
KABAR JAWA – Memasuki hari ke-22 puasa Ramadhan, umat Islam semakin mendekati momen penting selama bulan puasa yakni malam malam lailatul qadar.
Berikut ini contoh teks kultum Subuh hari ke-22 Ramadhan yang bisa disampaikan pada tanggal 22 Maret 2025 mendatang.
Adapun malam malam lailatul qadar merupakan malam yang diyakni memiliki banyak keutamaan.
Sehingga sudah sepatutnya bahwa ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di dunia.
Sementara itu, dianjurkan pula untuk menyampaikan kultum setelah sholat subuh yang mana bakal menjadi pengingat bagi jemaah agar menyambut lailatul qadar sebaik mungkin
Untuk itu, berikut ini adalah teks kultum subuh hari ke-22 tema menggapai Malam Lailatul Qadar 1446H yang bisa dijadikan contoh.
Teks Kultum Subuh Hari ke-22 Ramadhan Tema Lailatul Qadar 1446H
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hadirin yang dirahmati Allah,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Tidak terasa, kita telah memasuki hari ke-22 bulan Ramadhan.
Ini berarti kita semakin dekat dengan momen istimewa yang dinanti-nantikan oleh umat Islam, yaitu malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh keberkahan yang disebutkan dalam Al-Qur’an memiliki nilai lebih baik daripada seribu bulan.
Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut lebih utama dibandingkan ibadah yang dilakukan selama lebih dari puluhan tahun.
Sehingga, inilah kesempatan luar biasa bagi kita untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Jemaah sekalian,
Dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5 berbunyi:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – ١
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr(i)
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ – ٢
Wa mā adrāka mā lailatul-qadr(i)
Artinya: Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣
Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in)
Artinya: Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – ٤
Tanazzalul-malā’ikatu war rūḥu fīhā bi’iżni rabbihim min kulli amr(in)
Artinya: Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ – ٥
Salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr(i)
Artinya: Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.
Dari ayat ini, kita memahami bahwa pada malam tersebut, malaikat turun ke bumi dengan membawa rahmat dan ketentuan dari Allah.
Ini adalah malam yang penuh dengan keselamatan dan keberkahan hingga waktu fajar.
Hadirin sekalian,
Adapun para ulama menyebutkan beberapa tanda yang bisa dikenali dari malam Lailatul Qadar, di antaranya:
- Udara dan suasana malam terasa tenang dan damai
- Tidak panas dan tidak pula dingin, sehingga memberikan kenyamanan bagi orang yang beribadah.
- Matahari pada pagi harinya terbit dengan sinar yang lembut.
- Cahaya matahari tidak menyilaukan seperti hari-hari biasa.
- Hati terasa tentram dan penuh ketenangan.
- Orang yang menghidupkan malam ini dengan ibadah akan merasakan kedamaian yang luar biasa.
Lantas, bagaimana menggapai malam Lailatul Qadar?
Mengingat pentingnya malam ini, kita perlu berusaha sebaik mungkin agar tidak melewatkannya.
Berikut beberapa amalan yang bisa kita lakukan:
1. Memperbanyak shalat malam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkan kita untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan shalat malam.
2. Membaca Al-Qur’an dan berdzikir.
Malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an, maka memperbanyak tilawah adalah amalan yang sangat dianjurkan.
3. Memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan Rasulullah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”
Kemudian, jika memungkinkan, berdiam diri di masjid dan fokus beribadah merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah pada sepuluh malam terakhir.
Hadirin yang berbahagia, malam Lailatul Qadar adalah anugerah luar biasa yang diberikan Allah kepada umat Islam. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini.
Mari kita perbanyak ibadah, doa, serta memohon ampunan kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu dengan malam penuh berkah ini dan mendapatkan rahmat serta ampunan-Nya.
Akhir kata, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah kita dan memberikan kita kemuliaan di dunia maupun di akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.***