
KabarJawa.com– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen tinggi dalam menghadirkan pelayanan publik yang berlandaskan empati.
Melalui program unggulan bertajuk Doaku Untukmu (Dokumen Akta Kematian Untukmu), Disdukcapil Kulon Progo membuktikan bahwa pelayanan publik dapat menjadi bentuk nyata kepedulian sosial.
Program Doaku Untukmu
Program yang menyentuh sisi kemanusiaan ini kembali diimplementasikan di Kalurahan Bojong, sebuah wilayah yang kini menjadi contoh nyata penerapan pelayanan publik berbasis kepedulian.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Disdukcapil menyerahkan Akta Kematian kepada ahli waris tepat di tengah upacara pemberangkatan jenazah almarhum.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga wujud penghormatan terhadap warga yang berduka.
Dengan hadir langsung di tengah prosesi duka, Disdukcapil memastikan bahwa hak-hak sipil almarhum tetap terpenuhi tanpa harus membebani keluarga dengan proses birokrasi yang melelahkan.
Kepala Disdukcapil Kulon Progo, Aspiyah, menegaskan bahwa program Doaku Untukmu merupakan inovasi yang lahir dari semangat melayani dengan hati.
Disdukcapil ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga penuh empati.
“Kematian adalah momen sulit, dan di saat seperti itu, negara seharusnya hadir untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Aspiyah.
Aspiyah menambahkan, penerbitan akta kematian yang cepat bukan hanya penting bagi administrasi kependudukan.
Namun, ini juga menjadi dasar bagi ahli waris untuk mengurus hak-hak lain seperti klaim asuransi, warisan, hingga pembaruan data kependudukan.
Sinergi Disdukcapil dan Pemerintah Kalurahan Bojong
Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak lepas dari sinergi apik antara Disdukcapil dan Pemerintah Kalurahan Bojong. Aparatur kalurahan bertindak sigap sejak menerima laporan kematian.
Mereka langsung berkoordinasi dengan petugas Disdukcapil untuk memproses data, memverifikasi dokumen, hingga memastikan akta kematian siap dalam hitungan jam.
Sinergi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat mampu menciptakan layanan publik yang cepat, tepat, dan berempati.
Program Doaku Untukmu tidak hanya mempercepat penerbitan dokumen, tetapi juga menumbuhkan rasa kedekatan antara pemerintah dengan warganya.
Momentum penyerahan akta di tengah prosesi duka sering kali menghadirkan suasana yang mengharukan. Di antara isak tangis keluarga, petugas pemerintah datang membawa selembar dokumen yang menjadi bukti sah perjalanan terakhir almarhum sebagai warga negara.
Dalam kesedihan, hadir pula rasa tenang karena urusan administrasi telah selesai tanpa harus meninggalkan rumah duka.
Program ini menjadi simbol nyata bahwa pelayanan publik bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang kemanusiaan.
Dengan program ini, Disdukcapil Kulon Progo membuktikan bahwa di balik sistem dan prosedur, masih ada ruang luas bagi kasih dan empati.
Aspiyah berharap, program ini dapat meluas hingga ke seluruh kalurahan di Kulon Progo. JAdi, setiap keluarga yang kehilangan anggota tercinta dapat segera memperoleh dokumen kependudukan tanpa harus menunggu lama.
“Kami ingin Kulon Progo menjadi daerah yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga berjiwa sosial. Karena bagi kami, pelayanan terbaik adalah pelayanan yang menyentuh hati,” tegasnya. (ef linangkung)