos kerja.

“Hari ini kita menerima prajurit yang telah menyelesaikan Latsarmil Komcad dari angkatan kedua. Berdasarkan pengalaman angkatan pertama, mereka terbukti memiliki nilai lebih dibandingkan prajurit yang belum mengikuti pelatihan. Kami berharap keikutsertaan ini mampu membawa disiplin baru, etos kerja baru, serta sikap baru bagi prajurit di lingkungan Keraton Yogyakarta,” ujar KPH Notonegoro.

Baca juga  Rekayasa Lalu Lintas Ring Road Sleman Dimulai 16 April 2026, Ada Pemasangan Girder Tol Solo-Jogja, Pengendara Diminta Siapkan Rute Alternatif

KPH Notonegoro menilai keberadaan ratusan pelaku tradisi Bregada yang tersebar di berbagai wilayah Yogyakarta membutuhkan figur teladan yang kuat.

Ia menekankan bahwa prajurit Keraton yang tergabung dalam Komcad harus mampu menjadi role model sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai keprajuritan selama pelatihan harus memancar dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin prajurit Keraton mampu menjadi teladan bagi para pelaku tradisi Bregada di Yogyakarta. Prajurit harus memahami bagaimana bersikap sebagai seorang prajurit dan bagaimana bersikap sebagai wong Jogja. Itulah harapan besar kami,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, KPH Notonegoro memastikan bahwa program pelatihan dasar kemiliteran ini akan berjalan secara berkelanjutan dan terbuka bagi seluruh prajurit Keraton.

Keraton Yogyakarta memandang pelatihan ini sebagai investasi jangka panjang untuk membangun prajurit tradisi yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat bela negara yang kokoh.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama berkesinambungan antara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan TNI Angkatan Laut.

Kerja Sama Kraton Ngayogyakarta dan TNI AL

Kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada pelatihan fisik, tetapi juga mencakup pembinaan mental keprajuritan, penguatan jiwa korsa, peningkatan disiplin, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga  Menyusuri Kesibukan Kampung Bakpia Gunungkidul Sambut Libur Sekolah dan Nataru

“Ke depan, kami akan terus bekerja sama dalam berbagai aspek pembinaan. Kami ingin melahirkan prajurit Keraton yang unggul, terlatih, dan memiliki kesadaran bela negara yang tinggi,” pungkas KPH Notonegoro.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Psikologi TNI AL, Laksma TNI Wisnu Agung Priyambodo, menyampaikan bahwa pembentukan prajurit yang kuat tidak hanya bertumpu pada kemampuan fisik, tetapi juga pada ketangguhan mental dan intelektual.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Psikologi TNI AL secara aktif berperan dalam membentuk karakter prajurit yang siap menghadapi dinamika zaman.

“Kami membantu agar para prajurit Jogja dapat menjadi prajurit yang tanggap, tanggon, dan trengginas. Indonesia merupakan bangsa maritim yang besar, dan kita harus menjaga kekuatan ini bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkap Wisnu.

Wisnu juga menyoroti pentingnya kesehatan mental dalam menjaga dan merawat kebudayaan Yogyakarta yang sarat nilai sejarah.

Ia menilai bahwa prajurit dengan mental yang sehat akan mampu memahami, melestarikan, dan mengembangkan budaya serta wawasan Nusantara secara berkelanjutan.

Baca juga  Pemeriksaan Ante Mortem Hewan Kurban sebelum Iduladha 1446 H: Jamin Kelayakan dan Kesehatan

“Kita mengetahui Keraton Yogyakarta memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang luhur. Dengan kesehatan mental yang prima, budaya bahari dan wawasan Nusantara akan tetap terpelihara di tengah arus perubahan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Kolonel Mar Hafied Indrawan, menegaskan dukungan penuh Lanal Yogyakarta terhadap kerja sama strategis ini.

Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab TNI AL dalam mendukung pemerintah daerah dan menciptakan masyarakat yang konstruktif.

“Sebagai bagian dari FORKOPIMDA, kami berkewajiban membantu pemerintah daerah. Pengiriman abdi dalem untuk mengikuti Latsarmil Komcad akan menumbuhkan mental yang kuat, kedisiplinan, serta jiwa korsa yang solid. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Yogyakarta,” jelas Hafied.

Melalui pelatihan dasar kemiliteran Komcad ini, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga membangun fondasi prajurit modern yang berakar pada budaya, berjiwa nasionalis, dan siap menjadi teladan bagi masyarakat.

Langkah ini menandai harmonisasi antara nilai-nilai luhur Keraton dan semangat bela negara demi masa depan Yogyakarta dan Indonesia. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya