
KabarJawa.com– Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil langkah tegas dan strategis menghadapi lonjakan besar arus wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pemda DIY mengeluarkan dua imbauan penting yang wajib bagi pemudik dan wisatawan.
- Mengisi penuh bahan bakar minyak (BBM) sebelum memasuki wilayah DIY
- Melarang kendaraan yang hanya melintas untuk masuk ke kawasan Kota Yogyakarta maupun Ring Road.
Pemda DIY menyusun kebijakan ini sebagai respons atas prediksi peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Yogyakarta.
Imbauan Isi BBM di Luar DIY
Pemerintah memproyeksikan arus kendaraan akan melampaui angka 4 juta unit selama periode libur panjang akhir tahun.
Lonjakan ini berpotensi memicu kemacetan parah, antrean panjang di SPBU, serta menurunkan kenyamanan wisatawan.
Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, menegaskan bahwa antrean pengisian BBM di dalam wilayah DIY dapat mencapai 30 menit pada puncak liburan.
Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut dapat menghabiskan waktu berharga wisatawan yang seharusnya untuk berlibur.
Tri menekankan bahwa strategi pengisian BBM sebelum masuk wilayah DIY menjadi solusi paling efektif untuk menghindari kepadatan SPBU.
Ia meminta pemudik mempersiapkan perjalanan sejak dari luar daerah agar aktivitas wisata di Yogyakarta tetap nyaman dan efisien.
“Pemudik yang datang ke Jogja supaya nanti waktu berwisatanya tidak habis untuk antre BBM. Sebelum masuk Jogja sebaiknya mengisi BBM dan dipenuhi terlebih dahulu supaya nanti tinggal berwisata saja,” ujar Tri Saktiyana.
Selain persoalan BBM, Pemerintah DIY juga memberi perhatian serius terhadap kepadatan lalu lintas di pusat kota dan jalur lingkar.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya telah menginstruksikan agar kendaraan yang tidak memiliki tujuan akhir di Yogyakarta tidak memaksa masuk ke wilayah kota maupun Ring Road.
Sri Sultan menilai kebiasaan kendaraan melintas masuk kota menjadi salah satu penyebab utama kemacetan parah setiap musim liburan. Ia meminta seluruh pengendara untuk mematuhi jalur yang sesuai dengan tujuan perjalanan masing-masing.
“Kalau mereka memang maunya ke Purworejo, maunya ke Semarang lewat Magelang, ya jangan masuk kota, jangan masuk Ring Road,” tegas Sultan.
Pemecahan Arus Mudik
Gubernur DIY menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan pemecahan arus kendaraan sejak pintu masuk timur Yogyakarta, tepatnya di kawasan Prambanan.
Skema ini bertujuan mencegah penumpukan kendaraan di Jalan Solo yang kerap menjadi titik krusial kemacetan.
Sultan memaparkan bahwa kendaraan dari arah timur akan diarahkan sesuai tujuan. Pengendara yang menuju Purworejo akan melalui jalur Piyungan, sementara kendaraan yang menuju Magelang akan beralih melalui jalur Tempel. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu mengurangi tekanan lalu lintas di pusat kota.
“Jadi dari Prambanan yang mau ke Purworejo, kendaraan langsung ke kiri lewat Piyungan. Kalau mau ke Magelang ya lewat kanan, keluar Tempel. Jadi jangan masuk kota,” instruksi Sultan.
Dinas Perhubungan DIY bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur. Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi tujuh ruas jalan alternatif yang akan digunakan sebagai jalur pendukung pengalihan arus lalu lintas.
Erni menegaskan bahwa Dishub DIY berkomitmen menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Ia memastikan bahwa petugas akan mengarahkan kendaraan pribadi maupun bus agar tidak memasuki wilayah kota apabila hanya sekadar melintas.
“Jangan sampai arus lalu lintas, baik kendaraan pribadi maupun bus, masuk kota kalau hanya melintas,” kata Erni.
Pemerintah DIY berharap seluruh pemudik dan wisatawan mematuhi imbauan ini demi kelancaran bersama.
Dengan isi BBM di luar DIY dan pengalihan arus, pemerintah optimistis Yogyakarta dapat tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan tertib selama libur Nataru 2025/2026. (ef linangkung)