
KabarJawa.com – Bahasa Jawa dikenal sebagai salah satu bahasa yang paling kaya akan kosakata. Salah satu kekayaan sastra Jawa yang menarik untuk dipelajari adalah Tembung Dasanama.
Bagi pelajar muatan lokal Bahasa Jawa atau pegiat sastra, istilah ini tentu sudah tidak asing. Namun, bagi masyarakat umum, Dasanama sering kali membingungkan karena banyaknya variasi kata untuk satu makna.
Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai pengertian, fungsi, dan daftar contoh Tembung Dasanama.
Apa Itu Tembung Dasanama?
Secara etimologi, Dasanama berasal dari dua kata, yaitu Dasa yang berarti sepuluh (atau banyak), dan Nama yang berarti nama atau sebutan.
Jadi, secara harfiah, Dasanama berarti “sepuluh nama” untuk satu benda. Dalam pengertian sederhana, Dasanama adalah sinonim atau persamaan kata dalam Bahasa Jawa.
Satu kata dalam Bahasa Jawa bisa memiliki banyak sebutan lain, baik yang berasal dari bahasa Jawa Kuno (Kawi), Sansekerta, maupun tingkatan tutur (Ngoko/Krama).
Fungsi Dasanama
Pada dasarnya, fungsi Dasanama adalah untuk menghindari pengulangan kata yang sama dalam satu paragraf. Sehingga, kalimat bakal terasa lebih dinamis dan tidak membosankan.
Selain itu, kosakata tersebut juga akan digunakan untuk memperhalus ucapan sesuai dengan unggah-ungguh basa.
Sementara itu, Dasanama juag sering dalam pewayangan, tembang macapat, atau penulisan naskah sastra agar rima dan bunyinya lebih indah.
Daftar Contoh Tembung Dasanama
Berikut adalah kumpulan Dasanama yang sering digunakan, dikelompokkan berdasarkan kategorinya agar lebih mudah dihafal.
Kategori Alam Semesta
- Geni (Api): Agni, brama, dahana, pawaka, latu, apyu.
- Banyu (Air): Tirta, warih, ranu, her, we.
- Angin (Udara): Bayu, maruta, samirana, riwut, bajra.
- Lemah (Tanah): Siti, kisma, bantala, pratiwi, pratala, buh.
- Langit: Akasa, antariksa, dirgantara, awang-awang, gagana, wiyat.
- Segara (Laut): Samudra, jaladri, jalanidhi, tasik, ernawa.
- Gunung: Wukir, arga, aldaka, giri, parwata.
- Rembulan (Bulan): Candra, sasi, badra, basanta, sasadara, wulan.
- Lintang (Bintang): Kartika, sasa, sudama, taranggana, wintang.
Kategori Hewan
- Gajah: Liman, asti, dirada, dwipangga, esthi, matengga.
- Jaran (Kuda): Turangga, aswa, kapal, undhakan, wajik.
- Iwak (Ikan): Mina, ulam, matsura.
- Ula (Ular): Sarpa, sawer, naga, taksana.
- Macan (Harimau): Sardula, mong, sima.
- Kethek (Kera): Wanara, rewanda, kapi, palwaga.
Kategori Manusia dan Anggota Tubuh
- Wong (Manusia): Janma, jalma, manungsa, nara, jana.
- Ibu: Biyung, rena, wibi, umi, puyengan.
- Anak: Atmaja, putra, suta, siwi, yoga.
- Endhas (Kepala): Sirah, mustaka, murda, utamangga.
- Rambut: Rikma, rema, keswa, weni.
- Mripat (Mata): Soca, netra, paningal, aksa.
- Lambe (Bibir): Lathi, talawya.
Kata Kerja dan Sifat
- Turu (Tidur): Sare, nendra, guling, tilem, mrêm.
- Lara (Sakit): Gerah, roga, agring, rapuh.
- Mati: Seda, pralaya, palastra, lampus, murud.
- Lunga (Pergi): Kesah, tindak, lolos, jengkar.
- Endah (Indah): Raras, asep, resmi, listya, adi.
- Galak: Rota, lodra, krura, wiroda.
Benda & Lainnya
- Omah (Rumah): Griya, dalem, wisma, panti, graha.
- Emas: Kancana, jene, rukmi, kanaka, suwarna.
- Dhuwit (Uang): Arta, yatra, picis, ardana.
- Gaman (Senjata): Astra, sanjata, braja, bedhama.
- Perahu: Baita, gethek, palwa, bahtera.
Persamaan Kata Bahasa Jawa
Jadi kesimpulannya, Dasanama adalah persamaan kada dalam Bahasa Jawa. Adapun belajar Tembung Dasanama bukan hanya sekadar menghafal kata, tetapi juga memahami kedalaman budaya Jawa.
Dengan menguasai persamaan kata ini, maka tatanan bahasa yang kita ucapkan atau tuliskan akan menjadi lebih variatif, sopan, dan memiliki nilai seni yang tinggi.***