
KabarJawa.com– Arus kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Purwomartani mulai menunjukkan tren penurunan signifikan setelah sebelumnya sempat mencapai puncaknya.
Data terbaru pada Rabu (25/3/2026) hingga Kamis (26/3/2026) siang memperlihatkan kondisi lalu lintas yang mulai terkendali, meski potensi lonjakan susulan masih mengintai.
Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, menegaskan adanya penurunan volume kendaraan yang cukup tajam daripada hari sebelumnya.
“Berdasarkan hasil penghitungan, memang terjadi penurunan sekitar 4.625 kendaraan atau turun 23,8 persen,” ujarnya.
Penurunan ini terlihat dari total kendaraan yang masuk ke jalan tol pada Kamis (26/3/2026) pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB yang mencapai 12.404 kendaraan, sementara kendaraan yang keluar tercatat sebanyak 7.254 kendaraan.
Tren Penurunan Volume Kendaraan di Gerbang Tol Purwomartani
Arie menjelaskan bahwa tren penurunan arus lalu lintas sudah mulai terlihat sejak Rabu (25/3/2026) jika dibandingkan dengan Selasa (24/3/2026). Ia menyebut bahwa kondisi lalu lintas saat ini jauh lebih landai setelah mengalami lonjakan signifikan pada hari sebelumnya.
Data di sejumlah gerbang tol juga menunjukkan pergerakan yang lebih stabil. Di Gerbang Tol Banyudono, kendaraan masuk tercatat sebanyak 2.238 unit dan keluar 1.325 unit. Sementara itu, di Gerbang Tol Polanharjo, kendaraan masuk mencapai 2.543 unit dan keluar 903 unit.
Di Gerbang Tol Klaten, kendaraan masuk tercatat 986 unit dan keluar 712 unit. Sedangkan di Gerbang Tol Prambanan, kendaraan masuk sebanyak 1.842 unit dan keluar melonjak hingga 4.314 unit.
Adapun di Gerbang Tol Purwomartani sendiri, jumlah kendaraan masuk mencapai 4.795 unit. Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam memantau arus balik di wilayah DIY.
Lebih lanjut, Arie memastikan bahwa puncak arus balik di Gerbang Tol Purwomartani memang terjadi pada Selasa (24/3/2026). Hal ini terlihat dari angka kendaraan yang mencapai titik tertinggi daripada hari-hari lain.
“Jika melihat hasil counting, memang tertinggi terjadi pada hari Selasa, 24 Maret 2026,” tegasnya.
Lonjakan tersebut terpicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman maupun destinasi wisata, sehingga menyebabkan kepadatan signifikan di sejumlah titik, terutama jalur arteri.
Dalam upaya mengurai kepadatan, pihak pengelola memperpanjang jam operasional Gerbang Tol Purwomartani hingga pukul 22.00 WIB. Kebijakan ini terbukti efektif dalam mengurangi beban lalu lintas di jalan arteri, khususnya di ruas Jalan Jogja–Solo.
Arie menyatakan bahwa perpanjangan waktu operasional tersebut memberikan dampak nyata terhadap kelancaran arus kendaraan.
“Perpanjangan waktu buka di GT Purwomartani sangat membantu mengurai kepadatan pada ruas jalan arteri, terutama ke arah Klaten,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa indikator keberhasilan kebijakan ini terlihat dari jumlah kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol Purwomartani yang lebih tinggi dibandingkan Gerbang Tol Prambanan.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih jalur tol sebagai alternatif untuk menghindari kemacetan di jalur arteri.
Waspadai Puncak Arus Susulan
Meski tren penurunan mulai terlihat, pihak kepolisian mengingatkan adanya potensi lonjakan arus balik susulan. Arie memprediksi peningkatan volume kendaraan akan kembali terjadi pada Sabtu (28/3/2026).
“Kemungkinan pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, akan terjadi peningkatan kembali arus kendaraan yang masuk GT Purwomartani,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan tersebut kemungkinan berasal dari wisatawan luar kota yang memanfaatkan sisa waktu libur untuk kembali ke daerah asal masing-masing.
Menghadapi potensi tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari jam-jam puncak, serta memanfaatkan jalur tol guna mengurangi kepadatan di jalan arteri.
Dengan tren penurunan yang mulai terlihat dan langkah antisipatif, arus lalu lintas di wilayah DIY akan tetap terkendali hingga berakhirnya masa arus balik. (ef linangkung)