
KabarJawa.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tekanan fiskal yang kembali menguat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah mengalami tekanan signifikan yang mengingatkan pada situasi fiskal saat pandemi Covid-19.
Wawan menyatakan bahwa pemerintah kota harus menghadapi keterbatasan anggaran infrastruktur untuk tahun 2026, sementara kebutuhan pembangunan terus meningkat. Situasi tersebut, menurutnya, menuntut penguatan kolaborasi lintas sektor agar berbagai program pembangunan tetap berjalan.
“Anggarannya hampir seperti kondisi saat Covid-19, pemotongannya sangat tinggi. Karena itu, peran swasta menjadi sangat penting agar pembangunan di Jogja tetap berjalan,” ujar Wawan.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keselarasan pembangunan dengan aturan tata ruang, khususnya ketentuan kawasan Sumbu Filosofi yang telah UNESCO tetapkan sebagai warisan dunia. Wawan menegaskan bahwa setiap pembangunan harus mematuhi kriteria yang berlaku agar karakter kota tetap terjaga.
“Kriteria bangunan di Kota Jogja itu ada ketentuannya. Kita harus menjaga kawasan Sumbu Filosofi, dan perlu pendampingan dari IAI dan REI,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan wajib mengikuti standar agar nilai historis dan filosofi kota tidak tergerus oleh perkembangan modern.
Penataan Sungai dan Kolaborasi Profesi
Dalam kesempatan yang sama, Wawan mendorong keterlibatan para profesional untuk memperkuat penataan wilayah kota. Ia menyoroti revitalisasi sungai, termasuk Sungai Code yang menjadi salah satu identitas Yogyakarta.
Menurutnya, sungai-sungai kota memiliki potensi ruang publik yang besar namun membutuhkan sentuhan desain yang serius.
“Sungai Code harus kita hidupkan kembali sebagai destinasi. Penataan ini butuh kolaborasi para arsitek dan berbagai pihak,” tambahnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta kini menempatkan kolaborasi sebagai kunci menghadapi tekanan fiskal dan tantangan pembangunan.
Melibatkan sektor swasta, profesional, dan komunitas diharapkan dapat menjaga ritme pembangunan kota agar tetap progresif, berkelanjutan, dan selaras dengan identitas budaya Yogyakarta.
Pernyataan Wawan dipandang sebagai alarm penting bahwa pemerintah daerah harus bergerak cepat. Dengan tekanan fiskal yang hampir setara dengan masa pandemi, langkah strategis dan kolaboratif dinilai akan menentukan arah pembangunan Kota Yogyakarta pada tahun-tahun mendatang.