Pemeriksaan Ante Mortem Hewan Kurban sebelum Iduladha 1446 H: Jamin Kelayakan dan Kesehatan

Bagikan :
Pemeriksaan Ante Mortem Hewan Kurban/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA – Sebelum Iduladha 1446 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengintensifkan pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan hewan kurban sebelum proses penyembelihan.

Langkah ini bertujuan untuk menjamin kelayakan hewan kurban dan memastikan kesehatan masyarakat serta keamanan pangan di wilayah Kota Yogya.

Proses Pemeriksaan Hewan Kurban

Ketua Tim Kerja Pengawas Mutu Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, Yuanita Ari Astuti, menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pemeriksaan kesehatan menyeluruh pada hewan kurban.

Ia menyatakan bahwa Pemkot Yogyakarta telah mengambil langkah aktif sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjamin mutu hewan kurban bagi masyarakat.

“Kami melakukan pemeriksaan ante mortem agar hewan kurban yang disembelih memenuhi syarat kesehatan dan syariat. Pemeriksaan ini memastikan hewan cukup umur, tidak mengalami cacat, dan benar-benar dalam kondisi sehat,” jelas Yuanita di Kantor DPP Kota Yogyakarta, Kamis (5/6/2025).

Petugas DPP Kota Yogya memulai pemeriksaan dengan observasi visual terhadap postur tubuh hewan, kondisi bulu, kecerahan mata, kebersihan mulut, dan kebersihan area anus.

Baca juga  Rekomendasi Desa Wisata di Jogja Buat Kamu yang Lagi Cari Tempat Tenang dan Adem

Setelah itu, mereka melanjutkan pemeriksaan dengan perabaan untuk mengukur kelembapan hidung dan mata serta mengecek kondisi kulit.

“Kami menerjunkan petugas ke lebih dari 582 titik lokasi pemantauan yang tersebar di seluruh kemantren di Kota Yogyakarta,” imbuh Yuanita.

DPP Kota Yogya mencatat bahwa jumlah hewan kurban tahun ini melebihi angka tahun lalu. Petugas memperkirakan terdapat lebih dari 7.000 ekor hewan kurban yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba.

“Jika tahun lalu tercatat 7.000 ekor, maka tahun ini jumlahnya bertambah. Kami siap mengawal proses pemeriksaan agar seluruh hewan dalam kondisi layak,” kata Yuanita.

Kolaborasi dalam Pemeriksaan Ante Mortem Hewan Kurban

Dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, DPP Kota Yogyakarta menggandeng beberapa perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Brawijaya. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan akurasi dalam pemeriksaan.

“Kami melibatkan 150 petugas gabungan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Pemeriksaan post mortem akan kami laksanakan mulai 6 hingga 9 Juni 2025,” terangnya.

Baca juga  Tempat Tongkrongan Gen Z di Jogja Malam Hari yang Wajib Kamu Kunjungi Kalau Lagi Liburan

Petugas akan melanjutkan proses pemeriksaan dengan mengecek organ dalam hewan kurban setelah penyembelihan. Pemeriksaan post mortem berfokus pada organ penting seperti hati, untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit atau kelainan yang berbahaya.

“Setelah penyembelihan, kami fokus pada kondisi hati karena organ ini dapat mengindikasikan kesehatan hewan secara keseluruhan,” tambahnya.

Salah satu petugas dari DPP Kota Yogyakarta, dr. Diyan Artanto, juga turut serta dalam pemeriksaan di Masjid Nurul Huda, Kampung Malangan, Giwangan, Umbulharjo. Setelah memeriksa secara menyeluruh, ia memastikan seluruh hewan kurban di lokasi tersebut dalam kondisi sehat.

“Semua hewan kurban di sini berdiri tegak, lincah, memiliki nafsu makan yang baik, mata cerah, dan tubuh gemuk. Semua ciri ini menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut sehat dan layak untuk disembelih,” ujar dr. Diyan.

DPP Kota Yogya juga telah menyiapkan protokol apabila petugas menemukan hewan yang tidak sehat atau menunjukkan gejala penyakit. Pihaknya akan meminta panitia kurban untuk segera menukarkan hewan tersebut ke penjual.

Baca juga  Pisah Sambut Kapolres Gunungkidul: AKBP Damus Asa Resmi Gantikan AKBP Miharni Hanapi

“Jika kami menemukan hewan yang tidak layak, kami akan meminta panitia untuk segera menggantinya. Hal ini kami lakukan demi menjaga kesehatan masyarakat,” tegas Yuanita.

DPP Kota Yogya juga mewaspadai sejumlah penyakit berbahaya yang bisa menyerang hewan kurban, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, serta Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit lato-lato.

Dengan pelaksanaan pemeriksaan ante mortem dan post mortem secara menyeluruh, Pemkot Yogyakarta berkomitmen melindungi masyarakat dari risiko konsumsi daging hewan yang tidak layak serta memastikan proses ibadah kurban berjalan sesuai syariat dan kaidah kesehatan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya