Aksi Demonstrasi Ratusan Buruh di Sleman Pecah, Tiga Bulan Bekerja Tidak Gaji

Bagikan :
Aksi Demonstrasi Buruh di Sleman/Foto: Istimewa

KabarJawa.com— Ratusan pekerja CV Evergreen Buana Prima Sandang memadati gerbang pabrik di Kalasan, Kabupaten Sleman, Senin (30/3/2026). Mereka mengangkat suara lantang, membawa poster tuntutan, dan meluapkan kekecewaan yang selama ini mereka pendam.

Aksi demonstrasi buruh di Sleman ini tidak muncul begitu saja. Para buruh mendorongnya sebagai puncak kemarahan setelah hak dasar mereka tidak dibayarkan selama tiga bulan berturut-turut.

Aksi Demonstrasi Buruh di Sleman

Sejak Januari hingga Maret 2026, perusahaan manufaktur pakaian anak tersebut belum merealisasikan pembayaran gaji kepada sekitar 500 pekerja.

Mayoritas pekerja berstatus kontrak dan menerima upah setara UMK Kabupaten Sleman, sekitar Rp2,6 juta per bulan.

Namun, angka itu kini hanya menjadi janji tanpa kepastian. Di tengah terik matahari, para buruh terus bertahan. Mereka tidak hanya menuntut gaji, tetapi juga menagih kejelasan nasib mereka.

Aveliyani Pingky Saputri, salah satu pekerja, mengungkapkan bahwa pihak manajemen sebenarnya telah beberapa kali melakukan mediasi dengan pekerja.

Bahkan, kedua belah pihak telah menandatangani Perjanjian Bersama (PB) pada 14 dan 18 Maret 2026. Namun, kesepakatan itu tidak pernah benar-benar dijalankan.

Baca juga  ASN Pemkot Yogyakarta Adu Inovasi di Bootcamp Employee of The Year 2025

“Tanggal 18 Maret seharusnya pembayaran gaji bulan Januari dilakukan, tapi tidak terealisasi. Alasannya selalu sama, disuruh menunggu, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian,” ujar Aveliyani dengan nada kecewa.

Ia menegaskan bahwa pekerja sudah terlalu lama bersabar. Setiap kali mereka menagih, manajemen meminta waktu tambahan. Namun, janji tersebut terus berulang tanpa realisasi.

Masalah ini ternyata bukan hal baru. Aveliyani menceritakan bahwa keterlambatan pembayaran upah sudah mulai terjadi sejak September 2025.

Saat itu, pekerja masih bisa bertahan karena perusahaan akhirnya tetap membayar meski terlambat. Namun, kondisi semakin memburuk pada awal tahun ini. Sejak Januari, aliran gaji benar-benar terhenti.

Situasi tersebut langsung menghantam kehidupan para buruh. Tanpa pemasukan selama tiga bulan, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Banyak dari mereka harus berutang untuk membeli bahan pokok, membayar kontrakan, hingga memenuhi kebutuhan anak.

“Sekarang kami benar-benar terjepit. Tidak ada pemasukan sama sekali,” ungkap salah satu buruh di lokasi aksi.

Alasan Selain Gaji

Tidak hanya soal gaji, para pekerja menemukan bahwa status BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mereka bermasalah. Padahal, perusahaan tetap memotong iuran dari gaji mereka setiap bulan.

Baca juga  Pemkab Gunungkidul Siapkan 9 Jembatan Baru Senilai Rp27 Miliar, Akhiri Ketergantungan Warga pada Crossway Rawan Banjir

Faktanya, perusahaan tidak menyetorkan iuran tersebut sejak Juli 2025. Akibatnya, banyak pekerja tidak bisa mengakses layanan kesehatan. Mereka terpaksa menunda pengobatan karena status kepesertaan BPJS mereka tidak aktif.

“BPJS Ketenagakerjaan tidak dibayar sejak Juli 2025. BPJS Kesehatan juga sudah tidak aktif. Teman-teman yang mau berobat jadi kesulitan,” jelas Aveliyani yang bekerja di divisi Quality Control.

Di tengah situasi yang semakin mendesak, aksi demonstrasi menjadi pilihan terakhir. Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K.SPSI) DIY, Kirnadi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan akumulasi dari berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya.

Ia menyebut perusahaan telah melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta ketentuan dalam UU Cipta Kerja.

“Kami sudah menempuh berbagai jalur. Kami sudah melaporkan ke pengawas Disnaker DIY sejak satu bulan lalu. Namun sampai sekarang belum ada tindakan yang mampu memaksa perusahaan membayar hak pekerja,” kata Kirnadi.

Serikat pekerja juga membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkannya ke Polda DIY. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memberikan tekanan agar perusahaan segera memenuhi kewajibannya.

Baca juga  Daftar Lokasi Demo Buruh 28 Agustus 2025, Ada di Mana Saja?

Menurut Kirnadi, komunikasi dengan pihak manajemen sebenarnya masih berjalan. Namun, perusahaan mengaku belum mampu membayar gaji karena masalah likuiditas.

“Mereka menyampaikan bahwa kondisi keuangan sedang sulit dan sedang mencari tambahan modal. Tapi kami tidak tahu pasti kondisi sebenarnya. Yang jelas, hak pekerja tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Aksi di depan gerbang pabrik hari ini menjadi simbol perlawanan sekaligus harapan. Para pekerja tidak hanya menuntut gaji, tetapi juga menuntut keadilan dan kepastian masa depan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid