Inflasi DIY Desember 2025 Tembus 3,11 Persen: Harga Pangan dan Emas Dorong Tekanan Biaya Hidup

Bagikan :
Inflasi DIY Desember 2025/Foto: Freepik

KabarJawa.com– Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menutup tahun 2025 dengan tekanan inflasi yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi D.I. Yogyakarta mencatat tingkat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,11 persen pada Desember 2025.

Angka ini menunjukkan peningkatan tajam daripada Desember 2024 yang hanya berada di level 1,28 persen.

Plt Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, menjelaskan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas strategis secara konsisten mendorong laju inflasi sepanjang tahun.

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY mencapai 109,93, meningkat dari 106,61 pada Desember tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menggambarkan naiknya biaya hidup masyarakat Yogyakarta secara nyata dan merata

Inflasi DIY Desember 2025

BPS mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,65 persen pada Desember 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan harga yang cukup kuat menjelang akhir tahun, seiring meningkatnya permintaan masyarakat dan fluktuasi harga pangan.

Sementara itu, inflasi year to date (y-to-d) juga tercatat 3,11 persen, menegaskan bahwa tekanan harga berlangsung konsisten sepanjang 2025.

Baca juga  Kendalikan Inflasi, Pemkot Yogyakarta Kembangkan Kios Segoro Amarto hingga Tingkat Kelurahan Tahun 2026

Herum Fajarwati menegaskan bahwa dinamika inflasi Desember tidak berdiri sendiri. Ia menyebut pergerakan harga selama bulan-bulan sebelumnya membentuk akumulasi tekanan inflasi yang memuncak di akhir tahun, terutama pada kelompok pengeluaran dengan konsumsi tinggi.

BPS mencatat seluruh wilayah cakupan IHK di DIY mengalami inflasi tahunan. Kota Yogyakarta mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 3,33 persen dengan IHK 111,13.

Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi 2,93 persen dengan IHK 108,94. Perbedaan ini mencerminkan variasi pola konsumsi dan intensitas aktivitas ekonomi antarwilayah

BPS menilai aktivitas perdagangan, jasa, dan konsumsi rumah tangga di wilayah perkotaan memberikan tekanan harga yang lebih besar dibandingkan wilayah kabupaten.

Pemicu Utama Inflasi

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi DIY. BPS mencatat kelompok ini mengalami inflasi 5,00 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 1,39 persen.

Kenaikan harga beras, cabai rawit, cabai merah, kelapa, daging ayam ras, serta rokok secara signifikan mendorong lonjakan inflasi tahunan.

Selain pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi paling tinggi, yakni 14,49 persen.

Baca juga  Motor Hantam Bokong Tronton di Jalan Yogyakarta–Wates, Lelaki Paruh Baya Meregang Nyawa Seketika

BPS menempatkan emas perhiasan sebagai komoditas dominan yang mendorong lonjakan harga pada kelompok ini, dengan kontribusi inflasi mencapai 0,87 persen. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi

Kelompok transportasi mencatat inflasi 1,22 persen, seiring kenaikan harga bensin dan biaya operasional kendaraan. Kelompok pendidikan mengalami inflasi 2,28 persen, dipicu kenaikan uang sekolah dan biaya pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat inflasi 1,51 persen, mencerminkan naiknya harga makanan siap saji dan jasa kuliner.

Herum Fajarwati menyampaikan bahwa kenaikan harga jasa menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi yang berjalan bersamaan dengan meningkatnya biaya produksi dan operasional.

Di tengah tekanan inflasi, BPS mencatat kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan relatif stabil dan hampir tidak mengalami perubahan indeks harga.

Kondisi ini menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tajam dan memberikan ruang stabilitas bagi pengeluaran rumah tangga di sektor teknologi dan layanan digital

Baca juga  BI Klaim Inflasi DIY Tetap Terkendali di Tengah Gejolak Harga Emas dan Bahan Pangan pada Oktober 2025

BPS menegaskan bahwa inflasi DIY sepanjang 2025 jauh lebih tinggi dibandingkan 2024. Inflasi y-on-y meningkat dari 1,28 persen pada Desember 2024 menjadi 3,11 persen pada Desember 2025.

Kenaikan ini menandakan perubahan signifikan dalam struktur harga dan pola konsumsi masyarakat DIY.

Herum Fajarwati menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pergerakan harga, terutama pada komoditas pangan dan barang bernilai tinggi.

Ia berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tahun berikutnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya