
KabarJawa.com— Suasana di Kantor Kalurahan Ngunut memanas pada Jumat malam, 5 Desember 2025. Ratusan warga bersama Karangtaruna Wira Muda Bakthi Pradja mendatangi kantor pemerintahan desa.
Massa datang untuk menuntut kejelasan terkait dugaan penyelewengan dana desa yang mencuat setelah sejumlah bukti keuangan dianggap tidak sesuai dengan laporan resmi pemerintah kalurahan.
Warga Ngunut Datangi Kantor Kalurahan
Sejak pukul 20.00 WIB, warga mulai memadati halaman kantor kalurahan. Mereka membawa spanduk, lampu penerangan darurat, dan pengeras suara untuk menyampaikan keresahan yang sudah lama mereka pendam.
Massa bergerak teratur dan langsung mengepung area kantor kalurahan sambil meminta agar pemerintah desa segera muncul memberikan penjelasan.
Toni, Wakil Ketua Karangtaruna Wira Muda Bakthi Pradja yang memimpin aksi, berdiri di depan kerumunan dengan suara lantang.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk keterbukaan kepada seluruh warga Ngunut mengenai dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa.
“Kami melakukan aksi ini untuk memberitahukan kepada warga bahwa ada dugaan kuat penyelewengan anggaran dana desa oleh pemerintah kalurahan,” tegas Toni di hadapan massa.
Muncul Dugaan
Toni menjelaskan bahwa kecurigaan warga semakin menguat setelah pihaknya memperoleh salinan rekening koran Bank BPD.
Berdasarkan temuan tersebut, saldo yang tercatat tidak selaras dengan laporan keuangan yang selama ini disampaikan oleh pemerintah kalurahan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan satu bukti, tetapi telah mengumpulkan banyak data lain yang turut memperkuat dugaan adanya penyimpangan aliran dana desa.
“Dari bukti rekening koran yang kami dapat, saldo tidak sesuai dengan kenyataan. Kami juga memegang banyak bukti lain, sehingga warga meminta kejelasan ke mana aliran dana itu,” ujar Toni menambahkan.
Pernyataan tersebut langsung memicu sorakan dari massa yang sejak awal memang menduga adanya ketidakwajaran pengelolaan anggaran.
Sebagai bentuk sikap tegas dan simbolis, warga bersama Karangtaruna sepakat menutup sementara Kantor Kalurahan Ngunut selama dua hari.
Mereka memasang penghalang serta menempelkan tanda penutupan sebagai bentuk tuntutan agar pihak kalurahan tidak menghindar dari permintaan klarifikasi.
Selain itu, massa merencanakan aksi lanjutan berupa konvoi besar pada Senin mendatang. Dalam aksi tersebut, warga akan kembali menuntut penjelasan resmi dari pemerintah kalurahan mengenai dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa yang kini menjadi sorotan utama masyarakat.
Meskipun berlangsung panas dan penuh ketegangan, aksi berjalan tertib dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Petugas memastikan tidak ada tindakan anarkis maupun gangguan lain yang dapat memicu kericuhan.
Warga berharap pemerintah kalurahan segera memberikan klarifikasi terbuka agar polemik ini tidak memicu perpecahan di masyarakat.
“Kami hanya ingin transparansi. Kalau tidak ada penyelewengan, jelaskan. Kalau memang ada, akui dan perbaiki. Itu saja yang kami minta,” ujar salah satu warga yang turut dalam aksi malam itu.
Aksi demonstrasi ini menjadi penanda bahwa masyarakat semakin berani menuntut akuntabilitas pemerintah desa, terutama dalam pengelolaan dana publik yang seharusnya digunakan untuk kemajuan bersama.
Warga Ngunut kini menunggu langkah resmi dari pemerintah kalurahan untuk mengakhiri polemik yang sudah memanas hingga ke akar rumput. (ef linangkung)