Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Tegaskan Tidak Ada Perubahan Signifikan

Bagikan :
Aktivitas Gunung Merapi/Foto: Wikimedia Commons

KabarJawa.com– Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang dinamis sepanjang periode 10–16 Oktober 2025.

Namun, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan, tidak ada perubahan signifikan dalam aktivitas gunung berstatus Siaga tersebut.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menegaskan bahwa aktivitas Merapi masih tergolong tinggi, namun tetap dalam pola erupsi efusif yang stabil.

BPPTKG belum mencatat adanya perubahan besar dalam suplai magma maupun deformasi tubuh gunung.

“Aktivitasnya masih dalam batas yang bisa dipantau,” ujar Agus.

Aktivitas Gunung Merapi

Pagi hari di lereng Merapi terlihat cerah. Sementara itu, kabut mulai turun perlahan saat siang beranjak menuju sore.

Dari kejauhan, kolom asap putih tipis hingga tebal membumbung dari puncak dengan tekanan lemah dan tinggi bervariasi antara 20 hingga 200 meter.

Selama sepekan pengamatan, Merapi menghembuskan satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 1.000 meter ke arah barat daya.

Guguran lava juga tampak turun ke berbagai arah: dua kali ke hulu Kali Boyong sejauh 1.700 meter, 23 kali ke Kali Krasak sejauh 1.800 meter, 11 kali ke Kali Bebeng sejauh 1.900 meter, dan 20 kali ke Kali Sat/Putih sejauh 2.000 meter.

Baca juga  Miris! 2.495 Pekerja DIY Terkena PHK hingga Juni 2025, Sleman Paling Parah Terdampak

Pemandangan itu seolah menjadi napas harian gunung yang dijuluki “api abadi Jawa”. Setiap guguran lava tampak bagai bara merah yang perlahan menyusuri lereng, menciptakan keindahan sekaligus ketegangan bagi warga di sekitarnya.

Analisis foto udara tanggal 8 Oktober 2025 menunjukkan volume Kubah Barat Daya mencapai 4.414.900 meter kubik, sementara Kubah Tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.

Agus menyebut, perubahan itu terjadi akibat aktivitas guguran lava dan suplai magma yang masih berlanjut di bawah permukaan.

Namun, di Kubah Tengah, tim tidak menemukan perubahan mencolok.

“Proses vulkanik masih berlangsung, tapi belum menunjukkan adanya tekanan berlebih yang berpotensi memicu letusan eksplosif,” jelasnya.

Ratusan Gempa Terekam, Aktivitas Seismik Meningkat

Sepanjang periode pengamatan, jaringan seismik BPPTKG mencatat intensitas kegempaan yang lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya.

Sebanyak 1 gempa awan panas guguran, 20 gempa vulkanik dangkal, 724 gempa fase banyak, 1 gempa frekuensi rendah, 1 gempa tremor, 699 gempa guguran, dan 23 gempa tektonik terekam dengan jelas.

Fenomena ini menunjukkan bahwa suplai magma dari kedalaman masih aktif, meskipun belum cukup kuat untuk mengubah status gunung. Kenaikan aktivitas seismik menandakan adanya energi yang terus terbangun di tubuh gunung.

Baca juga  62 Kendaraan Dinas Pemkot Yogyakarta Dilelang, Harga Mulai Rp 340 Ribu

“Kami terus memantau setiap perubahan sekecil apapun,” ujar Agus.

Pemantauan deformasi menggunakan EDM dan GPS menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada tubuh gunung.

Jarak tunjam dari titik tetap BAB0 ke reflektor RB2 dan RB3, serta baseline GPS Labuhan–Jrakah, berada dalam rentang stabil.

Sementara itu, curah hujan tertinggi tercatat di Pos Babadan pada 15 Oktober 2025 sebesar 21,4 mm/jam selama 75 menit. Meski demikian, BPPTKG menegaskan tidak ada peningkatan aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

“Belum ada aktivitas lahar, tapi masyarakat tetap kami imbau waspada, terutama saat hujan deras mengguyur lereng,” kata Agus.

BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi dan berpotensi memicu awan panas guguran di sektor selatan–barat daya.

Potensi bahaya meliputi sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km, sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan sungai Gendol sejauh maksimal 5 km.

Selain itu, lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. BPPTKG menegaskan, status aktivitas Merapi tetap pada Level III atau “Siaga.”

Baca juga  PP Muhammadiyah Perkuat SDM Program Makan Bergizi, Gelar Sertifikasi Chef SPPG di UNISA Yogyakarta

Agus Budi Santoso mengingatkan seluruh pihak agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol mitigasi. BPPTKG meminta masyarakat tidak beraktivitas di zona bahaya.

“Gunung ini tampak tenang, tetapi setiap guguran bisa berubah menjadi awan panas dalam hitungan detik,” ucapnya.

Selain itu, warga diminta mewaspadai abu vulkanik yang dapat menyebar ke pemukiman serta tidak beraktivitas di sekitar sungai berhulu Merapi, terutama saat hujan deras turun di wilayah puncak. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid