Rahasia di Balik Hitungan Dina Weton untuk Pindah Rumah atau Membuka Usaha

Bagikan :
Mengungkap Makna Weton Minggu Wage 23 Maret 2025 Karakter, Jodoh, dan Karier yang Cocok
Ilustrasi rahasia hitungan dina weton untuk pindah rumah atau membuka usaha (Sumber Gambar: Pinterest/Adil Amir)

KabarJawa.com – Di tengah kehidupan masyarakat Jawa, ada satu tradisi yang tetap bertahan meski perkembangan zaman terus melaju dengan cepat.

Tradisi itu adalah kebiasaan menghitung hari baik berdasarkan weton. Weton bukan hanya sekadar penanda kelahiran, tetapi juga dipercaya menyimpan petunjuk mengenai energi, keberuntungan, serta kecocokan waktu untuk melakukan berbagai hajat besar.

Banyak orang menggunakan perhitungan ini ketika hendak pindah rumah atau membuka usaha. Pertanyaannya, mengapa hitungan dina weton begitu penting dan dihormati? Inilah kisah dan rahasia yang tersembunyi di baliknya.

Makna Dina Weton dalam Tradisi Jawa

Jika kita menelusuri ajaran primbon Jawa, kita akan menemukan bahwa konsep hari baik sangat melekat dalam kehidupan masyarakat.

Menurut penjelasan dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, diketahui bahwa pemilihan hari baik masih sering dilakukan hingga sekarang.

Keyakinan ini lahir dari anggapan bahwa setiap hari membawa energi tertentu. Sebagian hari dipercaya membawa keberkahan, sementara sebagian lainnya dianggap memunculkan tantangan.

Hubungan antara weton dan hari baik inilah yang membuat hitungan dina begitu dihargai. Melalui kombinasi hari tujuh harian seperti Senin, Selasa, hingga Minggu, dan hari pasaran Jawa seperti Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage, muncullah nilai numerik yang disebut neptu.

Baca juga  Catat! Ini Bulan yang Baik untuk Menikah di Tahun 2026 Versi Primbon Jawa

Nilai inilah yang kemudian dianalisis untuk menentukan apakah suatu hari cocok digunakan untuk menjalankan hajat besar atau sebaiknya ditunda.

Masyarakat Jawa meyakini bahwa rahasia hitungan dina weton terletak pada keselarasan antara energi alam dan siklus waktu.

Dengan memilih hari yang tepat, seseorang berharap dapat membuka jalan menuju keberuntungan, mendekatkan kesejahteraan, dan menjauhkan segala bentuk kesulitan.

Hitungan Dina Weton untuk Pindah Rumah

Kepindahan rumah bukan hanya soal memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Dalam pandangan orang Jawa, pindah rumah berarti memasuki fase hidup baru.

Oleh karena itu, hari kepindahan harus membawa kedamaian, kesehatan, dan kelancaran rezeki di tempat tinggal yang baru.

Proses perhitungannya dilakukan melalui langkah berikut:

Menentukan neptu weton seluruh anggota keluarga

Setiap orang yang ikut pindah memiliki neptu yang berasal dari gabungan hari dan pasaran kelahirannya. Neptu seluruh anggota keluarga perlu dijumlahkan terlebih dahulu.

Menentukan neptu hari kepindahan

Setiap hari juga memiliki nilai neptu tersendiri.

Menjumlahkan keduanya

Neptu keluarga ditambah dengan neptu hari yang direncanakan untuk pindah.

Membagi hasilnya dengan angka empat

Sisa dari pembagian inilah yang menjadi kunci analisis

Adapun makna dari sisa pembagian berdasarkan metode Catursuda adalah:

  • Sisa satu disebut Guru, menandakan hari yang sangat baik.
    Hari ini dipercaya membawa kesejahteraan serta kelancaran rezeki.
  • Sisa dua disebut Ratu, juga termasuk hari yang sangat baik.
    Cocok untuk awal baru karena dipercaya menghadirkan keberwibawaan dan kemakmuran.
  • Sisa tiga disebut Rogoh, dianggap kurang baik.
    Hari ini diyakini berpotensi mengundang masalah seperti perselisihan atau kehilangan.
  • Sisa empat atau nol disebut Sempoyong, dan sebaiknya dihindari.
    Masyarakat Jawa memandang hari ini membawa keberuntungan yang lemah dan risiko kesialan.
Baca juga  7 Weton yang Konon Peka terhadap Hal Gaib: Apa Saja?

Dari sinilah banyak orang tua zaman dahulu selalu memastikan hari pindahan tidak berada pada kategori Rogoh atau Sempoyong.

Hitungan Dina Weton untuk Membuka Usaha

Selain pindah rumah, hitungan hari baik juga diterapkan ketika seseorang ingin memulai usaha baru. Banyak yang meyakini bahwa hari permulaan akan memengaruhi perjalanan usaha ke depannya. Setiap hari dalam satu pekan memiliki karakter energi yang berbeda.

Berikut gambaran umum mengenai hari baik untuk membuka usaha menurut primbon:

Senin

Hari yang dianggap paling tepat untuk memulai apa pun. Energinya stabil sehingga sangat disarankan bagi mereka yang baru merintis usaha.

Selasa

Cocok untuk membuka usaha, walaupun perjalanan bisnis mungkin tidak selalu mulus. Dibutuhkan kesiapan mental untuk menghadapi hal yang tidak terduga.

Rabu

Hampir serupa dengan hari Senin, namun kekuatannya sedikit lebih ringan. Tantangan bisa muncul, tetapi masih dapat dihadapi dengan usaha yang konsisten.

Kamis

Kurang disarankan. Usaha yang dimulai pada hari ini dipercaya lebih sering menghadapi hambatan.

Jumat

Hari yang penuh ujian emosional. Primbon menyebutkan adanya potensi kekecewaan dan beban pikiran yang bisa mengganggu perkembangan usaha.

Baca juga  Mengenal Tradisi Tedak Siten dalam Budaya Jawa, Upacara Anak Saat Pertama Kali Menginjak Tanah

Sabtu

Menjadi hari yang paling tidak dianjurkan untuk memulai usaha. Energinya dianggap berat dan berpotensi membawa kesulitan.

Minggu

Bersifat netral. Hasilnya biasa saja, tidak terlalu baik namun juga tidak membawa kesialan.

Kekayaan Kearifan Lokal yang Tetap Hidup

Jadi, kebiasaan menghitung dina weton bukan sekadar tradisi turun-temurun. Di baliknya terdapat pemahaman mendalam mengenai keselarasan hidup, hubungan manusia dengan waktu, serta upaya menjaga keseimbangan energi. Baik untuk pindah rumah maupun membuka usaha, hitungan ini diyakini membantu seseorang melangkah dengan lebih yakin.

Meskipun kini banyak orang yang tidak lagi menjadikan weton sebagai patokan utama, tidak sedikit pula yang masih menghormatinya sebagai bagian dari warisan budaya Jawa.

Hitungan weton menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang memperkaya perjalanan hidup masyarakat hingga hari ini.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya