
Kabarjawa – Perjalanan spiritual lintas negara kembali digelar oleh para biksu thudong sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Buddha dan semangat dharma. Tahun ini, sebanyak 34 biksu dari Thailand telah tiba di Indonesia dan akan menempuh perjalanan panjang menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Tradisi thudong ini bukan hanya menjadi bentuk ibadah, namun juga mempererat hubungan lintas budaya dan agama antarnegara.
Tiba di Batam dan Disambut Hangat
Sebanyak 34 biksu thudong memulai perjalanannya di Indonesia melalui Kota Batam pada Rabu, 16 April 2025. Mereka disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintahan, termasuk TNI, Polri, dan kementerian terkait.
Setelah dua hari melakukan kegiatan di Batam, para biksu kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta pada 18 April.
Awal Langkah di Pulau Jawa
Pada 19 April, para biksu melaksanakan ritual ibadah di Bekasi sebelum memulai perjalanan kaki menuju Cikarang pada 20 April.
Perjalanan selanjutnya dilakukan secara bertahap melalui Karawang pada 21 April, dan para biksu beristirahat di Vihara Sanghamitta Karawang.
Menapaki Rute Jawa Tengah
Rangkaian rute yang akan ditempuh meliputi kota dan daerah seperti Cikampek, Pamanukan, Losarang, Jatibarang, Winong, Cirebon, dan Losari Brebes.
Tanggal 1 Mei, mereka akan tiba di Tegal dan singgah di Kelenteng Tek Hay Kiong. Pada 2 Mei, perjalanan dilanjutkan menuju Pemalang dengan kunjungan ke Kelenteng Tjeng Gie Bio serta ramah tamah dengan pemerintah daerah.
Mengunjungi Kota-Kota Spiritual di Jawa Tengah
Pada 3 Mei, para biksu akan berada di Pekalongan dan bermalam di Vihara Vajra Bumi. Hari berikutnya, mereka menuju Batang dan singgah di PCNU Batang sebelum bermalam di Hotel Wikost Premiere INN. Tanggal 5 Mei, rute dilanjutkan ke Kendal dan bermalam di Gereja Katolik ST Antonius Padua, menunjukkan semangat toleransi antarumat beragama.
Puncak Perjalanan Menuju Candi Borobudur
Pada 6 Mei, perjalanan menuju Semarang dilakukan dengan bermalam di Yayasan Tjie Lam Tjay dekat Kelenteng Tay Kak Sie.
Esoknya, biksu thudong akan mengunjungi Vihara Mahabodhi, Kantor Gubernur Jawa Tengah, dan Vihara Watugong sebelum bermalam di Vihara Sri Kukus Redjo Gunung Kalong di Ungaran.
Tanggal 8 Mei, perjalanan berlanjut ke Kelenteng Hok Tik Bio Ambarawa. Kemudian, pada 9 Mei, mereka menuju Magelang dengan rute melalui Desa Jambu, Bedono, Terminal Secang, dan Kelenteng Liong Hok Bio.
Tiba di Candi Borobudur
Puncak dari perjalanan akan berlangsung pada Sabtu, 10 Mei 2025. Para biksu akan melakukan pindapata di Kelenteng Liong Hok Bio, lalu beristirahat di Sekolah Teologi Magelang.
Setelah makan siang di Polresta Magelang, mereka melanjutkan ke Catra Jinadhammo Borobudur sebelum akhirnya diterima secara resmi di Candi Borobudur pada sore hari.
Penyambutan akan berlangsung meriah dengan partisipasi berbagai sangha Buddha di Indonesia. Rangkaian acara juga akan melibatkan simbol-simbol budaya, seperti prosesi berjalan di atas bunga.
Perjalanan spiritual para biksu thudong dari Thailand menuju Candi Borobudur menjadi momen penting dalam kalender budaya dan keagamaan di Indonesia. Selain memperkuat hubungan spiritual antarnegara, kegiatan ini menjadi simbol harmoni, toleransi, dan keberagaman.
Dengan rute yang melintasi berbagai kota dan tempat ibadah, perjalanan ini menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan keyakinan bisa bersanding dalam damai dan saling menghormati.(Kabarjawa)