
KabarJawa.com – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ada sosok pengusaha yang tidak hanya fokus pada dunia bisnis, tetapi juga memberikan perhatiannya pada kegiatan sosial. Adalah Mukit Hendrayatno, seorang putra asal Cilacap yang kini dikenal luas sebagai pembina Yayasan Amal Bunda.
Nama Mukit belakangan mendapat sorotan setelah Yayasan ini berhasil resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI sebagai lembaga sosial pertama di tanah air yang sukses menggelar aksi pembagian sayur dan lauk terbanyak.
Tidak hanya sekadar mencatatkan sejarah, kegiatan tersebut juga membawa manfaat nyata bagi ribuan masyarakat yang terbantu.
Perjalanan Mukit Hendrayatno di Dunia Bisnis
Sebagai seorang pengusaha, Mukit Hendrayatno memiliki jejak panjang dalam mengembangkan berbagai lini usaha. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Ethos Kreatif Indonesia, sebuah perusahaan yang mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Di balik kesibukan sebagai pengusaha, Mukit Hendrayatno dikenal luas karena kepeduliannya dalam kegiatan sosial. Ia diketahui terlibat aktif membina Yayasan Amal Bunda, sebuah lembaga sosial yang berdiri pada tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 melanda.
Kala itu, banyak keluarga mengalami kesulitan ekonomi sehingga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dari situ, Yayasan Amal Bunda hadir memberikan solusi melalui berbagai program sosial. Mulai dari layanan kesehatan gratis, pembagian sembako, hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi, semua dijalankan dengan komitmen penuh untuk menjaga amanah donatur secara transparan dan tepat sasaran.
Dukungan dari berbagai pihak membuat yayasan ini berkembang pesat dan semakin dikenal masyarakat luas.
Raih Rekor MURI
Puncak kiprah sosial Yayasan Amal Bunda tercatat pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Pada hari itu, yayasan ini menggelar aksi sosial akbar berupa pembagian 5.572 paket sayur dan lauk gratis untuk masyarakat.
Jumlah tersebut menjadikan Yayasan Amal Bunda resmi dinobatkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai lembaga sosial pertama yang memecahkan rekor dalam kategori tersebut.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua MURI Semarang, Ari Andriani, kepada Ketua Yayasan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah.
Prestasi ini kemudian juga menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial bisa diwujudkan dengan aksi yang berdampak luas.
Peran Lain di Organisasi
Selain kiprahnya di dunia bisnis dan yayasan, Mukit Hendrayatno juga dipercaya mengemban amanah di organisasi nasional.
Ia juga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia. Posisi ini mengukuhkan perannya sebagai tokoh yang peduli terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan pelajar.
Mukit Hendrayatno, Inspirasi dari Cilacap
Kisah Mukit Hendrayatno memberikan gambaran bahwa seorang pengusaha tidak hanya bisa sukses dalam bisnis, tetapi juga mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dedikasi yang ditunjukkan melalui Yayasan Amal Bunda membuktikan bahwa kepedulian sosial dan jiwa wirausaha bisa berjalan beriringan.
Dengan perpaduan visi bisnis, kecintaan pada tradisi, serta semangat sosial yang tinggi, Mukit menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin menyeimbangkan kesuksesan pribadi dengan kontribusi untuk sesama.***