
KabarJawa.com– Meta Ayu Puspitasari memilih berdiri tegar di hadapan publik untuk mengenang sosok suami tercinta, almarhum Arya Danu Pangayunan.
Dalam suara bergetar, ia membuka kisah cinta panjang yang sudah terjalin sejak keduanya duduk di bangku kelas 5 SD.
“Saya bisa berdiri di sini dengan jauh lebih tegar untuk suami saya tercinta Arya Danu Pangayunan,” ungkap Meta Ayu.
Istri Arya Daru Mengenang Almarhum
Meta Ayu menceritakan pertemuan pertama dengan Arya Daru di SD Serayu 2. Ia masuk sebagai murid baru, lalu berkenalan dengan sosok Daru yang kala itu sudah mencuri perhatiannya.
Persahabatan mereka tumbuh cepat. Setiap hari bertemu di sekolah, sore masih bersepeda bersama, kadang sekadar lewat depan rumah sambil membawa masakan dari ibu.
“Kehidupan kami sederhana, mungkin bagi orang lain datar, tapi bagi kami berdua itu indah dan menyenangkan,” kenang Meta.
Memasuki SMP, Daru semakin menunjukkan perhatiannya. Ia rela menunggu Meta di halte bus, mengantar sampai depan rumah, lalu melanjutkan perjalanan pulang sendiri.
Kebiasaan itu berlanjut hingga SMA, bahkan ketika keduanya mulai tumbuh remaja dengan segala suka duka khas masa sekolah.
Pernikahan Arya Daru
Meta menegaskan bahwa perjalanan cintanya tidak hanya berhenti di masa remaja. Setelah bertahun-tahun bersama, keduanya menikah, membangun keluarga, dan memiliki anak-anak yang menjadi sumber kebahagiaan.
“Alhamdulillah sampai akhir kami tidak pernah ada konflik besar. Hidup kami mungkin terlihat datar, tapi bagi kami dan anak-anak, itu kehidupan paling menyenangkan,” katanya sambil menahan isak.
Bagi Meta, Daru bukan hanya suami, tetapi juga guru kehidupan. Daru adalah sosok yang sabar, pendengar setia, dan penjaga lisan yang tidak pernah menyakiti orang lain.
“Kalau saya boleh jujur, Mas Daru adalah orang paling baik yang pernah saya kenal. Bukan karena beliau suami saya, tetapi karena memang begitu adanya, “tambahnya.
Meski hatinya hancur, Meta tetap menyuarakan harapan besar. Ia meminta Presiden, Kapolri, hingga Menteri Luar Negeri untuk memastikan bahwa kasus kematian Arya Daru diselesaikan dengan jujur, transparan, dan tanpa rekayasa.
“Sebegitu berharganya Mas Daru bagi saya, anak-anak, keluarga, dan teman-temannya. Saya percaya, semua yang pernah berinteraksi dengan beliau pasti merasakan kebaikan yang sama,” katanya.
Meta juga menegaskan keyakinannya bahwa Allah menanamkan nurani di hati setiap manusia. Ia berharap nurani itu tidak hilang dalam proses hukum yang kini tengah berjalan.
Kini, kasus kematian Arya Daru terus menjadi sorotan publik. Mabes Polri sudah memberi atensi penuh, bahkan Komisi III DPR RI ikut menyoroti. Publik menanti, apakah tabir misteri ini akan segera terungkap atau justru kian gelap.
Bagi Meta dan keluarganya, perjuangan mencari keadilan belum selesai. Harapan tetap mereka genggam erat, doa terus mereka panjatkan, dan kenangan bersama Arya Daru tetap hidup dalam setiap denyut nadi.
“Saya masih merasa semua ini seperti mimpi, kehilangan Mas Daru di usia segini adalah luka yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tapi saya yakin, Allah selalu memberi jalan untuk kebenaran,” tutur istri Arya Danu tersebut. (ef linangkung)