
Potret Mesjid Jogokarya yang terkenal dengan loyalitasnya dalam menyelenggarakan berbagai berkah (Istimewa)
Yogyakarta, Kabar Jawa –ย Ada suasana berbeda di Yogyakarta setiap Jumat siang. Setelah azan berkumandang dan salat Jumat selesai, sejumlah masjid justru mulai ramai dengan aktivitas berbagi makanan.
Di pelataran masjid, nasi kotak, nasi bungkus, camilan, hingga minuman dibagikan secara gratis. Yang datang pun beragam. Ada mahasiswa yang sedang merantau, pengemudi ojek online, pekerja, warga sekitar, sampai musafir yang kebetulan singgah.
Menariknya, tradisi Jumat Berkah di Jogja ini punya cara masing-masing. Ada masjid yang mengandalkan gotong royong warga, ada yang menyediakan etalase makanan, dan ada pula yang sudah sibuk memasak sejak pagi.
Berikut beberapa masjid di Jogja dan sekitarnya yang dikenal memiliki kegiatan berbagi makanan pada hari Jumat.
Masjid Jogokariyan, Sego Jumat yang Mengandalkan Gotong Royong
Nama Masjid Jogokariyan di Mantrijeron tentu sudah tidak asing bagi warga maupun pendatang di Yogyakarta. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah program Sego Jumat.
Konsepnya cukup sederhana. Masjid menyediakan kotak makanan dengan desain yang dibuat seragam. Warga, jamaah, maupun pemilik usaha makanan bisa mengambil kotak tersebut, mengisinya dengan makanan dari rumah atau warung, kemudian mengembalikannya sebelum salat Jumat.
Cara ini bukan sekadar soal membagikan makanan. Keseragaman kotak membuat semua pemberi berada dalam posisi yang sama. Tidak ada yang perlu menunjukkan siapa yang memberikan makanan paling banyak atau paling mahal. Setelah salat Jumat selesai, makanan kemudian dibagikan kepada jamaah.
Masjid Daril Abror Pleret, Ada Etalase Sedekah
Kalau ingin melihat konsep berbagi yang sedikit berbeda, Masjid Daril Abror di Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, punya Etalase Sedekah.
Sebuah lemari kaca ditempatkan di area masjid dan diisi makanan yang boleh diambil oleh siapa saja. Pada hari biasa, etalase tersebut sudah diusahakan terisi sejak pagi.
Saat Jumat tiba, jumlah makanan yang tersedia bisa jauh lebih banyak. Pengurus dan donatur menyediakan ratusan nasi bungkus, makanan ringan, serta minuman.
Jamaah yang selesai salat bisa langsung mengambil makanan di etalase tanpa perlu merasa sungkan.
Masjid Suciati Saliman, Dapur Sudah Sibuk Sejak Pagi
Buat kamu yang sering melewati Jalan Gito Gati, Sleman, Masjid Suciati Saliman bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk disinggahi pada Jumat.
Program berbagi makanan di masjid ini sudah dipersiapkan sejak pagi. Para santri dan relawan terlibat dalam proses menyiapkan serta mengemas nasi dan lauk.
Setiap Jumat, lebih dari 900 paket nasi kotak disiapkan untuk dibagikan kepada jamaah. Setelah salat selesai, antrean pun terbentuk dengan tertib di sekitar halaman masjid.
Makanan tersebut bisa disantap di lokasi ataupun dibawa pulang. Semangat berbagi yang dijalankan di tempat ini juga lekat dengan filosofi Jawa โurip iku urupโ, yang kurang lebih bermakna bahwa hidup sebaiknya memberikan manfaat bagi orang lain.
Masjid Syuhada Kotabaru, Nasi Kotak untuk Jamaah
Masjid Syuhada di kawasan Kotabaru, Gondokusuman, juga rutin menghadirkan kegiatan berbagi makanan pada Jumat.
Dengan dukungan para donatur dan dermawan, pengurus masjid menyiapkan ratusan nasi kotak untuk jamaah. Pembagian biasanya dilakukan setelah salat Jumat di area depan masjid.
Suasananya sederhana, tetapi justru di situlah menariknya. Jamaah dari berbagai latar belakang bisa mendapatkan makanan yang sama tanpa perlu membedakan status atau pekerjaan.
Masjid KH Ahmad Dahlan, Tempat Singgah yang Ramah
Masjid KH Ahmad Dahlan di Jalan Pleret, Potorono, Banguntapan, Bantul, punya konsep pelayanan jamaah yang cukup menarik. Masjid ini dikenal terbuka selama 24 jam sehingga bisa menjadi tempat beristirahat bagi warga maupun musafir.
Selain menyediakan makanan pada hari biasa, jumlah hidangan juga ditambah ketika Jumat. Lebih dari 250 porsi makanan disiapkan untuk jamaah.
Pengelolaan kas masjidnya juga menarik. Dana infak dan sedekah yang terkumpul diupayakan kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai layanan, termasuk penyediaan makanan.
Dengan konsep seperti ini, masjid bukan hanya menjadi tempat salat, tetapi juga ruang singgah yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Masjid Nurul Ashri Deresan, Jumat Pagi Ada Sedekah Sayur
Tradisi berbagi di Masjid Nurul Ashri, Deresan, Depok, Sleman, sedikit berbeda karena berlangsung sejak pagi.
Lewat program Sedekah Sayur, jamaah bisa mendapatkan berbagai bahan makanan segar setelah kajian Subuh pada Jumat pagi. Sayuran yang dibagikan antara lain kubis, wortel, pakcoy, kembang kol, hingga tempe.
Program ini juga memiliki sisi pemberdayaan. Bahan pangan tersebut dibeli dari petani di wilayah Magelang ketika harga hasil panen sedang mengalami penurunan.
Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jamaah yang membawa pulang bahan makanan, tetapi juga oleh petani yang mendapatkan pasar untuk hasil panennya.
Jumat Berkah di Jogja Bukan Sekadar Makan Gratis
Kalau dilihat sekilas, berbagai kegiatan tersebut memang terlihat seperti pembagian makanan gratis biasa. Namun, ada cerita yang lebih besar di balik sepiring nasi atau sebungkus sayuran yang dibawa pulang jamaah.
Ada warga yang menyisihkan sebagian rezekinya, relawan yang datang sejak pagi, pengurus yang mengatur pembagian, hingga orang-orang yang memilih berbagi tanpa perlu mencantumkan nama.
Tradisi seperti ini juga membuat masjid punya fungsi sosial yang kuat. Orang yang datang tidak hanya mendapatkan tempat untuk beribadah, tetapi juga bisa menemukan ruang untuk beristirahat, makan, bertemu orang lain, dan merasakan hangatnya kepedulian.
Di Jogja, Jumat Berkah akhirnya bukan cuma tentang makanan gratis. Ia menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana gotong royong masih hidup di tengah kesibukan kota.