
KabarJawa.com– Deru mesin kendaraan terus terdengar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis. Gelombang pemudik datang tanpa henti, membawa harapan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Dari jalur timur hingga barat, ribuan kendaraan mengalir deras, menciptakan denyut mobilitas yang semakin intens menjelang puncak arus mudik.
Arus Mudik DIY
Polda DIY mencatat lonjakan signifikan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah ini. Kasubdit Kamsel Dirlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan arus lalu lintas di sejumlah pintu masuk utama.
“Arus kendaraan yang masuk ke DIY mengalami peningkatan cukup tinggi, terutama melalui jalur-jalur favorit pemudik,” ujar Widya.
Data menunjukkan, kawasan Prambanan masih menjadi salah satu gerbang utama dari arah timur. Sebanyak 23.585 kendaraan tercatat masuk melalui jalur ini, sementara 28.435 kendaraan justru keluar dari DIY melalui titik yang sama. Arus yang padat ini mencerminkan mobilitas dua arah yang sama-sama tinggi.
Namun, perhatian utama tertuju pada simpang Kikis dan Tempel yang kini menjadi magnet baru bagi pemudik.
Di simpang Kikis, sebanyak 45.965 kendaraan tercatat masuk, menjadikannya jalur dengan angka kedatangan tertinggi. Sebaliknya, 25.391 kendaraan keluar dari wilayah tersebut.
Sementara itu, simpang Tempel juga menunjukkan intensitas yang tidak kalah tinggi. Sebanyak 39.202 kendaraan masuk dan 46.276 kendaraan keluar melalui jalur ini.
Kepadatan di dua titik tersebut memperlihatkan pergeseran pola perjalanan pemudik yang kini mulai memanfaatkan jalur alternatif.
Di sisi barat DIY, jalur Congot Temon mencatat 11.550 kendaraan masuk dan 5.434 kendaraan keluar. Angka ini menunjukkan arus yang lebih landai, meski tetap mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa.
Tidak jauh dari sana, Sindutan Temon mencatat 1.624 kendaraan masuk dan 2.938 kendaraan keluar. Sementara jalur Samudra Raksa Kalibawang memperlihatkan lonjakan cukup signifikan dengan 21.887 kendaraan masuk dan 12.052 kendaraan keluar.
Pengaturan Lalu Lintas
Widya menegaskan bahwa pihak kepolisian terus mengoptimalkan pengaturan lalu lintas di titik-titik krusial. Petugas melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengurai kepadatan yang berpotensi terjadi, terutama di simpang Kikis dan Tempel.
“Kami mengimbau pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman dan lancar,” tegasnya.
Lonjakan kendaraan ini tidak hanya menggambarkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mudik, tetapi juga menandai mulainya fase krusial dalam pengamanan arus lalu lintas di DIY.
Seiring waktu berjalan, arus mudik akan terus meningkat. DIY pun bersiap menghadapi gelombang yang lebih besar, dengan memastikan setiap jalur tetap terkendali dan setiap perjalanan berakhir dengan selamat. (ef linangkung)