Warga Karang Padang Gunungkidul Segel Akses Tambang Urug, Geram Jalan Cor Swadaya Rusak Dilintasi Truk

Bagikan :
Warga Karang Padang saat menutup akses jalan menuju tambang urug dengan portal kayu dan spanduk penolakan. (Ef Linangkung)

KABARJAWA – Aroma ketidakadilan kian menyengat di Padukuhan Karang Padang, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Warga tak lagi bisa menahan amarah. Mereka geram dan mengambil langkah tegas.

Pada Minggu, 15 Juni 2025, warga secara serentak menutup akses menuju lokasi tambang urug yang selama ini menjadi sumber keresahan.

Mereka memasang portal kayu lengkap dengan tulisan penolakan yang mencolok: “Tolak Tambang! Kami Ingin Jalan Kami Kembali!”

Kemarahan ini bukan tanpa sebab. Aktivitas tambang urug telah menghancurkan ketenangan warga. Jalan cor yang belum lama dibangun melalui aspirasi anggota dewan kini berubah menjadi medan rusak yang penuh lubang.

Batu berserakan, debu mengepul, dan truk-truk besar hilir mudik tanpa henti. Warga merasa tidak dihargai.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyuarakan isi hatinya. Ia mengaku terganggu setiap kali melintasi jalan yang seharusnya menjadi akses utama menuju rumahnya.

“Kami warga Karang Padang sangat terganggu saat melintas. Jalan itu bukan milik pertambangan. Itu akses hidup kami,” tegasnya dengan nada kecewa.

Baca juga  Kerusakan Jalan Jogja-Solo di Klaten Makin Parah, Warga Harap Perbaikan Segera Dilakukan

Tuntutan Warga: Jalan Adalah Hak, Bukan Jalur Tambang

Warga menyampaikan bahwa jalan cor tersebut baru saja selesai dibangun. Mereka masih ingat betapa sulitnya proses perbaikan kala itu. Warga bergotong royong, merelakan tenaga, waktu, dan bahkan biaya secara swadaya demi mendapatkan jalan yang layak.

“Kami berjuang memperbaiki jalan itu. Belum sempat kami nikmati, tambang datang dan menghancurkannya. Bahkan masuk ke rumah saja sekarang susah,” paparnya lirih, menahan kesal.

Aktivitas tambang tak hanya merusak infrastruktur. Debu dan kebisingan siang malam telah mencabik ketenangan lingkungan.

Truk-truk tambang melaju tanpa memperhatikan keselamatan, bahkan saat anak-anak bermain di sekitar jalan. Warga menilai, keberadaan tambang ini menciptakan potensi bencana sosial dan lingkungan yang lebih besar.

Karena itu, warga Karang Padang bulatkan tekad. Mereka menolak tambang dengan keras dan tanpa kompromi.

“Kami sudah cukup bersabar. Hari ini kami sepakat menutup tambang. Jangan ada lagi aktivitas pertambangan di sini,” tandas warga secara kolektif.

Penutupan tambang ini menjadi bukti bahwa masyarakat kecil tidak bisa terus-menerus ditekan dan diabaikan. Ketika pemerintah diam, rakyat bergerak. Saat suara mereka tak didengar, aksi nyata pun berbicara lebih lantang.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Raih Predikat Badan Publik Paling Informatif 2025, Borong 11 Penghargaan pada Penganugerahan KIP DIY 2025

Kini, portal penolakan berdiri kokoh di gerbang Karang Padang. Sebuah simbol perlawanan terhadap keserakahan yang mengorbankan kepentingan warga.

Mereka tak menolak pembangunan, tapi mereka menuntut keadilan. Jalan adalah nadi kehidupan, bukan jalur eksploitasi tambang.

Dan hari ini, Karang Padang bersatu demi menyelamatkan rumah mereka—dari kehancuran, dari kesewenang-wenangan, dan dari tambang yang merampas hak mereka.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid