
KabarJawa.com – Dalam budaya Jawa, momen sakral pernikahan sering kali tidak hanya melibatkan pertimbangan logistik dan anggaran, tetapi juga perhitungan tradisional yang mendalam.
Hingga kini, praktik penentuan hari dan bulan baik, atau yang dikenal sebagai Primbon Jawa, masih menjadi pedoman yang diyakini membawa keberkahan dan kelanggengan rumah tangga.
Adapun berdasarkan laman resmi UIN Malang, diketahui bahwa tradisi penentuan hari baik ini masih mengakar kuat dan dilakukan masyarakat.
Sementara, memasuki tahun 2026 ini, calon pasangan yang ingin menikah mungkin bakal mulai mencari tahu kapan waktu terbaik untuk mengikat janji sucinya.
Dan berdasarkan kepercayaan Primbon Jawa, ada beberapa bulan dalam kalender Hijriah/Jawa yang dianggap membawa energi positif, keberuntungan, hingga rezeki melimpah bagi kedua mempelai.
Lantas, bulan apa sajakah yang direkomendasikan Primbon Jawa untuk menggelar pesta pernikahan di tahun 2026? Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah beberapa diantaranya.
Jumadil Akhir
Bulan Jumadil Akhir adalah salah satu pilihan terbaik untuk melangsungkan pernikahan menurut Primbon Jawa. Pasangan yang menikah pada bulan Jumadil Akhir dipercaya akan membawa keberuntungan. Artinya, rezeki dan kekayaan bagi pasangan suami istri diprediksi akan melimpah ruah.
Sementara, filosofi pemilihan bulan ini mengandung harapan agar rumah tangga yang dibina selalu berada dalam kecukupan, sehingga fokus pasangan dapat lebih tertuju pada pembangunan keluarga yang harmonis.
Rajab
Bulan Rajab atau dikenal sebagai bulan yang sakral diyakini menyimpan energi spiritual yang dianggap baik untuk pernikahan.
Pernikahan yang dilaksanakan pada bulan Rajab dipercaya akan membawa keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi kedua mempelai.
Selain keselamatan, bulan ini juga dipercaya memiliki berkah khusus, yaitu pasangan akan memiliki anak yang banyak, melambangkan pertumbuhan serta kemakmuran keluarga.
Ruwah
Bulan Ruwah (sering disebut juga Sya’ban) juga termasuk periode yang cukup baik untuk melaksanakan hajat pernikahan. Bulan ini dikenal sebagai bulan pembersihan dan persiapan.
Jadi, pasangan suami istri yang menikah di bulan Ruwah akan mendapatkan keselamatan dan kedamaian dalam rumah tangganya.
Sementara, bulan ini membawa aura ketenangan, yang diharapkan dapat menyejukkan hati dan pikiran pasangan dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.
Besar
Bulan Besar (sering disebut juga Dzulhijjah) adalah bulan yang secara umum juga dianggap baik untuk melangsungkan hajat besar, termasuk pernikahan.
Dalam kepercayaan Jawa, pasangan yang menikah di bulan Besar akan memperoleh banyak rezeki dan kebahagiaan yang berlimpah.
Kemudian, mengingat letaknya di akhir tahun Hijriah dan sering bertepatan dengan musim liburan (tergantung konversi ke kalender Masehi), bulan Besar sering menjadi waktu yang paling diincar untuk menggelar pesta besar.
Meskipun keempat bulan di atas secara umum dianggap baik, tradisi Primbon Jawa sejatinya tak hanya berhenti pada penentuan bulan. Ada pula anjuran untuk melakukan melakukan perhitungan jodoh weton.
Nah, itu tadi penjelasan lengkap mengenai beberapa bulan yang dianggap sebagai momen terbaik untuk menikah versi primbon Jawa.***