
KabarJawa.com– Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus membuktikan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang ramah dan setara bagi semua anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Melalui peluncuran Bus Sekolah Inklusif Transigrak (Transportasi Inklusif Gratis Ramah Anak Sekolah), pemerintah daerah menghadirkan solusi nyata untuk mempermudah akses transportasi bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
Langkah ini menjadi bukti bahwa Kulon Progo tidak hanya berbicara tentang inklusi, tetapi benar-benar menjalankannya dalam kebijakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pelayanan Transigrak
Kepala Dinas Perhubungan Kulon Progo, Ariadi, menjelaskan bahwa bus Transigrak merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan pada Maret 2024.
Pemerintah Kulon Progo kemudian mengoperasionalkannya pada 2025 atas arahan Bupati dan Wakil Bupati agar bus ini secara khusus melayani siswa-siswa SLB.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendata siswa yang akan dilayani. Rute bus telah kami tetapkan dengan beberapa titik pemberhentian. Saat ini, bus mampu mengangkut sekitar 20 siswa dalam satu kali perjalanan atau 40 siswa dalam dua trip,” terang Ariadi.
Pelayanan Transigrak sementara baru menjangkau sebagian siswa SLBN 1 Kulon Progo, yang total siswanya mencapai 218 anak.
Karena itu, Dinas Perhubungan telah mengajukan tambahan 12 unit bus sekolah ke Kementerian Perhubungan agar layanan serupa dapat menjangkau wilayah utara dan daerah terpencil di Kulon Progo.
“Semoga layanan ini berjalan lancar, aman, dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak kita. Kami akan terus berupaya meningkatkan fasilitas agar pendidikan inklusif di Kulon Progo semakin terwujud,” tegasnya.
Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, menegaskan bahwa Transigrak merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam menciptakan akses pendidikan yang aman, nyaman, dan setara bagi semua anak.
“Segala kebaikan yang dilakukan hari ini adalah ladang amal ibadah. Anak-anak kita ini berhak mendapatkan pelayanan terbaik, termasuk fasilitas transportasi menuju sekolah,” ujar Ambar.
Pesan untuk Pengemudi Bus
Ia juga berpesan kepada para pengemudi bus agar melayani siswa dengan kasih sayang. Antarkan mereka menuju masa depan yang lebih cerah dan harus melayani anak-anak ini dengan sebaik-baiknya dan setulus hati.
Kepala SLB Negeri 1 Kulon Progo, Titin Nurhayati, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya atas kehadiran armada Transigrak.
Baginya, bus ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol kasih sayang pemerintah kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
“Anak-anak merasa bahagia, dihargai, dan diperhatikan. Saat uji coba, mereka sangat antusias, bahkan ada yang ingin berputar dua kali karena begitu senangnya naik bus sekolah,” tutur Titin.
Ia menambahkan, kru bus dari Dinas Perhubungan Kulon Progo telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menggunakan bahasa isyarat sederhana agar bisa berinteraksi dengan siswa tunarungu.
“Hal ini menunjukkan bahwa layanan Transigrak bukan hanya sekadar antar-jemput, melainkan juga membangun interaksi yang ramah anak dan inklusif,” jelasnya.
Di mata para guru dan orang tua, Transigrak menjadi simbol nyata perhatian pemerintah terhadap hak-hak anak difabel. Kehadirannya meringankan beban keluarga dan memberikan rasa aman bagi anak-anak saat berangkat ke sekolah.
Titin mewakili keluarga besar SLBN 1 Kulon Progo pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran yang telah mewujudkan layanan Transigrak.
“Semoga program ini menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. Setiap langkah anak-anak menuju sekolah kini lebih ringan berkat kepedulian Bapak Ibu semua,” tutupnya. (ef linangkung)