
KabarJawa.com – Saat kita masuk ke dapur orang Jawa, atau yang sering disebut dengan Pawon, tentu rasanya bakal berbeda dengan dapur-dapur modern.
Aroma kayu bakar yang khas dan deretan alat masak dari tanah liat serta anyaman bambu memberikan nuansa nostalgia yang kental.
Bagi Anda yang sedang belajar Bahasa Jawa, menghafal nama-nama perabotan dapur ini sangatlah penting. Mengapa? Karena dalam percakapan sehari-hari, masyarakat Jawa (terutama generasi tua) lebih sering menggunakan istilah-istilah Jawa.
Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah nama-nama perlengkapan dapur tradisional Jawa lengkap dengan penjelasan soal fungsinya.
Alat Masak Utama
Jantung dari sebuah dapur adalah tempat di mana api menyala. Berikut istilah-istilahnya:
Luweng
Ini adalah primadona dapur tradisional. Luweng adalah tungku masak permanen yang biasanya terbuat dari tanah liat atau batu bata berlapis semen.
Alat ini menggunakan kayu bakar sebagai sumber apinya dan memiliki lubang khusus di bagian atas untuk menaruh panci.
Dandang
Pernah dengar istilah “periuk nasi”? Dalam Bahasa Jawa, periuk besar yang terbuat dari tembaga atau aluminium untuk menanak nasi (mengukus) disebut Dandang. Bentuknya tinggi dan ramping di bagian tengah.
Kendhil
Ini adalah periuk kecil yang terbuat dari tanah liat. Kendhil biasanya digunakan untuk memasak sayur berkuah santan, gudeg, atau merebus jamu.
Konon, masakan yang dimasak di kendhil rasanya lebih sedap. Manci Istilah sederhana untuk menyebut panci logam pada umumnya.
Ceret
Yang satu ini merupakan wadah logam untuk memasak atau menjerang air minum.
Alat Bantu Mengolah
Untuk meracik bumbu dan mengaduk masakan, ada alat-alat unik yang namanya wajib Anda tahu.
Cobek & Munthu
Pasangan sejoli yang tak terpisahkan. Cobek adalah alas atau piring batu atau tanah liatnya. Sedangkan Munthu adalah alat penumbuknya. Fungsinya jelas, untuk menghaluskan bumbu dapur atau membuat sambal.
Irus
Ini adalah sendok sayur versi tradisional. Irus biasanya terbuat dari batok kelapa yang diberi gagang bambu atau kayu. Bentuknya yang cekung sempurna sangat pas untuk mengambil kuah panas.
Enthong
Jika Irus untuk sayur, maka Enthong adalah centong untuk mengambil nasi.
Solet
Yang satu ini ialah spatula versi Jawa. Biasanya terbuat dari kayu atau bambu tipis, digunakan untuk mengaduk masakan di wajan atau membersihkan sisa bumbu di cobek.
Porok
Kemudian ada pula alat bernama Porok yang merupakan nama untuk garpu makan.
Talenan
Yang satu ini merupakan alas datar yang kuat untuk memotong, mengiris, atau mencincang bahan makanan. Orang Jawa sering menyebutnya Langgen, namun istilah Talenan juga umum digunakan. Bahannya bisa dari kayu utuh yang tebal.
Wadah Penyimpanan
Seperti diketahui, kearifan lokal Jawa sangat identik dengan penggunaan bambu sebagai wadah yang ramah lingkungan. Berikut beberapa alat dapur yang berkaitan dengan hal tersebut.
Tambir
Nampan berbentuk bulat lebar dan besar yang terbuat dari anyaman bambu. Biasanya digunakan untuk menjemur kerupuk, membersihkan beras dari gabah, atau alas memotong sayur dalam jumlah banyak.
Tumbu
Wadah berbentuk keranjang dari anyaman bambu dengan ukuran kecil hingga sedang. Fungsinya serbaguna, biasanya untuk menyimpan bumbu dapur, beras, atau kebutuhan pangan lainnya.
Besek
Wadah berbentuk kotak persegi yang terbuat dari anyaman bambu bertutup. Dahulu, besek digunakan sebagai wadah nasi berkat atau hantaran makanan pengganti kotak kardus/plastik.
Ajang
Kemudian ada alat bernama ajang. Ini adalah istilah umum untuk menyebut wadah makan atau piring.
Ada Dandang hingga Luweng
Jadi kesimpulannya, nama-nama perlengkapan dapur dalam Bahasa Jawa meliputi Dandang, Munthu, dan Luweng. Selain itu, ada pula alat lainnya seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Sementara itu, mengetahui istilah-istilah ini tidak hanya menambah kosakata Bahasa Jawa Anda, tetapi juga mendekatkan Anda pada kekayaan budaya kuliner nusantara.***