Aktivitas Gunung Merapi 27 Maret–2 April 2026: Kubah Lava Membesar, Awan Panas Mengintai Lereng Barat Daya

Bagikan :

Waspada! Kondisi Terkini Gunung Merapi 18 Januari 2025 dan Titik Rawan Bahaya yang Harus Diperhatikan

Aktivitas Gunung Merapi 27 Maret–2 April 2026/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Gunung Merapi kembali menunjukkan denyut kehidupannya. Dalam sepekan terakhir, periode 27 Maret hingga 2 April 2026, aktivitas vulkanik gunung api paling aktif di Indonesia ini terus bergerak dinamis.

Data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan satu hal yang tak terbantahkan: Merapi masih menyimpan energi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menegaskan bahwa aktivitas erupsi efusif masih mendominasi. Namun, di balik pola yang tampak stabil, tersimpan potensi bahaya yang terus mengintai.

Aktivitas Gunung Merapi 27 Maret–2 April 2026

Pagi di lereng Merapi masih menghadirkan langit cerah yang menenangkan. Namun, menjelang siang hingga sore, kabut turun perlahan, menutup puncak dan menyembunyikan aktivitas yang terus berlangsung di atas sana.

Sepanjang periode pengamatan, Gunung Merapi secara konsisten mengeluarkan asap putih. Ketebalan asap bervariasi, dari tipis hingga tebal, dengan tekanan lemah sampai sedang.

Kolom asap itu membumbung setinggi 25 meter hingga 500 meter dari puncak—sebuah tanda bahwa aktivitas degassing masih aktif terjadi.

Lalu, tercatat empat kali kejadian awan panas dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.400 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Boyong dan Kali Krasak.

Baca juga  Aktivitas Gunung Merapi Juni 2026 Masih Tinggi, BPPTKG Catat Awan Panas Guguran dan Suplai Magma Terus Berlangsung

Aktivitas guguran lava mendominasi wajah Merapi pekan ini. Lava pijar meluncur berulang kali dari puncak, mengikuti alur-alur sungai yang menjadi jalur alaminya.

Dalam kurun tujuh hari, tercatat 8 kali guguran ke arah Kali Boyong sejauh hingga 2.000 meter, 77 kali ke arah Kali Krasak dengan jarak maksimal 2.000 meter, 21 kali menuju Kali Bebeng sejauh 2.000 meter dan 54 kali ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak yang sama

Perubahan signifikan terjadi pada morfologi puncak Merapi. Hasil survei drone pada 27 Maret 2026 memperlihatkan pertumbuhan kubah lava yang terus berlangsung.

Kubah Barat Daya mengalami penambahan volume sekitar 34.600 meter kubik. Kini, volumenya mencapai 4.055.300 meter kubik. Sementara itu, Kubah Tengah tidak menunjukkan perubahan volume, tetap berada di angka 2.368.800 meter kubik.

Meski volumenya stabil, Kubah Tengah justru menunjukkan kenaikan suhu yang cukup signifikan. Suhu terukur meningkat sebesar 24,3 derajat Celsius menjadi 176 derajat Celsius. Di sisi lain, suhu Kubah Barat Daya relatif stabil di angka 218,6 derajat Celsius.

Baca juga  Senin Dini Hari, Gunung Merapi Luncurkan 5 Kali Lava Pijar Sejauh 2.000 Meter

Kondisi ini mengindikasikan adanya dinamika suplai magma di dalam tubuh gunung, yang terus memberi tekanan dari bawah.

Dalam periode ini, jaringan seismik mencatat 4 gempa awan panas guguran (APG), 19 gempa vulkanik dangkal (VTB), 602 gempa fase banyak (MP), 977 gempa guguran (RF) dan 16 gempa tektonik (TT)

Meski jumlah gempa menurun dibandingkan minggu sebelumnya, aktivitas ini tetap menunjukkan bahwa sistem magma Merapi masih aktif. Penurunan intensitas bisa menjadi fase akumulasi energi.

Deformasi: Tubuh Gunung Terus Bergerak

Pengukuran deformasi menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sebesar 0,76 cm per hari. Data ini menjadi indikator penting bahwa tekanan dari dalam gunung masih berlangsung.

Pergerakan ini mencerminkan dorongan magma yang terus mengisi ruang di bawah permukaan, memperbesar potensi terjadinya guguran atau bahkan letusan lebih besar jika tekanan tidak terlepas secara bertahap.

Hujan sempat mengguyur kawasan Merapi selama periode ini. Intensitas tertinggi tercatat pada 29 Maret 2026 di pos Labuhan, mencapai 35,45 mm per jam selama 100 menit.

Meski belum ada laporan lahar, kondisi ini tetap perlu diwaspadai. Material vulkanik yang menumpuk di lereng dapat sewaktu-waktu terbawa aliran air dan berubah menjadi lahar yang berbahaya.

Baca juga  Dana Desa DIY Turun 74 Persen pada 2026: Desa-Desa Terancam Lumpuh, Warga Menanti Kepastian

BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi tetap berada pada level siaga. Artinya, aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi membahayakan wilayah sekitar.

Potensi bahaya saat ini meliputi Guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya hingga 5–7 km, meliputi Kali Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng.

Sektor tenggara mencakup Kali Woro sejauh 3 km dan Kali Gendol hingga 5 km dan lontaran material vulkanik dapat mencapai radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif

BPPTKG menegaskan sejumlah rekomendasi penting. Pemerintah daerah di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten perlu meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memperkuat kapasitas masyarakat dan sarana evakuasi.

Masyarakat sebaiknya tidak melakukan aktivitas di zona bahaya. Selain itu, warga juga harus mewaspadai potensi awan panas dan lahar, terutama saat hujan turun.

Abu vulkanik juga menjadi ancaman lain yang perlu diantisipasi, karena dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Gunung Merapi hanya berganti ritme. Pekan ini, ritme itu mungkin tampak lebih pelan daripada sebelumnya. Namun, di balik penurunan gempa dan kabut yang menutupi puncak, tekanan terus terakumulasi. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
tiktok-5064078_1280
Ramai di TikTok, Warung Madura Baju Kuning Viral, Apa Isi Kontennya?