
KabarJawa.com-Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), denyut kebutuhan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat tajam.
Lonjakan permintaan bahan pokok kerap memicu kenaikan harga yang berpotensi membebani rumah tangga. Menyadari situasi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY bergerak cepat.
Instansi ini kembali menggelar Pasar dan Bazar Murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Pasar Murah Jelang Nataru
Disperindag DIY mengemas pasar murah penutup tahun ini sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi nyata di tengah tekanan ekonomi musiman.
Pasar murah tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi menjadi simbol kehadiran negara di tengah kebutuhan masyarakat.
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pasar dan Bazar Murah merupakan mandat langsung Disperindag sebagai anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY.
Disperindag menggandeng Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY serta sejumlah distributor pangan strategis untuk memastikan pasokan tetap lancar dan harga tetap terkendali menjelang Nataru.
Yuna menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama keberhasilan pasar murah kali ini. Disperindag DIY menggandeng sembilan distributor pangan besar yang berperan langsung dalam menjaga rantai pasok.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah mampu menghadirkan berbagai komoditas pangan strategis dalam jumlah memadai dan harga lebih terjangkau daripada harga pasar.
“Pasar dan bazar murah ini menjadi salah satu strategi utama pengendalian inflasi di DIY. Kami memastikan kecukupan pasokan menjelang Nataru dengan melibatkan sembilan distributor yang menyediakan total 12 ton bahan pokok. Kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan akhir tahun tanpa terbebani lonjakan harga,” ujar Yuna.
Kolaborasi dengan 9 Distributor
Langkah ini memperlihatkan keseriusan Disperindag DIY dalam menjaga daya beli masyarakat. Sepanjang tahun 2025, mereka telah menggelar enam operasi pasar dan 25 pasar murah di berbagai wilayah DIY.
Capaian tersebut mencerminkan konsistensi pemerintah daerah dalam merespons dinamika harga pangan yang terus bergerak.
Yuna menegaskan bahwa Disperindag DIY akan memperluas jangkauan pasar murah pada tahun 2026 dengan melibatkan lebih banyak titik dan memperkuat kolaborasi dengan distributor.
Menurutnya, sinergi yang solid antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Sembilan distributor yang terlibat dalam pasar murah jelang Nataru adalah sebagai berikut.
- Perum Bulog
- PT Rajawali Nusindo Indonesia
- PT Pangan Surya Makmur
- PT Goedang Grosir Berdikari
- PT Taru Martani
- Distributor produk Wilmar
- UD BM Jogja
- Paguyuban Pedagang Beras Makmur Beras
- BUMDes Binangun Mujur Sri Kayangan
Pelibatan berbagai pihak tersebut memperkuat jangkauan distribusi dan memastikan akses bahan pokok merata.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menegaskan bahwa Biro Perekonomian selaku Koordinator TPID DIY terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui Pasar Murah dan Operasi Pasar.
Ia menilai kegiatan tersebut sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang momentum besar seperti Nataru.
Eling menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah mencerminkan keselarasan kebijakan antarlembaga.
Pemerintah daerah, OPD terkait, dan distributor pangan bergerak dalam satu irama untuk menekan potensi gejolak harga. Dengan dukungan lintas sektor, pengendalian inflasi berjalan lebih efektif dan terukur.
“Strategi pengendalian inflasi mencakup keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, penguatan pasokan, serta komunikasi yang efektif. Kami memastikan seluruh strategi tersebut berjalan melalui kerja sama yang kuat antara Pemda DIY dan para distributor,” jelas Eling.
Pantauan Langsung di Lapangan
Selain menggelar pasar murah, TPID DIY juga melakukan pemantauan langsung terhadap stok dan harga pangan di lima kabupaten/kota di DIY.
Eling menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kondisi stok pangan secara umum aman.
Ia mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai, namun menilai kenaikan tersebut bersifat musiman dan masih dalam batas wajar.
Eling berharap setiap kenaikan harga tetap berada dalam rentang terkendali sehingga tidak menekan daya beli masyarakat.
Ia menegaskan bahwa seluruh instansi terkait, termasuk Bank Indonesia dan Satgas Pangan Polda DIY, turut berperan aktif dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
“Secara umum, stok pangan di DIY aman. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar inflasi tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani perayaan Nataru dengan tenang,” tutur Eling.
Dari sisi distributor, dukungan terhadap program pasar murah mengalir kuat. Kepala Cabang PT Rajawali Nusindo Yogyakarta, Heri Susetyo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemda DIY dalam menyelenggarakan pasar murah dan operasi pasar.
Ia menilai kegiatan tersebut mampu menciptakan rantai pasok yang lebih efisien sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Heri mengungkapkan bahwa Rajawali Nusindo telah berpartisipasi dalam enam operasi pasar dan 25 pasar murah sepanjang 2025.
Menurutnya, keterlibatan aktif BUMN pangan dalam program tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas harga.
“Melalui pasar murah, masyarakat memperoleh akses bahan pangan dengan harga lebih murah dan lokasi yang lebih dekat. Kami berkomitmen mendukung Pemda DIY dalam menjaga keterjangkauan dan ketersediaan bahan pokok,” ungkap Heri.
Heri berharap program pasar murah dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Ia meyakini bahwa keberlanjutan program tersebut akan semakin memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui pasar murah jelang Nataru, Disperindag DIY bersama TPID DIY membuktikan bahwa pengendalian inflasi tidak sekadar menjadi wacana kebijakan. (ef linangkung)