
KabarJawa.com — Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk prajurit tradisi yang tangguh, berkarakter, dan relevan dengan tantangan zaman.
Sejumlah prajurit Karaton secara resmi menyelesaikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) yang difasilitasi oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta.
Momentum ini menjadi babak penting dalam perjalanan reformasi keprajuritan di lingkungan Karaton Yogyakarta.
Manggala Prajurit Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KPH Notonegoro, menerima langsung para abdi dalem prajurit yang telah menuntaskan Latsarmil Komcad.
Prosesi Serah Terima Prajurit Komponen Cadangan Lanal TNI Angkatan Laut Tahun Anggaran 2025 tersebut berlangsung khidmat di Plataran Bangsal Kamandungan Keraton Yogyakarta.
Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut, Laksma TNI Wisnu Agung Priyambodo, serta Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Kolonel Mar Hafied Indrawan.
Prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Tuntaskan Latsarmil
Dalam sambutannya, KPH Notonegoro menegaskan bahwa Latsarmil Komcad memegang peranan strategis dalam membentuk karakter prajurit Keraton yang semakin progresif.
Ia menyampaikan bahwa prajurit Karaton yang telah mengikuti pelatihan terbukti menunjukkan perubahan signifikan dalam sikap, kedisiplinan, dan etos kerja.
“Hari ini kita menerima prajurit yang telah menyelesaikan Latsarmil Komcad dari angkatan kedua. Berdasarkan pengalaman angkatan pertama, mereka terbukti memiliki nilai lebih dibandingkan prajurit yang belum mengikuti pelatihan. Kami berharap keikutsertaan ini mampu membawa disiplin baru, etos kerja baru, serta sikap baru bagi prajurit di lingkungan Keraton Yogyakarta,” ujar KPH Notonegoro.
KPH Notonegoro menilai keberadaan ratusan pelaku tradisi Bregada yang tersebar di berbagai wilayah Yogyakarta membutuhkan figur teladan yang kuat.
Ia menekankan bahwa prajurit Keraton yang tergabung dalam Komcad harus mampu menjadi role model sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai keprajuritan selama pelatihan harus memancar dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin prajurit Keraton mampu menjadi teladan bagi para pelaku tradisi Bregada di Yogyakarta. Prajurit harus memahami bagaimana bersikap sebagai seorang prajurit dan bagaimana bersikap sebagai wong Jogja. Itulah harapan besar kami,” tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, KPH Notonegoro memastikan bahwa program pelatihan dasar kemiliteran ini akan berjalan secara berkelanjutan dan terbuka bagi seluruh prajurit Keraton.
Keraton Yogyakarta memandang pelatihan ini sebagai investasi jangka panjang untuk membangun prajurit tradisi yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat bela negara yang kokoh.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama berkesinambungan antara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan TNI Angkatan Laut.
Kerja Sama Kraton Ngayogyakarta dan TNI AL
Kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada pelatihan fisik, tetapi juga mencakup pembinaan mental keprajuritan, penguatan jiwa korsa, peningkatan disiplin, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan.
“Ke depan, kami akan terus bekerja sama dalam berbagai aspek pembinaan. Kami ingin melahirkan prajurit Keraton yang unggul, terlatih, dan memiliki kesadaran bela negara yang tinggi,” pungkas KPH Notonegoro.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Psikologi TNI AL, Laksma TNI Wisnu Agung Priyambodo, menyampaikan bahwa pembentukan prajurit yang kuat tidak hanya bertumpu pada kemampuan fisik, tetapi juga pada ketangguhan mental dan intelektual.
Ia menjelaskan bahwa Dinas Psikologi TNI AL secara aktif berperan dalam membentuk karakter prajurit yang siap menghadapi dinamika zaman.
“Kami membantu agar para prajurit Jogja dapat menjadi prajurit yang tanggap, tanggon, dan trengginas. Indonesia merupakan bangsa maritim yang besar, dan kita harus menjaga kekuatan ini bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkap Wisnu.
Wisnu juga menyoroti pentingnya kesehatan mental dalam menjaga dan merawat kebudayaan Yogyakarta yang sarat nilai sejarah.
Ia menilai bahwa prajurit dengan mental yang sehat akan mampu memahami, melestarikan, dan mengembangkan budaya serta wawasan Nusantara secara berkelanjutan.
“Kita mengetahui Keraton Yogyakarta memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang luhur. Dengan kesehatan mental yang prima, budaya bahari dan wawasan Nusantara akan tetap terpelihara di tengah arus perubahan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Kolonel Mar Hafied Indrawan, menegaskan dukungan penuh Lanal Yogyakarta terhadap kerja sama strategis ini.
Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab TNI AL dalam mendukung pemerintah daerah dan menciptakan masyarakat yang konstruktif.
“Sebagai bagian dari FORKOPIMDA, kami berkewajiban membantu pemerintah daerah. Pengiriman abdi dalem untuk mengikuti Latsarmil Komcad akan menumbuhkan mental yang kuat, kedisiplinan, serta jiwa korsa yang solid. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Yogyakarta,” jelas Hafied.
Melalui pelatihan dasar kemiliteran Komcad ini, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga membangun fondasi prajurit modern yang berakar pada budaya, berjiwa nasionalis, dan siap menjadi teladan bagi masyarakat.
Langkah ini menandai harmonisasi antara nilai-nilai luhur Keraton dan semangat bela negara demi masa depan Yogyakarta dan Indonesia. (ef linangkung)