Kebakaran Hebat di Semin Gunungkidul: Warga Bakar Sampah, Tiga Kandang Ludes Dilalap Api

Bagikan :
Kebakaran di Semin Gunungkidul/Foto: Warga

KABARJAWA – Kobaran api melalap habis tiga kandang kambing milik warga Padukuhan Pangkah, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Minggu pagi (3/8).

Api yang muncul dari pembakaran sampah daun kering merambat cepat ke kandang, membakar habis seluruh bangunan dan sisa pakan ternak. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp1,5 juta.

Kebakaran di Semin

Warga setempat membakar tumpukan daun kering yang berada tak jauh dari kandang kambing sekitar pukul 09.30 WIB. Api yang awalnya kecil tiba-tiba membesar karena tiupan angin yang cukup kencang.

Tanpa sempat dikendalikan, api merambat ke kandang ternak dan membakar seluruh bangunan kayu serta isinya.

“Kondisi cuaca cerah berawan tapi angin bertiup cukup kencang. Api langsung menjalar ke kandang dan membesar dalam hitungan menit,” ungkap Kepala Bidang Damkarat BPBD Gunungkidul, Handoko saat dikonfirmasi

Mendapat laporan kebakaran dari warga, Tim Pemadam Kebakaran Pos Induk Karangmojo langsung meluncur ke lokasi.

Mereka tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan proses pemadaman. Dalam waktu singkat, petugas berhasil mengendalikan api dan melakukan pendinginan untuk mencegah bara api tersisa membakar area lain.

Baca juga  Program Makan Bergizi Gratis Disetop saat Libur Sekolah, Mitra Dapur di DIY Terhimpit Ekonomi

Petugas juga dibantu oleh TRC BPBD Gunungkidul, perangkat Kalurahan, serta warga sekitar yang turut menyuplai air dan membantu proses evakuasi sisa-sisa bangunan.

Akibat Kebakaran

Kebakaran tersebut menghanguskan tiga kandang kambing milik warga bernama Marno (65 tahun). Lokasi kandang berada di RT 003 RW 005, Padukuhan Pangkah, Kalurahan Candirejo.

Tidak hanya kandang, api juga meludeskan sisa pakan ternak yang tersimpan di dalam bangunan. Beruntung, tidak ada ternak yang terjebak di dalam kandang saat kejadian.

Marno mengaku syok atas kejadian tersebut. Ia mengatakan baru saja membersihkan sekitar kandang dan membakar sampah daun kering karena mengira api akan cepat padam.

“Saya tidak menyangka api merambat secepat itu. Padahal jaraknya sekitar dua meter dari kandang,” katanya.

BPBD Gunungkidul menaksir total kerugian materi akibat insiden ini sebesar Rp1.500.000. Meskipun jumlahnya tidak fantastis, bagi warga pedesaan seperti Marno, nilai tersebut cukup besar dan berdampak pada keberlangsungan usaha ternaknya.

“Meski tergolong kecil secara nominal, kandang itu adalah sumber penghidupan bagi korban. Kami mendorong warga untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah, apalagi saat musim kemarau dan angin kencang,” tegas Handoko.

Baca juga  Wisata Dekat Candi Prambanan yang Murah Tapi Tetap Seru Buat Liburan Singkat Kamu

BPBD Gunungkidul bersama Damkar dan unsur pemerintah kalurahan langsung melakukan assessmen lapangan dan melakukan pemadaman serta pendinginan sisa bara api. Petugas mencatat tidak ada kerusakan lain pada lahan, rumah, fasilitas umum, maupun korban luka.

Penanganan lanjutan sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh korban dibantu masyarakat sekitar. Pemerintah kalurahan juga berencana menyalurkan bantuan logistik ringan untuk menunjang aktivitas Marno sementara waktu.

Dalam kesempatan itu, BPBD Gunungkidul menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam membakar sampah, terutama saat musim kemarau.

Kebiasaan membakar sampah di dekat bangunan, kandang, atau tumpukan jerami bisa berujung bencana jika tidak dengan pengawasan ketat.

“Kami mohon masyarakat benar-benar menjaga jarak aman saat membakar, sediakan alat pemadam sederhana seperti air atau karung basah. Jangan tinggalkan api menyala tanpa pengawasan,” pungkas Handoko. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid