Dua Kali Awan Panas Guguran, Aktivitas Gunung Merapi Masih Sangat Dinamis

Bagikan :
Aktivitas Gunung Merapi/Foto: Badan Geologi

KabarJawa.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan dinamika vulkanik yang kuat sepanjang 21–22 November 2025.

Dua kali awan panas guguran (APG) yang terjadi pada Jumat malam mempertegas bahwa gunung api paling aktif di Indonesia itu masih menyimpan energi besar di balik punggungnya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan bahwa aktivitas erupsi efusif Merapi masih berlangsung dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menegaskan bahwa suplai magma masih naik dari kedalaman sehingga aktivitas awan panas guguran dapat terjadi secara sporadis.

“Merapi masih sangat dinamis. Suplai magma masih berlanjut dan itu berhubungan langsung dengan munculnya guguran lava maupun awan panas,” ujarnya.

Awan Panas Guguran Dua Kali Meluncur ke Kali Bebeng

Laporan resmi Magma-Var mencatat dua kejadian awan panas guguran pada 21 November 2025. Kejadian pertama berlangsung pada pukul 21.23 WIB, sedangkan kejadian kedua terjadi pada 22.59 WIB.

Keduanya meluncur hingga 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Bebeng, sektor yang selama empat tahun terakhir menjadi jalur utama luncuran material Merapi.

Baca juga  Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 1,7 Km Senin Dinihari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Awan panas pertama tercatat memiliki amplitudo maksimum 57 mm dengan durasi 206 detik. Awan panas kedua memiliki amplitudo 40 mm dengan durasi 121 detik.

Dalam dunia kegunungapian, angka ini tergolong besar dan menunjukkan adanya suplai energi signifikan dari dalam tubuh gunung.

Visual pengamatan memperlihatkan kondisi gunung yang berkabut tebal, namun tim pemantau tetap berhasil mengonfirmasi luncuran dua awan panas tersebut melalui alat seismik dan kamera CCTV pengamatan jarak jauh.

Aktivitas Merapi pada periode 21–22 November menunjukkan pola kegempaan yang tetap tinggi.

Dalam satu periode pengamatan (21 November, 00.00–24.00 WIB), tercatat 103 gempa guguran, 52 gempa hybrid/fase banyak, 1 gempa vulkanik dangkal dan 2 kali awan panas guguran

Keesokan paginya, pada periode 22 November 2025 pukul 00.00–06.00 WIB, Merapi kembali menunjukkan aktivitas guguran lava sebanyak 26 kali, disertai 11 gempa hybrid.

Lava pijar terus mengalir ke arah barat daya menuju Kali Krasak dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

BPPTKG menilai gempa hybrid yang muncul secara konsisten merupakan tanda kuat bahwa suplai magma baru terus bergerak naik dan mendorong tubuh kubah lava.

Baca juga  Sembunyi di Bawah Tumpukan Kayu, Pencuri Motor di Dlingo Akhirnya Dibekuk Polisi

Merapi Masih Berstatus Siaga

BPPTKG menetapkan bahwa aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).

Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya di antaranya sungai Boyong (maks 5 km) sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maks 7 km)

Sementara sektor tenggara ada di sungai Woro (maks 3 km), sungai Gendol (maks 5 km), letusan eksplosif berpotensi melontarkan material hingga radius 3 km dari puncak.

Agus Budi Santosa menegaskan bahwa seluruh rekomendasi ini tetap berlaku.

“Kami meminta masyarakat tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya. Guguran dan awan panas dapat terjadi tanpa tanda visual yang jelas, terutama saat cuaca berkabut,” katanya.

Curah hujan yang mencapai 5 mm per hari pada 21 November menambah potensi bahaya lahar, terutama di hilir sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

BPPTKG meminta warga tetap waspada, khususnya pada malam hari ketika jarak pandang berkurang.

Awan panas yang terjadi pada Jumat malam juga membuka kemungkinan timbulnya abu vulkanik, meski tidak sampai menyebabkan gangguan signifikan.

Namun, pihak BPPTKG mengingatkan bahwa perubahan arah angin dapat membawa abu ke wilayah padat penduduk.

Baca juga  Jelang Libur Nataru: Harga Komoditas Pangan di DIY Terkendali, kecuali Cabe Merah Melonjak Drastis

Relawan pengamatan yang berjaga di sektor barat daya menggambarkan suasana malam itu sebagai malam yang tenang tapi menegangkan.

Gunung yang diselimuti kabut hanya sesekali menampakkan siluetnya. Getaran halus beberapa kali terasa bersamaan dengan alarm seismik yang menunjukkan aktivitas guguran.

Ketika awan panas pertama meluncur, suara gemuruh terdengar dari kejauhan, meskipun tertutup hujan gerimis yang membasahi lereng. Gemuruh kedua muncul menjelang tengah malam, menandai bahwa aktivitas Merapi belum akan mereda.

BPPTKG terus melakukan pemantauan intensif melalui CCTV, sensor seismik, deformasi, hingga pengukuran gas SO₂. Semua data yang masuk dikirimkan ke pos pemantauan dan dianalisis secara real-time.

“Jika muncul perubahan signifikan, kami akan segera memperbarui status aktivitas Merapi,” tegas Agus Budi Santosa.

Meski aktivitas menunjukkan peningkatan, BPPTKG menekankan bahwa kondisi Merapi masih dalam pola erupsi efusif yang terukur. Guguran lava dan awan panas menjadi bagian dari dinamika kubah lava yang terus tumbuh.

Namun, BPPTKG meminta warga tetap mengikuti informasi resmi, tidak mendekati radius bahaya, dan mewaspadai hujan deras yang dapat memicu lahar. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya