Volume Sampah Kota Yogyakarta 300 Ton per Hari, Wawali Dorong Pengembangan UMKM Muhammadiyah Dilandasi Kesadaran Lingkungan

Bagikan :
Wawan Harmawan saat menyampaikan sambutan pada kegiatan pengajian dan penggalangan dana SD Muhammadiyah Danunegaran, Minggu (21/9). (Dok Pemkot Yogyakarta)

KabarJawa.com – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyerukan agar pengembangan UMKM Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada kemandirian ekonomi, tetapi juga harus dilandasi kesadaran lingkungan.

Seruan itu ia sampaikan saat menghadiri Pengajian dan Penggalangan Dana Pembangunan SD Muhammadiyah Danunegaran Yogyakarta, Minggu (21/9/2025).

Dalam pidatonya, Wawan menekankan bahwa pendidikan merupakan pilar penting dalam membangun peradaban.

Ia menegaskan sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter, akhlak, serta penanaman nilai-nilai Islami.

“Rehabilitasi gedung sekolah yang kita galang bersama hari ini menjadi bukti nyata kepedulian kita. Anak-anak harus belajar dengan nyaman, aman, dan penuh semangat,” tegasnya dengan suara lantang.

Tekanan Masalah Lingkungan di Yogyakarta

Wawan tidak berhenti pada isu pendidikan. Ia juga menyinggung persoalan pelik yang terus menghantui Kota Yogyakarta: sampah.

Volume sampah yang semula 200 ton per hari kini meningkat drastis hingga menyentuh angka 300 ton per hari. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menutup mata.

“Kita harus mulai pengelolaan sampah dari rumah masing-masing. Gunakan biopori jumbo, lakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Jangan menunggu sampai masalah ini menelan kita,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca juga  Petani Terancam Lima Tahun Penjara Karena Curi Kayu Demi Kebutuhan Hidup

Wawan mengajak Muhammadiyah untuk mengambil peran ganda: menguatkan pendidikan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia menyebut Mantrijeron sebagai laboratorium percontohan UMKM Muhammadiyah yang bisa menginspirasi wilayah lain, tetapi harus tetap berpijak pada prinsip ramah lingkungan.

“Tentu kita ingin UMKM tumbuh, tetapi juga sadar lingkungan,” tambahnya.

Wawan Harmawan menegaskan, pendidikan, UMKM, dan lingkungan harus berjalan beriringan. Tanpa itu, cita-cita membangun peradaban unggul akan timpang.

“Anak-anak kita berhak atas pendidikan yang layak, masyarakat kita berhak atas ekonomi yang mandiri, dan bumi kita berhak atas lingkungan yang bersih. Tiga hal itu harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Dukungan Pendidikan dan Penggalangan Dana

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Arif Jamali Muis, menegaskan bahwa mendidik bukan sekadar profesi, melainkan amanah dari Tuhan yang menuntut kesabaran, kecerdasan, dan ketakwaan.

“Guru harus sabar, mengikuti perkembangan generasi, serta menguasai ilmu yang cukup. Dengan begitu, kita bisa mencetak anak-anak yang tangguh, yang kelak menjadi masa depan bangsa. Kader Muhammadiyah juga harus hadir sebagai solusi nyata atas problem masyarakat,” tandasnya.

Baca juga  Mulai 2026 Warga Kota Yogyakarta Tak Bisa Buang Sampah ke Piyungan, Wali Kota Tugaskan Satpol PP Kawal Ketat

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Danunegaran, Sri Isdiyanti, memaparkan kondisi riil sekolah. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penggalangan dana untuk merenovasi lima ruang kelas yang membutuhkan anggaran total Rp 255.450.000.

Ia menjelaskan bahwa sekolah baru memiliki dana sekitar Rp 56 juta. Masih ada kekurangan sebesar Rp 199.450.000 yang harus segera dipenuhi agar renovasi bisa berjalan.

Dana akan dihimpun dari orang tua murid, jamaah, donatur, lembaga terkait, serta masyarakat luas melalui Lazismu Mantrijeron.

“Pada tahun 2022 lalu kami sudah melakukan renovasi kecil, membangun mushola dengan menggabungkan dua ruang kelas. Namun, kebutuhan renovasi kali ini lebih mendesak. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar target ini bisa segera tercapai,” ujar Sri.

Kegiatan pengajian dan penggalangan dana ini tidak sekadar acara seremonial. Ia menjadi panggung kolaborasi antara pemerintah, Muhammadiyah, guru, dan masyarakat untuk menata masa depan generasi muda.

Berita Terbaru

IEEE Student Branch UNESA resmi terbentuk pada Maret 2025 dan menjadi wadah mahasiswa terhubung dengan jaringan IEEE global. (Foto: instagram/s1te_teknikelektro.unesa)
Kapan IEEE Student Brench UNESA Secara Resmi Berdiri dan Siapakah yang Menjabat Sebagai Counselor? Ini Jawabannya
Festival Sastra Yogyakarta 2026 bertema LAKU hadir 23–30 Agustus dengan sastra, diskusi, buku, pertunjukan, dan puisi nasional.
Festival Sastra Yogyakarta 2026 Angkat Tema “LAKU”: Hadirkan Ruang Temu Sastra Indonesia dan Jawa
Sendang alami di Klaten selain Umbul Ponggok, dari Umbul Manten hingga Siblarak, lengkap dengan tiket dan jam buka. (Foto: Dok Umbul Ponggok)
5 Sendang Alami di Klaten yang Bisa Jadi Alternatif Umbul Ponggok
Rangkaian acara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 2026 digelar di Boyolali dan Semarang, mulai upacara hingga konser musik. (Foto instagram/humas.jateng)
Rangkaian Acara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
Gumregut Nyawiji artinya apa? Simak makna tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, logo, serta sejarah Jateng sejak 19 Agustus 1945. (Foto: tangkap layar x/KPU Karanganyar)
Gumregut Nyawiji Artinya Apa? Makna Tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 19 Agustus 2026

Terpopuler

Biodata Fathimah Azzahra BEM UI: jurusan, umur, asal, alumni SMA, orang tua, rekam jejak organisasi, dan akun media sosial.
Biodata Fathimah Azzahra BEM UI Anak Siapa, Jurusan Apa, Orang Mana, Umur Berapa, Alumni SMA Mana, Akun Media Sosial
Pancatera dan In Her View minta maaf usai kehadiran host di Istana Merdeka memicu kritik soal independensi podcast. (Foto: tangkap layar instagram/
Kenapa Pancatera dan In Her View Minta Maaf? Ramai Warganet Soroti Kehadiran di Istana Merdeka pada HUT ke-81 RI
Kenali host In Her View Podcast, dari Marissa Anita, Caroline Soerachmat, Karina Basrewan, Kai Soerja. Berikut profil singkatnya. (Foto: x.com/pancateramedia)
Host In Her View Podcast Siapa Saja? Ini Profil Marissa Anita hingga Karina Basrewan
Rangkaian acara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 2026 digelar di Boyolali dan Semarang, mulai upacara hingga konser musik. (Foto instagram/humas.jateng)
Rangkaian Acara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
Batas mentor ACC absen dan laporan harian MagangHUB 2026 belum ditentukan. Cek aturan, solusi laporan belum ACC.
Batas Mentor ACC Absen dan Laporan Harian MagangHUB Kemnaker 2026, Berapa Lama & Bagaimana Jika Belum di-ACC