BRMP DIY Dorong Swasembada Pangan, Salurkan 1 Ton Benih dan 12 Alat Uji Tanah untuk Petani Kulon Progo

Bagikan :
BRMP DIY menyalurkan bantuan benih padi dan alat uji tanah kepada petani Kulon Progo dalam kegiatan gerakan tanam serempak di Dusun Krinjing. (Dok Pemkab Kulon Progo)

KabarJawa.com — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Daerah Istimewa Yogyakarta menyalurkan bantuan 1 ton benih padi varietas Inpari 30 kepada dua kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Kulon Progo.

Selain itu, 12 Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) juga diserahkan kepada 12 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh wilayah Kulon Progo.

BRMP DIY bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggelar kegiatan gerakan tanam serempak di sawah Dusun Krinjing, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan.

Acara ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah dan petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Gerakan Tanam Padi Serentak Jadi Momentum Kebangkitan Petani

Kepala BRMP DIY, Dedy Irwandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga langkah strategis untuk mendorong program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di DIY. Ia menegaskan pentingnya ketersediaan benih bermutu bagi petani.

“Ketersediaan benih di lapangan sangat penting agar petani bisa mengakses benih bersertifikat, bermutu, dan menghasilkan panen melimpah,” ujar Dedy.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan stimulan awal untuk memperkuat sistem perbenihan daerah. BRMP DIY telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan dinas terkait guna membentuk kembali penangkar atau breeder benih lokal.

Baca juga  Pemda DIY Kirim Sampah Kota Jogja ke ITF Bawuran Mulai Maret 2025

“Ini sudah kami rintis dengan Pak Bupati dan dinas terkait. Kita akan menumbuhkan kembali para penangkar benih di sini agar petani tidak bergantung pada suplai dari luar daerah,” imbuhnya.

Percepat Tanam dengan Teknologi Alat Tanam Padi Manual

Selain menyalurkan benih, BRMP DIY juga memperkenalkan Alat Tanam Padi Manual (ATPM) yang langsung diuji coba di lahan sawah petani. Alat ini mampu menanam benih dalam waktu 2–3 jam per hektare, jauh lebih cepat dibanding metode manual tradisional yang bisa memakan waktu seharian.

Petani tampak antusias mencoba alat tersebut. Dengan cara kerja sederhana namun efisien, ATPM membantu menanam dengan jarak yang seragam sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Alat ini dinilai mampu menghemat waktu tanam dan meningkatkan produktivitas.

Dedy menegaskan bahwa efisiensi waktu dan biaya menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian modern yang produktif serta berdaya saing tinggi.

“Kalau petani bisa menanam lebih cepat, otomatis masa panen juga bisa lebih cepat. Dampaknya, suplai pangan lebih aman,” ujarnya.

Baca juga  Buat Kredit Fiktif hingga Rugikan BUMDes Rp 1 Miliar, Seorang Pengelola Diamankan Polisi

Sinergi Pemerintah dan Petani Demi Ketahanan Pangan Nasional

Gerakan tanam serentak ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan sektor pertanian. Kabupaten Kulon Progo dipilih karena memiliki potensi besar sekaligus menjadi barometer keberhasilan pertanian di DIY.

Bupati Kulon Progo menyambut baik inisiatif BRMP DIY tersebut. Ia menilai, bantuan dan inovasi teknologi pertanian dapat memperkuat kepercayaan diri petani lokal.

“Petani harus kita dampingi, bukan hanya diberi benih, tapi juga teknologi, pendampingan, dan akses pasar. Dengan begitu, mereka bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Menuju Pertanian Modern dan Mandiri

Ke depan, BRMP DIY berencana memperluas program seed center sebagai pusat pengembangan benih unggul berbasis daerah. Melalui program ini, setiap kabupaten di DIY diharapkan memiliki sumber benih sendiri agar rantai pasok tidak lagi bergantung pada daerah lain.

“Kalau semua wilayah punya seed center sendiri, petani akan lebih mudah mendapatkan benih unggul. Ini juga akan memperkuat sistem ketahanan pangan kita,” jelas Dedy.

Baca juga  150 Pengurus BUMDesa di Jawa Timur Siap Tingkatkan Kapasitas Lewat Program Mitra Klinik

Dengan dukungan teknologi, sinergi pemerintah, serta semangat petani yang terus tumbuh, BRMP DIY optimistis bahwa Yogyakarta mampu menjadi contoh nyata pertanian modern yang mandiri dan tangguh.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid