
KabarJawa.com– Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan komoditas pangan di pasar tradisional.
Pantauan di Pasar Piyungan dan Pasar Lelang Cabe Piyungan menunjukkan kondisi yang relatif stabil untuk sebagian besar komoditas pangan, kecuali harga cabe merah yang mengalami lonjakan cukup tinggi.
Tinjauan Harga Komoditas Pangan di DIY
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, menyampaikan pada Selasa (2/12) bahwa kegiatan pemantauan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ini rutin dilakukan TPID DIY.
Tujuan utamanya adalah memastikan stok pangan aman dan kenaikan harga masih dalam batas wajar.
“Harga naik menjelang hari besar memang wajar. Namun, kami bersama seluruh unsur TPID DIY berharap kenaikan harga tetap terkendali. Dari pantauan hari ini, kenaikan paling signifikan terjadi pada cabe merah, baik rawit maupun keriting,” ujar Eling.
Eling menambahkan, pengendalian harga dan ketersediaan stok pangan sangat penting bagi masyarakat sebagai konsumen.
Pemerintah juga memiliki tanggung jawab memastikan kebutuhan bahan pangan terpenuhi, terutama menjelang musim libur panjang.
“Kondisi cuaca akhir-akhir ini kurang bersahabat, bahkan beberapa wilayah di Indonesia mengalami bencana alam. Hal ini sedikit banyak mempengaruhi stok dan harga bahan pangan. Semoga DIY tetap aman dan terkendali,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Eling berharap setiap kabupaten/kota memperkuat kerja sama antar daerah atau mencari pemasok alternatif bahan pangan.
“Kami ingin mencegah terjadinya perebutan stok atau perang harga antar daerah. Semoga hal itu tidak terjadi di DIY,” tegasnya.
Harga di Pasar
Dari hasil pantauan TPID, harga cabe rawit merah mencapai Rp63.000 per kilogram, sedangkan cabe keriting merah berada di Rp55.000 per kilogram.
Harga bawang merah berkisar Rp45.000 hingga Rp48.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram. Sementara bawang putih tercatat Rp40.000 per kilogram.
Tidak hanya cabe dan bawang, harga sayuran pun mengalami kenaikan. Wortel melonjak dari Rp12.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram.
Lalu, tomat buah mencapai Rp13.000 per kilogram, dan tomat biasa Rp10.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada telur dan daging ayam, masing-masing tercatat Rp28.000 dan Rp37.000 per kilogram.
Eling menegaskan, TPID DIY akan terus memantau harga komoditas pangan hingga libur Nataru selesai.
Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa menimbulkan gejolak yang berlebihan. (ef linangkung)