KabarJawa.com — Rawon kembali diangkat sebagai bagian dari kekayaan gastronomi Indonesia melalui Rawon Cooking Show yang digelar Sasanti Restaurant Yogyakarta. Kegiatan ini mengajak para tamu mengenal lebih dekat bahan, rempah, teknik memasak, serta cerita yang berada di balik salah satu hidangan khas Indonesia tersebut.
Rawon dikenal melalui kuahnya yang berwarna gelap dan kaya rasa. Namun, bagi Sasanti, hidangan berbahan dasar daging sapi ini tidak hanya menarik dari sisi cita rasa. Kehadiran kluwek, bahan pangan asli Nusantara, serta perpaduan rempah dan teknik memasak tradisional menjadi bagian dari pengetahuan kuliner yang membentuk karakter Rawon.
Melalui cooking show tersebut, Sasanti ingin membawa Rawon untuk dikenali kembali bukan hanya sebagai hidangan yang akrab bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga sebagai bagian dari warisan gastronomi Indonesia.
Mengulik Kluwek di Balik Kuah Hitam Rawon
Salah satu unsur yang membuat Rawon memiliki karakter khas adalah kluwek. Bahan ini memberikan warna gelap sekaligus cita rasa yang kompleks pada kuah Rawon.
Dalam bahan yang digunakan Sasanti, kluwek digambarkan memiliki cita rasa earthy, nutty, dan sedikit pahit. Bahan tersebut juga membutuhkan proses pengolahan tradisional yang tepat sebelum digunakan dalam masakan.
Kehadiran kluwek tidak hanya berkaitan dengan rasa dan warna Rawon. Pengolahannya juga mencerminkan pengetahuan serta kearifan yang telah lama membentuk tradisi kuliner Indonesia.
Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang ingin dieksplorasi melalui Rawon Cooking Show. Sasanti tidak hanya mengajak tamu melihat proses memasak, tetapi juga memahami alasan di balik karakter Rawon yang membuatnya dikenal dan dicintai sebagai comfort food.
“Tujuan diadakannya Rawon Cooking Show adalah untuk mengulik lebih dalam cita rasa dan cerita di balik Rawon—mengapa hidangan dengan bahan yang begitu unik dan tampilan hitam yang khas ini justru menjadi salah satu comfort food yang begitu dikenal dan dicintai di Indonesia?
Melalui eksplorasi bahan, rempah, teknik memasak dan sejarahnya, Sasanti ingin mengajak para tamu menemukan kembali rasa yang menjadikan Rawon lebih dari sekadar hidangan, tetapi bagian dari kekayaan gastronomi Indonesia,” ujar Rosalia Filani, Chief Marketing Officer – Sasanti Restaurant.
Ia menambahkan, cooking show tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat melihat Rawon dari perspektif yang lebih luas.
“Melalui cooking show ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengapresiasi Rawon bukan hanya sebagai makanan, tetapi sebagai bagian dari kekayaan gastronomi Indonesia,” imbuhnya.
Nguri Rasa, Memahami Cerita di Balik Makanan
Bagi Sasanti, eksplorasi kuliner Indonesia tidak berhenti pada upaya mempertahankan sebuah resep. Ada cerita, memori, pengetahuan, serta hubungan budaya yang melekat pada makanan dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari Nguri Rasa, sebuah upaya berkelanjutan Sasanti dalam mengeksplorasi warisan kuliner Indonesia.
Melalui Rawon, cooking show ini menjadi ruang untuk melihat rasa dalam pengertian yang lebih luas. Rasa tidak hanya ditempatkan sebagai cita rasa yang dirasakan oleh lidah, tetapi juga sebagai koneksi dengan tempat, tradisi, dan identitas.
Dengan pendekatan tersebut, Rawon ditempatkan bukan sekadar sebagai hidangan dengan kuah berwarna hitam dan rasa yang khas. Bahan, rempah, teknik memasak, serta pengetahuan yang menyertainya menjadi bagian dari cerita gastronomi yang ingin dikenali kembali melalui kegiatan tersebut.